Siti Nurlatifah
Universitas Islam Balitar Blitar

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pembentukan Karakter Religius Mahasiswa Melalui Majelis Dzikir Dan Sholawat Universitas Islam Balitar Blitar Winarto; Mohamad Sodik; Siti Nurlatifah
PROPHETIK Jurnal Kajian Keislaman Vol 2 No 1 (2024): PROPHETIK : Jurnal Kajian Keislaman
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/prophetik.v2i1.3568

Abstract

Globalisasi yang terjadi saat ini membawa masyarakat Indonesia medistorsikan pendidikan karakter bangsa. Padahal, pendidikan karakter merupakan suatu pondasi bangsa yang sangat penting dan perlu ditanamkan sejak dini kepada anak-anak, serta pada kalangan remaja yang menginjak dewasa. Kondisi yang semakin berubah saat ini mendorong mahasiswa untuk memiliki religiusitas yang tinggi dan kokoh. Dengan religius yang kokoh mahasiswa dapat menjadi seorang yang kokoh tidak mudah terombang-ambing oleh perubahan zaman. Majelis dzikir dan sholawat di Unisba selain menjadi media dzikir dan media pengembangan karakter mahasiswa, diharapakan menjadi media penguatan karakter religius mahasiswa. Perbedana sikap antar mahasiswa menunjukkan perbedaan bagi yang mengikuti secara rutin dengan mereka yang tidak pernah mengikuti sama sekali. Oleh karena itu, salah satu penerapannya adalah melalui pembentukan karakter religius melalui Majelis Dzikir dan Sholawat pada Mahasiswa di Universitas Islam Balitar. Bangsa yang besar tidak hanya mengandalkan sumberdaya alam saja, namun juga harus didukung sumber daya manusia yang memiliki karakter yang kokoh. Sumber daya manusia akan turut andil dalam mewujudkan harkat martabat bangsa. Globalisasi yang melanda bangsa saat ini mendorong masyarakat untuk memiliki karakter yang kurang baik. Dampak globalisasi dengan waktu relatif cepat menyebabkan budaya dapat berubah total. Pada kasus di atas, karakter menjadi sangat penting dalam membentengi generasi bangsa agar memiliki pribadi yang baik. Sehingga penelitian pembentukan karakter religius pada generasi penerus bangsa lebih sempit pada mahasiswa dipandang sangatlah genting untuk dikaji dan diteliti secara komprehensif. Penelitian ini akan mencoba menemukan pembentukan karakter religius melalui majelis dzikir dan sholawat Unisba Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kulitatif jenis kasus.Analisis data dengan mempergunakan teori 3 langkah Kut Lewin.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI MAN 2 KOTA KEDIRI Siti Nurlatifah
PROPHETIK Jurnal Kajian Keislaman Vol 2 No 1 (2024): PROPHETIK : Jurnal Kajian Keislaman
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/prophetik.v2i1.3569

Abstract

Kepala sekolah harus memiliki visi dan misi, serta strategi manajemen pendidikan secara utuh dan berorientasi kepada mutu pendidik, siswa dan sekolah. Kerja sama antara kepala sekolah, guru, dan anggota sekolah yang lain sangat di butuhkan dalam kelancaran memajukan mutu dan kualitas sekolahnya. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesionalisme guru baik dari program maupun upaya yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional para gurunya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendiskusikan secara mendalam tentang strategi Kepala Sekolah dalam pengembangan professional guru di MAN 2 Kota Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan melalui teknik trigulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Strategi kepala sekolah untuk mengembangkan penguasaan guru terhadap materi pembelajaran terbagi menjadi beberapa hal yaitu MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran), supervisi, pembinaan rutin Dan Penugasan. (2) Strategi kepala sekolah untuk pengembangan materi pembelajaran melalui pembinaan IT dan memfasilitasi para guru. (3) Strategi kepala sekolah untuk penguasaan guru terhadap berbagai metode pembelajaran melalui MGMP, pelatihan dan pembinaan. (4) Strategi kepala sekolah mengarahkan guru untuk menggunakan berbagai media pembelajaran melalui Supervisi pendidikan. (5) Strategi kepala sekolah dalam mengorganisasikan program pembelajaran melakukan Review Kurikulum setiap awal semester atau setiap setahun sekali.
PENGARUH SIKAP TELADAN GURU TERHADAP PERILAKU DAN MORAL SISWA DI SDN 2 GEMBONGAN PONGGOK Siti Nurlatifah
PROPHETIK Jurnal Kajian Keislaman Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Kajian Keislaman
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/prophetik.v2i2.4031

Abstract

Abstark Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang pengaruh keteladanan guru terhadap moral dan pembentukan kepribadian siswa. Metode penelitian yang di gunakan adalah studi literatur dan penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan dan mengolah sumber bacaan seperti buku dan refrensi lain yang terkait dengan topik penelitian. Selain itu, peneliti juga melakukan wawancara dengan peserta didik dari gender, dan daerah yang berbeda. Setelah melakukan penelitian, peneliti menemukan bahwa keteladanan yang diperlihatkan oleh guru memberi persepsi dan pengaruh terhadap cara berpikir dan perilaku peserta didik. Penanaman pendidikan karakter tidak cukup jika hanya sebatas retorika dari guru karena peserta didik juga mengharapkan adanya sinkronisasi antara perkataan dan tindakan guru itu sendiri untuk memberi inspirasi keteladanan. Narasumber juga mengaku bahwa ada cara berpikir dan perilaku dalam dirinya yang terpengaruh dari keteladanan guru. Kata kunci : Sikap teladan guru; perilaku dan moral siswa Abstract This research aims to obtain information about the influence of teacher example on students' morals and personality formation. The research method used is literature study and descriptive research. Data collection techniques are carried out by collecting and processing reading sources such as books and other references related to the research topic. Apart from that, researchers also conducted interviews with four students from different genders, schools and regions. After conducting research, researchers found that the example shown by teachers had a perception and influence on students' way of thinking and behavior. Instilling character education is not enough if it is only limited to rhetoric from the teacher because students also expect synchronization between the words and actions of the teacher himself to provide exemplary inspiration. Four interviewees also admitted that there were ways of thinking and behavior in themselves that were influenced by the teacher's example. Keywords : The teacher’s exemplary attitude;student behavior and morals.
STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN SD NEGERI SEMEN 02 BLITAR Siti Nurlatifah
PROPHETIK Jurnal Kajian Keislaman Vol 1 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/prophetik.v1i1.4093

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan di SD Negeri 02 Semen Blitar. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, studi kasus. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh adalah 1) perencanaan melalui pengorganisasian program strategis sekolah; 2) pelaksanaan program melalui peningkatan kedisiplinan sekolah, peningkatan nilai Ujian Nasional, penyelenggaraan ekstrakurikuler dan kerjasama dengan masyarakat. Strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di SD Negeri Semen 02 Blitar melibatkan berbagai aspek penting yang mencakup manajemen, motivasi, dan kolaborasi. Kepala sekolah, sebagai pemimpin utama, harus memiliki visi yang jelas dan mampu menginspirasi seluruh komponen sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan yang berkualitas. Salah satu strategi utama adalah peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan dan pengembangan profesional. Kepala sekolah perlu memastikan bahwa guru-guru selalu mendapatkan pelatihan terbaru terkait metode pembelajaran, teknologi pendidikan, dan perkembangan kurikulum. Dengan guru yang kompeten, proses belajar mengajar menjadi lebih efektif dan siswa dapat meraih hasil yang optimal. This research aims to describe the principal's leadership strategy in improving the quality of education at SD Negeri 02 Semen Blitar. This type of research is qualitative, case study. Data collection was carried out using observation, interviews and documentation. The results obtained are 1) planning through organizing school strategy programs; 2) implementing the program through improving school discipline, increasing National Examination scores, organizing extracurricular activities and collaborating with the community. The principal's leadership strategy in improving the quality of education at SD Negeri Semen 02 Blitar involves various important aspects including management, motivation and collaboration. The principal, as the main leader, must have a clear vision and be able to inspire all school components to achieve quality education goals. One of the main strategies is increasing teacher competency through training and professional development. School principals need to ensure that teachers always receive the latest training regarding learning methods, educational technology and curriculum developments. With competent teachers, the teaching and learning process becomes more effective and students can achieve optimal results.
Dianogsis Anak Didik Dalam Kasus Kesulitan Belajar Siti Nurlatifah; Nur Yanah
PROPHETIK Jurnal Kajian Keislaman Vol 1 No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Islam Balitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35457/prophetik.v1i2.4095

Abstract

Learning difficulties are conditions where students experience difficulty in learning. In the learning process, it is possible that there are students who experience difficulties in the learning process, in fact students who experience learning difficulties are often labeled stupid by those around them. At elementary school age, the cases of learning difficulties that are often encountered are in the ability to read, write and count. Students who experience learning difficulties will have an impact on low academic achievement. a location of learning difficulties faced by students and to find solutions. If students' learning difficulties are ignored, then the learning objectives will not be achieved properly. To overcome these difficulties, students need help, both in digesting teaching materials and in overcoming other obstacles. Students' learning difficulties must be identified and overcome as early as possible, so that instructional objectives can be achieved well. So it is necessary to carry out a diagnosis. The implementation of this diagnosis helps students to obtain optimal learning outcomes. It is hoped that the implications of this research can help teachers in providing action to overcome various learning difficulties experienced by students. Kesulitan belajar adalah kondisi dimana siswa mengalami kesulitan dalam belajar. Dalam proses pembelajaran tidak menutup kemungkinan adanya siswa yang mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran, bahkan siswa yang mengalami kesulitan belajar sering dilabeli bodoh oleh orang yang berada disekitarnya. Pada usia sekolah dasar kasus kesulitan belajar yang sering ditemui adalah pada kemampuan membaca, menulis dan berhitung. Siswa yang mengalami kesulitan belajar akan berdampak pada prestasi akademik yang rendah. a letak kesulitan belajar yang di hadapi oleh siswa serta untuk mencari pemecahannya. Jika kesulitan belajar siswa tersebut dibiarkan, maka tujuan pembelajaran tidak akan tercapai dengan baik. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, siswa memerlukan bantuan, baik dalam mencerna bahan pengajaran maupun dalam mengatasi hambatan-hambatan lain. Kesulitan belajar siswa harus dapat diketahui dan dapat diatasi sedini mungkin, sehingga tujuan instruksional dapat tercapai dengan baik. Maka perlu dilakukan diagnosis dari pelaksanaan diagnosis ini membantu siswa untuk memperoleh hasil belajar yang optimal. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat membantu guru dalam memberikan tindakan untuk mengatasi berbagai kesulitan belajar yang dialami siswa.