Hatidah
Politeknik Prasetiya Mandiri

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelestarian Tradisi Perayaan Cap Gomeh Di Pulau Kemaro: Revitalisasi Budaya Dan Penguatan Identitas Komunitas Tionghoa Palembang RA Rodia Fitri Indriani; Fitria Marisya; Hatidah; Marsinah; M Bambang Purwanto
Melayani: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2024): Melayani : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/melayani.v1i3.151

Abstract

Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat oleh Tim Dosen Politeknik Prasetiya Mandiri yang terdiri dari RA Rodia Fitri Indiriani, Fitria Marisya, Hatidah, Marsinah, dan M. Bambang Purwanto berfokus pada pelestarian tradisi Perayaan Cap Gomeh di Pulau Kemaro, Palembang. Program ini bertujuan untuk merevitalisasi budaya Cap Gomeh, sebuah perayaan penting bagi komunitas Tionghoa di Palembang, yang mulai tergerus oleh modernisasi dan kurangnya keterlibatan generasi muda. Melalui serangkaian kegiatan sosialisasi, edukasi, dan kolaborasi dengan komunitas lokal, program ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian tradisi Cap Gomeh. Tim dosen bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk sekolah-sekolah dan institusi pendidikan, untuk melibatkan generasi muda dalam prosesi dan kegiatan seni, serta menyelenggarakan seminar dan lokakarya tentang nilai-nilai budaya yang terkandung dalam perayaan tersebut. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat, terutama di kalangan generasi muda, serta pemahaman yang lebih dalam mengenai nilai-nilai budaya Tionghoa. Meskipun terdapat tantangan dalam hal keterbatasan sumber daya dan partisipasi masyarakat non-Tionghoa, program ini berhasil mencapai tujuan utamanya yaitu pelestarian dan penguatan identitas budaya komunitas Tionghoa di Palembang. Kesimpulannya, program ini memberikan kontribusi positif dalam upaya pelestarian budaya lokal dan diharapkan dapat menjadi model bagi kegiatan pengabdian masyarakat lainnya di masa depan.