Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Stigma “Pekerjaan Perempuan” pada Guru PAUD di Kota Makassar: Analisis Perspektif Feminisme Kritis Andi Sadriani; Syamsu A Kamaruddin; Arlin Adam
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 5 No 3 (2025): December (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v5i3.435

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi stigma pekerjaan perempuan pada profesi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Makassar serta dampaknya terhadap status sosial dan profesionalitas guru, menggunakan perspektif Feminisme Kritis. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi kritis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Informan terdiri dari 12 guru PAUD (10 perempuan dan 2 laki-laki), dua kepala sekolah PAUD, serta satu pengelola lembaga PAUD yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dengan teknik triangulasi sumber dan metode untuk menjaga validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma pekerjaan perempuan terbentuk melalui konstruksi sosial yang menganggap kerja pengasuhan sebagai peran alami perempuan. Stereotip feminin seperti lembut, sabar, dan penuh kasih mengaburkan profesionalitas guru PAUD serta menyebabkan profesi ini dipandang rendah secara sosial dan ekonomis. Rendahnya partisipasi laki-laki semakin memperkuat feminisasi dan persepsi non-prestisius terhadap profesi ini. Penelitian juga menemukan bahwa guru PAUD mengembangkan strategi perlawanan melalui negosiasi identitas profesional, peningkatan kompetensi, redefinisi makna kerja, serta penguatan solidaritas melalui komunitas guru. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa stigma berbasis gender memiliki dampak struktural terhadap profesionalitas guru PAUD dan harus diatasi melalui kebijakan pendidikan yang sensitif gender serta penguatan pemberdayaan guru.
Keadilan Lingkungan dalam Bayang-Bayang Pariwisata: Analisis Sosiologi Farmasi atas Risiko Kesehatan Lingkungan pada Masyarakat Kawasan Pariwisata Bali Muhammad khaerul Nur; Syamsu A. Kamaruddin; Arlin Adam; Ahmadin Ahmadin
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026, IJI Publication
Publisher : Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v6i3.965

Abstract

Fenomena meningkatnya aktivitas pariwisata di Bali, khususnya di kawasan Pantai Kuta, tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memunculkan persoalan lingkungan dan kesehatan yang berdampak pada masyarakat lokal. Tingginya produksi limbah, pencemaran pesisir, serta ketimpangan akses layanan kesehatan menunjukkan adanya ketidakadilan lingkungan antara masyarakat lokal, wisatawan, dan pelaku industri pariwisata. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi risiko kesehatan lingkungan serta faktor struktural yang memengaruhi ketimpangan tersebut melalui perspektif sosiologi farmasi. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method dengan dominasi kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner terhadap 45 responden yang terdiri atas masyarakat lokal, wisatawan, dan stakeholder pariwisata, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi lapangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-komparatif untuk mengidentifikasi perbedaan tingkat risiko kesehatan dan akses layanan kesehatan antar kelompok sosial, kemudian diperdalam melalui analisis tematik untuk menjelaskan relasi kekuasaan, distribusi modal, dan kerentanan sosial dalam pengelolaan kesehatan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat lokal mengalami paparan risiko kesehatan lebih tinggi dibandingkan wisatawan dan stakeholder, sementara kapasitas akses layanan kesehatan mereka relatif lebih rendah. Temuan ini menegaskan bahwa modernitas pariwisata turut mereproduksi ketimpangan keadilan lingkungan di kawasan wisata Bali.
Keadilan Lingkungan dalam Bayang-Bayang Pariwisata: Analisis Sosiologi Farmasi atas Risiko Kesehatan Lingkungan pada Masyarakat Kawasan Pariwisata Bali Muhammad khaerul Nur; Syamsu A. Kamaruddin; Arlin Adam; Ahmadin Ahmadin
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026, IJI Publication
Publisher : Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v6i3.965

Abstract

Fenomena meningkatnya aktivitas pariwisata di Bali, khususnya di kawasan Pantai Kuta, tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memunculkan persoalan lingkungan dan kesehatan yang berdampak pada masyarakat lokal. Tingginya produksi limbah, pencemaran pesisir, serta ketimpangan akses layanan kesehatan menunjukkan adanya ketidakadilan lingkungan antara masyarakat lokal, wisatawan, dan pelaku industri pariwisata. Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi risiko kesehatan lingkungan serta faktor struktural yang memengaruhi ketimpangan tersebut melalui perspektif sosiologi farmasi. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method dengan dominasi kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner terhadap 45 responden yang terdiri atas masyarakat lokal, wisatawan, dan stakeholder pariwisata, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi lapangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-komparatif untuk mengidentifikasi perbedaan tingkat risiko kesehatan dan akses layanan kesehatan antar kelompok sosial, kemudian diperdalam melalui analisis tematik untuk menjelaskan relasi kekuasaan, distribusi modal, dan kerentanan sosial dalam pengelolaan kesehatan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat lokal mengalami paparan risiko kesehatan lebih tinggi dibandingkan wisatawan dan stakeholder, sementara kapasitas akses layanan kesehatan mereka relatif lebih rendah. Temuan ini menegaskan bahwa modernitas pariwisata turut mereproduksi ketimpangan keadilan lingkungan di kawasan wisata Bali.