Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMANFAATAN KULIT PISANG KEPOK DAN KAPUK JADI KERTAS ORGANOSOLV NATRIUM HIDROKSIDA Aisyah Suci Ningsih; Sofiah; Desti Lidya; Amrullah
Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 4 (2024): Aptekmas Volume 7 Nomor 4 2024
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring pertumbuhan populasi, permintaan kertas meningkat, yang pada gilirannya meningkatkan kebutuhan kayu sebagai bahan utama. Untuk meminimalisir biaya produksi yang meningkat karena terbatasnya pasokan kayu, kertas yang diproduksi dari bahan limbah alami menghadirkan alternatif yang layak. Kulit pisang (Musa balbisiana) dan serat kapuk (Ceiba petandra), keduanya tinggi selulosa, dapat berfungsi sebagai bahan baku utama untuk produksi pulp. Studi ini menyelidiki pemanfaatan kulit pisang dan limbah kapuk sebagai bahan utama untuk pembuatan kertas, menggunakan metode inovatif yang berbeda dari teknik konvensional. Proses produksi menerapkan metode organosolv dengan berbagai rasio kulit pisang terhadap kapuk (3g:7g, 4g:6g, 5g:5g, 6g:4g, 7g:3g) dan berbagai kombinasi pelarut NaOH-metanol (525ml:0ml, 450ml:0ml, 375ml:0ml, 300ml:0ml, 225ml:0ml). Kertas diproduksi melalui hidrolisis kulit pisang dan serat kapuk dengan pelarut yang sesuai dan katalis asam sulfat, diikuti dengan pemutihan dan pembentukan lembaran dengan penambahan perekat pada pulp. Hasil optimum dicapai pada formula 10, dengan rasio kulit pisang terhadap kapuk sebesar 7g:3g dan NaOH terhadap metanol 225ml:0ml, menghasilkan gramatur 190,41g/m² dan kadar abu 2,295%. Semua variasi yang diuji memenuhi standar mutu SNI 8218:2015.
PEMANFAATAN ECENG GONDOK DALAM PROSES PENJERNIHAN MINYAK GORENG BEKAS SKALA LOKAL Meilianti; Ida Febriana; Desti Lidya
Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 4 (2024): Aptekmas Volume 7 Nomor 4 2024
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini berupa sosialisasi yang akan dilaksanakan pada bulan September 2024 bertempat di RT 28 Kelurahan Talang Kelapa Kecamatan Talang Kelapa, Kota Palembang dengan melibatkan kelompok PKK sebagai mitra sasaran. Metode yang digunakan adalah sosialisasi melalui presentasi menggunakan media slide serta pelatihan langsung tentang cara pembuatan bio-adsorben dari eceng gondok dan penerapannya dalam purifikasi minyak jelantah menggunakan metode adsorpsi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta dapat memahami konsep pemanfaatan limbah eceng gondok sekaligus mengaplikasikannya untuk meningkatkan kualitas minyak goreng bekas agar mendekati mutu minyak baru sesuai standar. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kepedulian masyarakat dalam mengelola limbah perairan dan limbah rumah tangga sehingga lebih bernilai guna dan ramah lingkungan.
Sosialisasi Biodegradable Foam Berbahan Baku Serat Daun Nanas dan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) di Kelurahan Patih Galuh Prabumulih Barat Aisyah Suci Ningsih; Idha Silviyati; Endang Supraptiah; Yulianto Wasiran; Desti Lidya; Sri Murda Niati; Nazua Tita
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3: Mei 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joong-ki.v5i3.16420

Abstract

Prabumulih merupakan kota penghasil nanas terbesar kedua di Sumatera Selatan, Daun nanas jadi salah satu menyokong limbah perkebunan terbesar, karena nanas hanya bisa dipanen sebanyak 3 kali, selanjutnya harus dilakukan pembibitan kembali. Limbah daun nanas di kota Prabumulih dimanfaatkan menjadi produk woven yaitu produk yang dipintal menjadi benang dan ditenun menjadi kain. sedangkan limbah yang kualitasnya tidak memenuhi persyaratan dibuang. padahal kandungan selulosa pada daun nanas dapat dimanfaatkan menjadi produk non woven (produk non pintal). Salah satunya dapat dijadikan bahan baku pembuatan biodegradable foam. Selain nanas Sumatera Selatan juga dikenal sebagai salah satu penghasil minyak kelapa sawit mentah (CPO). Luas perkebunan kelapa sawit di Sumatera Selatan mencapai 1.232.205 hektar, menjadikannya salah satu provinsi dengan perkebunan kelapa sawit terluas di Indonesia. Tandan Kosong Kelapa Sawit adalah limbah padat yang dihasilkan dari proses pengolahan tandan buah segar (TBS) di pabrik kelapa sawit, setelah buah sawit dipanen dan dipisahkan dari tandannya. Kandungan selulosa pada TKKS sebanyak 38% dapat digunakan sebagai bahan baku biofoam untuk kemasan makanan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan Kelompok Wanita Tani (KWT) Bougenville Prabumulih Barat dalam mengolah limbah perkebunan seperti serat daun nanas dan tandan kosong kelapa sawit menjadi biodegradable foam sebagai kemasan makanan pengganti styrofoam. Metode kegiatan yang digunakan adalah partisipatif aktif, dimana warga diajak untuk berperan aktif dalam kegiatan, baik pada tahap observasi, sosialisasi, demonstrasi pembuatan biofoam, dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta kegiatan, hal ini terlihat dari respon peserta selama kegiatan.
CHARACTERIZATION OF MECHANICAL PROPERTIES AND BIODEGRADABILITY OF BANANA PEEL STARCH-BASED BIOPLASTICS (Musa paradisiaca) WITH GLYCEROL–SORBITOL AND CHITOSAN Metta Wijayanti; Putri Febrianti; Desti Lidya
KINETIKA Vol 14 No 3 (2025): KINETIKA 01112025
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biodegradable plastic is plastic that is easily decomposed by microorganisms. Biodegradation of plastic can be achieved by activating microorganisms in the environment to metabolize the molecular structure of plastic films. The benefit of this research is to address the problem of plastic waste in the surrounding environment into environmentally friendly plastic packaging by utilizing banana peel starch waste. The use of starch as the main ingredient in plastic production has great potential because in Indonesia there are various starch-producing plants. In this study, banana peel starch was used as a raw material, sorbitol as a plasticizer, and chitosan as a filler in the production of biodegradable plastic. The purpose of this study was to determine the mechanical properties of the obtained biodegradable plastic, such as tensile strength, elongation, water resistance, and biodegradability. The materials used in this study have different composition variations, namely 5 grams of banana peel starch using 50 ml of distilled water, 3 ml of Acetic Acid (1%) and Plasticizer in the form of Glycerol and Sorbitol with variations (20%:0%), (15%:5%), (10%:10%), (5%:15%), (0%:20%) and variations of Chitosan 2% and 4%. The best analysis results of bioplastics obtained were with variations of glycerol, sorbitol 0:20, and chitosan 2% obtained tensile strength values of 1.751Mpa, elongation 43%, water resistance 82.50%, and biodegradation 79.76%. Some bioplastic samples have met the SNI 7188.7:2016 standard.