ABSTRACT Digital transformation in the era of the Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0 requires a paradigm shift in education, including Islamic Religious Education (PAI). However, current PAI learning practices still reveal a gap between the demands of digital transformation and pedagogical implementation, particularly in terms of methodology, value reinforcement, and the role of teachers. This study aims to formulate an integrative conceptual framework for the reorientation of PAI learning in the digital era. The research employs a qualitative approach using library research by reviewing relevant recent scientific literature within the last ten years. Data analysis was conducted through content analysis, including data reduction, categorization, and interpretation to identify conceptual relationships. The findings indicate that the reorientation of PAI learning consists of three main dimensions: technology-based methodological transformation, strengthening of digital morality, and empowerment of teachers as agents of Islamic digital literacy. These dimensions are integrated into a value-based conceptual framework that positions technology as a tool rather than an end. Thus, the success of PAI learning transformation is not determined solely by technological adoption, but by the systemic integration of methodological, value-based, and teacher-related aspects in producing adaptive learning while maintaining Islamic values. ABSTRAK Transformasi digital pada era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 menuntut perubahan paradigma pembelajaran, termasuk dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun, praktik pembelajaran PAI di lapangan masih menunjukkan kesenjangan antara tuntutan transformasi digital dengan implementasi pedagogis, terutama pada aspek metodologi, penguatan nilai, dan peran guru. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan kerangka konseptual integratif reorientasi pembelajaran PAI di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis kepustakaan (library research) melalui pengkajian literatur ilmiah mutakhir yang relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi melalui tahapan reduksi, kategorisasi, dan interpretasi untuk mengidentifikasi keterkaitan antar konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reorientasi pembelajaran PAI mencakup tiga dimensi utama, yaitu transformasi metodologi berbasis teknologi digital, penguatan akhlak digital, dan pemberdayaan guru sebagai agen literasi digital Islami. Ketiga dimensi tersebut terintegrasi dalam kerangka konseptual berbasis nilai Islam yang menempatkan teknologi sebagai instrumen, bukan tujuan. Dengan demikian, keberhasilan transformasi pembelajaran PAI tidak ditentukan oleh adopsi teknologi semata, melainkan oleh integrasi sistemik antara aspek metodologis, nilai, dan peran guru dalam menghasilkan pembelajaran yang adaptif sekaligus berakar pada nilai-nilai keislaman.