Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DALAM KARANGAN NARASI SISWA KELAS XI SMA N 1 BANYUMAS M. Lukman Leksono
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.658

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk kesalahan berbahasa yang dilakukan oleh siswa kelas XI SMA N 1 Banyumas dalam menulis karangan narasi. Kesalahan yang dianalisis mencakup aspek fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan error analysis, didukung kerangka teori interlanguage dan interferensi bahasa. Data diambil dari 30 dokumen karangan siswa yang dianalisis secara sistematis menggunakan pedoman PUEBI dan Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan adanya 347 kesalahan berbahasa, dengan dominasi kesalahan morfologi (45%), diikuti sintaksis (30%), fonologi (20%), dan semantik (5%). Faktor penyebab utama adalah pengaruh bahasa ibu (Biak/Ambai), minimnya paparan terhadap bahasa Indonesia baku, dan keterbatasan sumber belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa kondisi geografis dan sosial-bahasa di Banyumas memiliki kontribusi signifikan terhadap lemahnya kemampuan menulis formal siswa. Penelitian ini merekomendasikan pembelajaran berbasis kesalahan dan strategi pengajaran yang kontekstual. Hasil ini menegaskan pentingnya perancangan pembelajaran berbasis lokalitas linguistik yang peka terhadap kondisi multilingual dan keterbatasan literasi di daerah terpencil.
Penguatan Literasi Global SDN Karanglo Kemranjen Melalui Program English Day Hari Widi Utomo; Achmad Sultoni; Riyatno; Shintia Dwi Alika; M. Lukman Leksono; Maria Naibaho; Gilang Hukma Rahmanda; Satria Rizki Safiri; Khorn Chanpiriza
JURPIKAT Vol 7 No 2 (2026)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i2.2973

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi global siswa melalui pendampingan Program English Day di SDN Karanglo, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas. Program ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan sekolah dalam menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan global meskipun mata pelajaran Bahasa Inggris belum secara formal diterapkan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan guru, siswa, dan orang tua secara aktif pada tahap perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi. Kegiatan meliputi pelatihan guru, pendampingan siswa, penyusunan modul dan buku kosakata, implementasi English Day mingguan, serta kolaborasi internasional melalui International Sharing Session. Hasil evaluasi menunjukkan adanya antusiasme tinggi dari siswa, orang tua, dan pihak sekolah, serta peningkatan minat dan motivasi siswa dalam belajar Bahasa Inggris. Program ini berpotensi berkelanjutan dan menjadikan SDN Karanglo sebagai sekolah percontohan literasi global di tingkat kecamatan.
Optimalisasi Pengelolaan Tirta Sena - Curug Muntu Untuk Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Desa Ketenger Melalui Program Ekowisata Berkelanjutan Riyatno; Fikra Titan Syifa; M. Lukman Leksono
JURPIKAT Vol 7 No 2 (2026)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i2.3034

Abstract

Kawasan wisata Tirta Sena–Curug Muntu memiliki potensi ekowisata, namun pengelolaannya terkendala keterbatasan pasokan listrik dan kurangnya kapasitas digital, sehingga jam operasional, promosi, dan tata kelola belum optimal. Program pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan pengelolaan destinasi melalui integrasi energi terbarukan dan penguatan keterampilan digital berbasis partisipasi masyarakat. Metode meliputi instalasi PLTS Box 1000 W sebagai sumber listrik mandiri, pelatihan digital branding, produksi konten promosi, serta pendampingan kelembagaan pengelola. Evaluasi dampak dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dan analisis tren kunjungan serta omzet. Hasil menunjukkan PLTS Box 1000 W menyediakan energi stabil untuk penerangan dan mendukung aktivitas wisata malam, sementara kemampuan pengelola dalam mengelola media sosial dan memproduksi konten meningkat. Kunjungan naik dari rata-rata 180 menjadi lebih dari 400 pengunjung per bulan, dan omzet meningkat dari Rp900.000 menjadi Rp2.000.000 per bulan. Program ini efektif meningkatkan daya saing destinasi dan kesejahteraan masyarakat; penguatan kapasitas lokal menjadi kunci keberlanjutan.
Penerapan Sistem Keamanan Lingkungan Berbasis CCTV Kontributif Terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) di Kabupaten Banyumas Slamet Indriyanto; M. Lukman Leksono
JURPIKAT Vol 7 No 3 (2026)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v7i3.3306

Abstract

Keamanan lingkungan RT 07 RW 01 Desa Sidabowa, Banyumas, masih bertumpu pada pola konvensional seperti ronda berkala, sehingga memicu celah pengawasan akibat tingginya mobilitas warga. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan menerapkan sistem Closed-Circuit Television (CCTV) berbasis komunitas guna mendukung SDGs 11 (permukiman aman), SDGs 16 (kelembagaan tangguh), dan SDGs 9 (teknologi tepat guna). Kegiatan ini melibatkan warga melalui empat tahapan terstruktur: persiapan, sosialisasi, implementasi perangkat, dan pendampingan operasional. Hasil evaluasi melalui kuesioner menunjukkan indeks kepuasan positif mencapai 100%, dengan rincian akumulatif 92% menyatakan "Sangat Setuju" dan 8% "Setuju" terhadap aspek kesesuaian kebutuhan, kualitas pelayanan, kejelasan materi, kecukupan waktu, dan keberlanjutan program. Kesimpulannya, implementasi sistem CCTV ini berhasil meningkatkan indeks rasa aman warga secara signifikan sekaligus mewujudkan kemandirian tata kelola keamanan digital berbasis komunitas di tingkat pedesaan