Yahnu Wiguno Sanyoto
Universitas Baturaja

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERSEPSI MASYARAKAT KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TENTANG SISTEM PEMILIHAN KEPALA DAERAH DI INDONESIA Yahnu Wiguno Sanyoto
Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54895/jipu.v2i2.2308

Abstract

Setiap sistem pemilihan baik secara langsung maupun sistem perwakilan mempunyai kebaikan dan keburukan masing-masing, akan tetapi pemerintah harus mengikuti apa yang menjadi keinginan masyarakat. Apakah masyarakat masih menginginkan sistem pemilihan langsung atau ingin kembali dengan sistem perwakilan, karena pada dasarnya pemerintahan dibuat yaitu untuk menyenangkan warga negaranya. Penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian kuantitatif deskriptif, yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner dan analisis data bersifat kuantitatif/statistik. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat di Kabupaten Ogan Komering Ulu yang terdiri dari 12 kecamatan yang sudah mempunyai hak memilih. Metode pengambilan sampel yang dipergunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik random dengan penentuan ukuran sampel sebanyak 30 responden. Hasil penelitian menyatakan bahwa masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu masih tetap menginginkan model pemilihan kepala daerah secara langsung. Masyarakat tidak ingin kalau pemilihan kepala daerah kembali diserahkan atau dipilih oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), tentunya dengan beberapa catatan terkait dengan terus dilakukannya perbaikan sistem rekruitmen calon kepala daerah oleh partai politik dan dberikannya kemudahan kepada calon independen, mengingat banyaknya calon yang berkualitas tetapi mereka tidak mau apabila mereka diusulkan melalui partai politik. Kata kunci : pemilihan kepala daerah.
Implementasi Kebijakan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Ogan Komering Ulu Tahun 2021 Yanti Riani; Marratu Fahri; Yahnu Wiguno Sanyoto
Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 3 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54895/jipu.v3i2.2509

Abstract

ABSTRAK Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) merupakan Program Strategis Nasional untuk percepatan pendaftaran dan sertifikasi tanah seluruh wilayah di Indonesia, memberikan kepastian hak dan perlindungan hukum, mengurangi kasus sengketa pertanahan serta untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Kasus sengketa pertanahan di masyarakat masih saja terjadi, akibat dari mahalnya biaya pengurusan sertifikat, serta lambatnya proses pendaftaran dan pembuatan sertifikat mengakibatkan masyarakat memilih untuk tidak mengurus sertifikat tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis implementasi Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Ogan Komering Ulu yang dilaksanakan 31 Oktober 2023 sampai dengan 22 November 2023. Metodologi yang digunakan adalah Kualitatif, indikator yang dipakai berdasarkan teori Van Meter dan Van Horn antara lain tujuan dan sasaran program, sumber daya, komunikasi antar organisasi, karakteristik agen pelaksana, kondisi ekonomi, sosial, politik dan sikap pelaksana/penerima program. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kabupaten Ogan Komering Ulu belum berjalan maksimal dibuktikan dengan persentase realisasi SHT (surat hak atas tanah) sebanyak 71,54% (tujuh puluh satu koma lima puluh empat persen) sebanyak 28,46% (dua puluh delapan koma empat puluh enam persen) belum dapat terealisasi target SHT nya. Dilihat dari 6 (enam) indikator mengukur implementasi program bahwa indikator paling lemah pada bagian komunikasi antar organisasi dan kurangnya (SDM) tenaga ukur lapangan yang dimana pada saat sosialisasi masih banyak terjadi masalah dan hambatan. Saran dalam penelitian ini perlunya penambahan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) pada bagian petugas ukur lapangan serta perlu membuat jadwal dan materi sosialisasi yang mudah dipahami masyarakat.
ANALISIS KRISIS KEPEMIMPINAN PADA CALON TUNGGAL PEMILIHAN KEPALA DAERAH PASCA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 100/PUU-XIII/2015 (STUDI KASUS KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TAHUN 2020): PENDAHULUAN, KAJIAN LITERATUR, METODE PENELITIAN, HASIL DAN PEMBAHASAN, KESIMPULAN Deka Eliyana; Aprilia Lestari; Yahnu Wiguno Sanyoto
Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 3 No. 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54895/jipu.v3i2.2607

Abstract

The Symptomps of One Candidates in post-conflict elections regent and deputy regent has become a big rumor since the Constitutional Court Decision which allowed single candidates in post-conflict local elections. Tthe causes one candidate phenomenon in 2020 and the implementation of the post-conflict regional election process in Ogan Komering Ulu Regency. This research results show that the threshold is a factor that limits political participation for small or independent parties, and encourages political strategies to maximize the opportunities of a single candidate. Apart from that, the practice of political dowries also influences the dynamics of candidate selection and power struggles at the local level. These two factors not only influence the candidate selection process but also have the potential to damage the integrity of democracy and inclusive political representation.