Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

EFEK PENAMBAHAN BUBUK DAUN KENIKIR (COSMOS CAUDATUS KUNTH) TERHADAP KADAR PROTEIN MINUMAN FUNGSIONAL BERBASIS SUSU KAMBING BUBUK Candra Saka Nusantari; Annisaa Siti Zulaicha
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 9, No. 02 October (2024) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/analit.v9i02.203

Abstract

One variation of functional beverages that is beneficial for the body is powdered goat milk with the addition of kenikir leaf powder (Cosmos caudatus Kunth). Kenikir leaves not only contain bioactive compounds that act as antioxidants, anti-inflammatory agents, and antimicrobials, but they also have high levels of protein, phenolic compounds, carbohydrates, vitamins, and minerals. Therefore, kenikir leaves are utilized as a component to enhance the protein content in functional beverages. The effect of adding kenikir leaf powder to functional beverages on protein content was assessed using the Kjeldahl method, with sample formulations labeled MF(F0), MF(F1), and MF(F2). The results from the Kjeldahl method showed that the highest protein content was found in the MF(F2) sample at 3.58%, while the MF(F1) sample had a protein content of 3.07%, and the MF(F0) sample had 2.49%. This demonstrates that the addition of kenikir leaves increases the protein content in functional beverages. Keywords: kenikir leaves, functional beverages, protein, goat milk.
Functional Group Profiling of Gelatin-Based Transparent Capsule Shells Using FTIR-ATR Spectroscopy Saddam Husein; Rafi Andrean Permana; Putri Amalia; Candra Saka Nusantari
Sains Natural: Journal of Biology and Chemistry Vol. 16 No. 2 (2026): Sains Natural
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/jsn.v16i2.976

Abstract

Transparent capsule shells are widely used as oral dosage forms; however, information regarding the source of gelatin is often unclear, potentially affecting product quality, safety, and halal status. This study aimed to profile ten samples of transparent capsule shells obtained from online stores using Fourier Transform Infrared Spectroscopy-Attenuated Total Reflectance (FTIR-ATR) and to compare their spectral characteristics with bovine, porcine, and fish gelatin standards. This laboratory experimental study employed FTIR-ATR analysis within the wavelength range of 4500-650 cm⁻¹. The results demonstrated that all capsule samples exhibited characteristic gelatin absorption bands in the Amide A, Amide I, Amide II, and Amide III regions. Based on Principal Component Analysis (PCA) and comparison with gelatin standards, 9 out of 10 samples (90%) showed spectral similarity to porcine gelatin, while 1 sample (10%) showed similarity to fish gelatin. No samples demonstrated dominant similarity to bovine gelatin. Sample K2 was classified as being closer to fish gelatin, whereas samples K1, K3, K4, K5, K6, K7, K8, K9, and K10 were classified as being closer to porcine gelatin. These findings indicate that FTIR-ATR is effective for profiling the chemical characteristics of transparent capsule shells and can be utilized as an analytical tool for identifying gelatin sources, thereby supporting quality control and consumer safety
PENETAPAN KADAR PROTEIN STIK TAHU DAN STIK TEMPE DENGAN MENGGUNAKAN METODE KJELDAHL Lutfia Fadmawati; Diah Astika Winahyu; Candra Saka Nusantari
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23290

Abstract

Protein merupakan salah satu zat gizi makro yang sangat diperlukan oleh manusia, salah satunya yaitu protein nabati. Kelompok protein nabati berasal dari kacang kacangan khususnya kacang kedelai. Olahan yang berasal dari kacang kedelai antara lain tahu dan tempe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar protein dan tingkat kesukaan pada stik tahu dan stik tempe. Stik dibuat dengan menggunakan tiga formulasi F0 (stik bawang original), F1 (stik tahu) dan F2 (stik tempe). Stik yang dibuat dilakukan uji organoleptik, uji hedonik dan uji kadar protein. Uji kadar protein ditetapkan dengan menggunakan metode kjeldahl, melalui tiga tahap yaitu destruksi, destilasi dan titrasi. Hasil uji organoleptik, stik memiliki bentuk pipih panjang, berwarna kuning kecoklatan, berbau khas stik bawang, rasa gurih dan tekstur renyah. Hasil uji hedonik dinyatakan bahwa stik tahu memiliki tingkat kesukaan lebih tinggi dibandingkan stik tempe dan stik bawang original. Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil kadar protein pada F1 5,23%, pada F2 9,69% dan pada F3 9,77%. Stik tahu dan stik tempe memiliki kandungan protein lebih tinggi dibandingkan stik bawang original. Penelitian ini menunjukkan bahwa stik tahu dan stik tempe memiliki kandungan protein, sehingga dapat dijadikan sebagai inovasi makanan ringan yang bergizi untuk memenuhi kebutuhan protein harian.
FORMULASI DAN UJI VITAMIN C SEDIAAN SERBUK EFFERVESCENT KOMBINASI KULIT PISANG KEPOK (Musa Paradisiaca L.) DAN DAUN STEVIA (Stevia Rebaudiana) Selvi Laust Juba; Diah Astika Winahyu; Candra Saka Nusantari
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23296

Abstract

Kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.) memiliki komposisi zat gizi, salah satunya flavonoid dan antioksidan yang dapat melawan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar vitamin C dan mutu fisik dalam sediaan serbuk effervescent ini. Kulit pisang dicuci, dirajang kemudian dikeringkan dengan oven lalu diblender. Sediaan serbuk effervescent ini kemudian dievaluasi mutu fisik berupa uji organoleptis, kadar air, kecepatan alir, sudut diam dan pH. Kemudiaan serbuk effervescent dianalisis kandungan vitamin C menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji organoleptis menunjukan adanya bentuk, warna, aroma dan rasa pada serbuk effervescent ini memenuhi syarat mutu. Didapatkan kadar air pada variasi formula F1, F2 dan F3 dengan kadar 1,47%; 3,09%; 3,20% memenuhi syarat yaitu kurang dari 10%. pH yang didapatkan dalam sediaan ini pada formulasi 1,2 dan 3 yaitu 5,54; 5,11; 5,09 pH dalam sediaan effervescent tergantung pada formula yang digunakan, tetapi pH yang baik yaitu mendekati netral. Kecepatan alir yang didapatkan yaitu pada formulasi 1, 2 dan 3 yaitu 5,56; 5,2; 5,26 g/s memenuhi syarat dengan rentang 4-7 g/s. Sudut diam yang didapatkan pada formulasi 1, 2 dan 3 yaitu 29,08°; 34,54°; 35,86° memenuhi syarat
ENGINEERING ZnO/BIOCHAR COMPOSITES FOR ENHANCED PHOTOCATALYTIC PERFORMANCE: MECHANISTIC ELUCIDATION OF TETRACYCLINE DEGRADATION AND UV–VIS SPECTROSCOPY-BASED KINETIC ANALYSIS Saddam Husein; Fatma Aris Setiawan; Candra Saka Nusantari
Analit : Analytical and Environmental Chemistry Vol. 11, No. 01 April (2026) Analit : Analytical and Environmental Chemistry
Publisher : Jurusan Kimia FMIPA Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/analit.v11i01.255

Abstract

Tetracycline contamination in aquatic environments is difficult to remove using conventional treatment methods due to its stable and persistent nature. This study aimed to develop ZnO/Biochar composites and evaluate their photocatalytic activity for tetracycline degradation. Laboratory experiments were conducted by varying catalyst dosage and UV–Vis irradiation time. Tetracycline concentration was monitored using UV–Vis spectrophotometry at 378 nm. Catalyst dosage of 0.5 g provided optimum performance, achieving 84% degradation efficiency after 120 min of irradiation. Increasing catalyst dosage up to the optimum level improved degradation efficiency, whereas excessive amounts reduced effectiveness due to increased turbidity. Kinetic analysis indicated that the degradation followed a pseudo-first-order model with a rate constant of 0.0142 min⁻¹. These findings demonstrate that ZnO/Biochar composites have potential as photocatalytic materials for antibiotic wastewater treatment.
PENETAPAN KADAR PROTEIN STIK TAHU DAN STIK TEMPE DENGAN MENGGUNAKAN METODE KJELDAHL Lutfia Fadmawati; Diah Astika Winahyu; Candra Saka Nusantari
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23290

Abstract

Protein merupakan salah satu zat gizi makro yang sangat diperlukan oleh manusia, salah satunya yaitu protein nabati. Kelompok protein nabati berasal dari kacang kacangan khususnya kacang kedelai. Olahan yang berasal dari kacang kedelai antara lain tahu dan tempe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar protein dan tingkat kesukaan pada stik tahu dan stik tempe. Stik dibuat dengan menggunakan tiga formulasi F0 (stik bawang original), F1 (stik tahu) dan F2 (stik tempe). Stik yang dibuat dilakukan uji organoleptik, uji hedonik dan uji kadar protein. Uji kadar protein ditetapkan dengan menggunakan metode kjeldahl, melalui tiga tahap yaitu destruksi, destilasi dan titrasi. Hasil uji organoleptik, stik memiliki bentuk pipih panjang, berwarna kuning kecoklatan, berbau khas stik bawang, rasa gurih dan tekstur renyah. Hasil uji hedonik dinyatakan bahwa stik tahu memiliki tingkat kesukaan lebih tinggi dibandingkan stik tempe dan stik bawang original. Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil kadar protein pada F1 5,23%, pada F2 9,69% dan pada F3 9,77%. Stik tahu dan stik tempe memiliki kandungan protein lebih tinggi dibandingkan stik bawang original. Penelitian ini menunjukkan bahwa stik tahu dan stik tempe memiliki kandungan protein, sehingga dapat dijadikan sebagai inovasi makanan ringan yang bergizi untuk memenuhi kebutuhan protein harian.
FORMULASI DAN UJI VITAMIN C SEDIAAN SERBUK EFFERVESCENT KOMBINASI KULIT PISANG KEPOK (Musa Paradisiaca L.) DAN DAUN STEVIA (Stevia Rebaudiana) Selvi Laust Juba; Diah Astika Winahyu; Candra Saka Nusantari
Jurnal Analis Farmasi Vol 10, No 2 (2025): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v10i2.23296

Abstract

Kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.) memiliki komposisi zat gizi, salah satunya flavonoid dan antioksidan yang dapat melawan radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar vitamin C dan mutu fisik dalam sediaan serbuk effervescent ini. Kulit pisang dicuci, dirajang kemudian dikeringkan dengan oven lalu diblender. Sediaan serbuk effervescent ini kemudian dievaluasi mutu fisik berupa uji organoleptis, kadar air, kecepatan alir, sudut diam dan pH. Kemudiaan serbuk effervescent dianalisis kandungan vitamin C menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji organoleptis menunjukan adanya bentuk, warna, aroma dan rasa pada serbuk effervescent ini memenuhi syarat mutu. Didapatkan kadar air pada variasi formula F1, F2 dan F3 dengan kadar 1,47%; 3,09%; 3,20% memenuhi syarat yaitu kurang dari 10%. pH yang didapatkan dalam sediaan ini pada formulasi 1,2 dan 3 yaitu 5,54; 5,11; 5,09 pH dalam sediaan effervescent tergantung pada formula yang digunakan, tetapi pH yang baik yaitu mendekati netral. Kecepatan alir yang didapatkan yaitu pada formulasi 1, 2 dan 3 yaitu 5,56; 5,2; 5,26 g/s memenuhi syarat dengan rentang 4-7 g/s. Sudut diam yang didapatkan pada formulasi 1, 2 dan 3 yaitu 29,08°; 34,54°; 35,86° memenuhi syarat