Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

CHARACTERISTICS OF GLASS SOAP BASED ON VIRGIN COCONUT OIL (VCO) WITH THE ADDITION OF BASIL LEAF EXTRACT (OCIMUM BASILICUM L.) AS ANTISEPTICS Meilianti; Idha Silviyati; Adi Syakdani
KINETIKA Vol. 13 No. 02 (2022): KINETIKA 01072022
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Soap is formed from a mixture of fat or oil with sodium or potassium salts made through the saponification process ofthe reaction between triglycerides and alkali. Glass soap is a innovation in the form of solid soap which has a smallsize in the form of a thin sheet that is easier to carry when active outside the home. Basil leaves contain flavonoid,tannins, saponins and other active ingredients that can be used as antibacterial. Glycerin can be used as a mixture insoap making as a plasticizer because it can make the texture of the soap elastic. The process of making glass soapuses a saponification process with variations in the addition of glycerin concentrations (w/w) of 5.5%, 10.5%, 15.5%,20.5%, 25.5% in curing time for 15 days. The results of the analysis showed that glass soap with the addition of 10%glycerin concentration with a curing time of 15 days was the best formulation and met the characteristics of SNI. Theresults of the analysis showed that the water content was 0.45%, the material was insoluble in ethanol 1.20%, ALB1.5%, free alkali 0.05%, and pH 10.
ANALISA KONSUMSI ENERGI SPESIFIK PIROLISATOR DOUBLE KONDENSOR PADA KONVERSI LIMBAH BIOMASSA MENJADI ASAP CAIR Ajeng Mawarni Putri; Ida Febriana; Idha Silviyati
Jurnal Redoks Vol. 8 No. 1 (2023): REDOKS JANUARI-JUNI
Publisher : Universitass PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/redoks.v8i1.9123

Abstract

Jumlah sampah yang tertimbun mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk, salah satunya limbah kayu. Limbah kayu dapat dikelola menjadi asap cair dengan pirolisis karena apabila ditumpuk terus menerus, limbah ini akan menghasilkan gas metana. Penelitian ini menggunakan variabel tetap dan kendali. Variabel tetap berupa bahan baku yaitu tempurung kelapa dan serbuk jati dengan ukuran sampel 20 dan 60 mesh. Serta variabel kendali berupa suhu proses yang dijaga pada suhu 325oC. Dibutuhkan suatu metode yang tepat dalam mengelola limbah kayu menjadi asap cair melalui proses pirolisis. Dari hasil penelitian yang dilakukan, nilai konsumsi energi spesifik terefisien diperoleh dari tempurung kelapa 60 mesh dengan nilai 5,65 kWh/l dengan konsumsi daya 4,49 kWh dan produk yang dihasilkan 0,795 liter. Serta rendemen terbanyak diperoleh dari serbuk kayu ajti 60 mesh pada fasa 1 dengan nilai sebesar 16,1%. Kata Kunci: biomassa kayu, pirolisis, pirolisator double kondenser, asap cair        
Characteristics of Eco-Friendly Marker Ink by Utilizing Natural Dyes From Noni Leaf Extract (Morinda Citrifolia L.) Idha Silviyati; Hilwatullisan; Rusdianasari; Mujiyanti, Apri; Nainggolan, Hetty S
International Journal of Research in Vocational Studies (IJRVOCAS) Vol. 4 No. 1 (2024): IJRVOCAS - April
Publisher : Yayasan Ghalih Pelopor Pendidikan (Ghalih Foundation)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53893/ijrvocas.v4i1.268

Abstract

Marker ink created from natural ingredients can be used as an alternative to ink with high VOC (Volatile Organic Compound) levels, which can be harmful to one's health. Noni leaf extract includes tannins, which can be utilized as a basic dye/pigment in marker ink. The goal of this study is to use natural dyes derived from noni leaf extract as a replacement for synthetic ink VOC and as an innovation in green marker ink. The study was undertaken with various adjustments, including the inclusion of noni leaf tannins (0.6 gr, 0.8 gr, 1.0 gr, 1.2 gr, 1.4 gr) and gum arabic (4 gr, 5 gr). The analytical findings of the best arker ink products are presented in formula 5, which includes tannins mass 1.4 gr and gum arabic mass 4 gr, with a viscosity of 3.1 cp, density of 1.14 g/ml, pH 6, and concentrated pigment production. Based on these findings, marker ink products fulfill the quality standards of the SNI 06-1567-1999 test.
Bahan Kimia Pencemar Berbahaya Disekitar Kita Sri Murda Niati; Idha Silviyati; Endang Supraptiah; Gemala Cahaya
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1: November 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v4i1.6139

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan edukasi kepada ibu ibu pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Kesehatan Kab. Siak terhadap apa itu bahan pencemar kimia, jenis jenis pencemar, contoh yang sering ditemukan dilingkungan dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana mengetahui tercemar dan memberikan solusi. Dimateri yang disajikan diangkat tiga topik sebagai sampel yang sangat sering kita temui di lingkungan yakni peptisida yang digunakan di sayur sayuran, ikan dan mi basah yang berformalin dan penggunaan wadah staeroform.
Inovasi Pelatihan Pembuatan Minuman Kesehatan Warisan Kerajaan Siak Berbasis Rempah Lokal, Analisa Kandungan Kimia dan Uji Organolaptik "Dari Tradisi Menuju Produk Unggulan Daerah" Sri Murda Niati; Diana, Diana; Idha Silviyati; Endang Supraptiah; Gemala Cahya; Ibnu Hajar; Irfandi, Irfandi
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1: November 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v5i1.13124

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan serta pendampingan dalam pembuatan minuman kesehatan tradisional Kegemaran Raja Siak yang merupakan warisan budaya berbasis rempah-rempah asli Nusantara. Kegiatan dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Siak dan Tokoh Masyarakat Kabupaten Siak. Pelatihan meliputi proses pembuatan minuman yang dahulu disajikan oleh permaisuri kepada Sultan sebagai pemulih tenaga setelah meninjau rakyatnya oleh tokoh masyarakat, serta sosialisasi dan penjelasan analisa bahan kimia yang terkandung dalam minuman tersebut oleh Dosen yang melaksanakan pengabdian masyarakat. Dengan mengintegrasikan tradisi lokal dan pendekatan ilmu kimia, program ini diharapkan dapat melestarikan kearifan lokal sekaligus meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap manfaat kesehatan bahan alami yang digunakan. Rangkaian kegiatan terdiri dari pembukaan, kata sambutan, doa, pelatihan dan pendampingan pembuatan minuman kesehatan, dan pemaparan analisa kimia yang terkandung dalam bahan minuman. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan edukasi ilmiah dan pelestarian budaya.
Teknik Mordanting Ekstrak Kulit dan Biji Terong Belanda (Solanum betaceum Cav.) sebagai Pewarna Alami Tekstil Melantina Oktriyanti; Idha Silviyati; Nyayu Febrina Nuraini
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v5i2.8070

Abstract

The peel and seeds of tamarillo (Solanum betaceum Cav.) are sources of anthocyanin pigments with potential application as natural dyes for a more environmentally friendly textile industry. The widespread use of synthetic dyes, which still dominates today, poses negative impacts on both the environment and human health. Therefore, this study was conducted to evaluate the quality of the resulting extracts. The parameters assessed included acidity level (pH), anthocyanin content based on UV-VIS absorbance values, color characteristics, and color fastness in accordance with the SNI ISO 105-A03:2010 standard. The results showed that the duration of maceration had a significant effect on the quality of the extracts. For the peel extract, the optimal condition was obtained at pH 3, with an anthocyanin content of 65.12 mg/L, an absorbance value of 0.391, and color fastness at a scale of 4–5, which is categorized as very good. Meanwhile, the seed extract exhibited optimal results at pH 3, with an anthocyanin content of 127.07 mg/L, an absorbance value of 0.761, and color fastness at a scale of 4, which falls under the good category. Overall, these findings indicate that tamarillo peel and seeds have significant potential as a sustainable source of natural textile dyes and can serve as a safer alternative to synthetic dyes.
Sosialisasi Biodegradable Foam Berbahan Baku Serat Daun Nanas dan Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) di Kelurahan Patih Galuh Prabumulih Barat Aisyah Suci Ningsih; Idha Silviyati; Endang Supraptiah; Yulianto Wasiran; Desti Lidya; Sri Murda Niati; Nazua Tita
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3: Mei 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joong-ki.v5i3.16420

Abstract

Prabumulih merupakan kota penghasil nanas terbesar kedua di Sumatera Selatan, Daun nanas jadi salah satu menyokong limbah perkebunan terbesar, karena nanas hanya bisa dipanen sebanyak 3 kali, selanjutnya harus dilakukan pembibitan kembali. Limbah daun nanas di kota Prabumulih dimanfaatkan menjadi produk woven yaitu produk yang dipintal menjadi benang dan ditenun menjadi kain. sedangkan limbah yang kualitasnya tidak memenuhi persyaratan dibuang. padahal kandungan selulosa pada daun nanas dapat dimanfaatkan menjadi produk non woven (produk non pintal). Salah satunya dapat dijadikan bahan baku pembuatan biodegradable foam. Selain nanas Sumatera Selatan juga dikenal sebagai salah satu penghasil minyak kelapa sawit mentah (CPO). Luas perkebunan kelapa sawit di Sumatera Selatan mencapai 1.232.205 hektar, menjadikannya salah satu provinsi dengan perkebunan kelapa sawit terluas di Indonesia. Tandan Kosong Kelapa Sawit adalah limbah padat yang dihasilkan dari proses pengolahan tandan buah segar (TBS) di pabrik kelapa sawit, setelah buah sawit dipanen dan dipisahkan dari tandannya. Kandungan selulosa pada TKKS sebanyak 38% dapat digunakan sebagai bahan baku biofoam untuk kemasan makanan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan Kelompok Wanita Tani (KWT) Bougenville Prabumulih Barat dalam mengolah limbah perkebunan seperti serat daun nanas dan tandan kosong kelapa sawit menjadi biodegradable foam sebagai kemasan makanan pengganti styrofoam. Metode kegiatan yang digunakan adalah partisipatif aktif, dimana warga diajak untuk berperan aktif dalam kegiatan, baik pada tahap observasi, sosialisasi, demonstrasi pembuatan biofoam, dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta kegiatan, hal ini terlihat dari respon peserta selama kegiatan.