Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Analysis of Code-Switching in Travel Vlogs on the Youtube Channel of Alman Mulyana Windi Chaldun; Z. Zulfan; Fadillah Shela Putri; P. Pujiati; Kacar Ginting
RETORIKA: Jurnal Ilmu Bahasa Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Magister Ilmu Linguistik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jr.12.1.2026.1-10

Abstract

This study examines the phenomenon of Arabic–Indonesian code-switching in the travel vlogs of Alman Mulyana on YouTube. The study is motivated by the gexcerpt ing use of digital platforms as spaces where multilingual practices naturally occur. A qualitative descriptive method was employed, and excerpt were purposively selected from 11 vlogs containing clear instances of code-switching. The vlogs are accessible through the link https://www.youtube.com/@AlmanMulyana1983. The excerpt were analyzed using the equivalent method to identify both the types and causal factors of code-switching. The results reveal three types: inter-sentential (60%), intra-sentential (30%), and tag switching (10%). In terms of factors, the most dominant is the intention of clarifying the speech content for the interlocutor (70%), followed by repetition for clarification (15%), while interjection and expressing group identity each account for 5%. The conclusion of this research is that code-switching in Alman Mulyana’s vlogs is used communicatively for Arabic native speakers and Indonesian audiences, and the dominance of inter-sentential code-switching indicates that Alman’s proficiency in Arabic is quite good, allowing him to use it almost on par with his first language. Code-switching in Alman’s vlogs functions primarily as a communicative strategy rather than a stylistic choice. The study contributes to sociolinguistic research by presenting YouTube as an authentic site of bilingual practice.
Analisis Jenis dan Bentuk Makna Kias dalam Lirik Lagu حب و حياة Kajian Semantik Kacar Ginting; Fatimatuzzahra Nasution; Raiza Azhari
`A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 15, No 1 (2026): Kajian Bahasa, Sastra dan Pembelajaran Bahasa Arab
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/ajamiy.15.1.81-96.2026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis kias dan bentuk makna kias dalam lirik lagu حب و حياة sebagai karya sastra melalui kajian semantik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat. Sumber data berupa lirik lagu yang terdiri dari 8 bait, masing- masing berisi 3 baris, dengan satuan data kata, dan frasa yang mengandung makna kias. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 16 data jenis kias yang terdiri atas 1 perumpamaan atau simile, 6 metafora, 4 personifikasi, 1 metonimia, 2 sinekdoke, 1 eufemisme dan 1 hiperbola. Metafora menjadi jenis yang paling dominan dalam lirik lagu tersebut. Bentuk makna kias dalam lirik lagu menunjukkan bahwa kias digunakan untuk membangun ekspresi dan estetika dalam lirik lagu. Makna kias dalam lirik lagu menunjukkan bahwa jenis-jenis kias tersebut digunakan secara tidak langsung untuk menyampaikan makna emosional seperti cinta, kerinduan, dan pengalaman kehidupan secara lebih estetis dan imajinatif. Penelitian ini memiliki peran penting dalam memperkuat makna emosional dan estetika bahasa. Penelitian ini berkontribusi dalam kajian semantik, khususnya analisis makna kias dalam lirik lagu Arab sebagai karya sastra.
Al – Jahiz’s Rational Epistemology : An Analysis of His Scientific Contribution to the Intellectual Dynamics of the Abbasid Dynasti Arif Rahman Harefa; Kacar Ginting; Rijalul Faizul Ichsan; Ira Annisa; Tien Suhaila
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 10, No 2 (2026): April -Juni
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v10i2.29546

Abstract

Islamic civilization during the abbasid era market the pinnacle of intellectual achievement, characterized by rapid advancements in science through the integration of Greek, Persian, and Indian traditions. In this context, Al-Jahiz emerged as a multidisciplinary thinker who combined rational and empirical approaches in his study aims to analyze the dynamics of knowledge development during the Abbasid era, to examine Al-Jahiz’s contributions, and to explore his rational epistemology. The research employs a qualitative approach based on library research using  historical and philosophical methods, with the primary source being Kitab Al-Hayawan, analyzed through content analysis. The Abbasid era was supported by a conducive intellectual ecosystem, such as political support, freedom of thought, and openness to various scientific traditions.
Sejarah Lahirnya Pemikiran Ekonomi Syariah dan Relevansinya Dalam Ekonomi Modern Kacar Ginting; Juni Sarah; Nabila Fradhita Lubis; Rama Delpiani; Lilik Nasution
JOVISHE : Journal of Visionary Sharia Economy Vol. 5 No. 01 (2026): Edition June 2026
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Makwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57255/jovishe.v5i01.1750

Abstract

Perkembangan sistem ekonomi modern yang cenderung berorientasi pada keuntungan sering dikaitkan dengan munculnya ketimpangan sosial, krisis keuangan, dan berkurangnya nilai etika dalam aktivitas ekonomi. Kondisi tersebut mendorong meningkatnya perhatian terhadap ekonomi syariah sebagai sistem yang berlandaskan pada prinsip keadilan, keseimbangan, dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini bertujuan mengkaji sejarah lahirnya pemikiran ekonomi syariah serta menjelaskan relevansinya dalam menghadapi tantangan ekonomi modern. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui analisis berbagai buku, jurnal ilmiah, dan karya tokoh ekonomi Islam dari masa klasik hingga kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran ekonomi syariah berkembang secara bertahap sejak masa Nabi Muhammad SAW, kemudian diperkaya oleh para ulama seperti Abu Yusuf, Al-Ghazali, dan Ibnu Khaldun, hingga menjadi landasan bagi pengembangan lembaga keuangan syariah pada era modern. Prinsip-prinsip seperti larangan riba, keadilan distribusi, serta mekanisme bagi hasil masih memiliki relevansi dalam menjawab berbagai persoalan ekonomi saat ini. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai perkembangan pemikiran ekonomi syariah sekaligus menjadi referensi dalam pengembangan kajian ekonomi Islam yang lebih kontekstual sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern.
Al – Jahiz’s Rational Epistemology : An Analysis of His Scientific Contribution to the Intellectual Dynamics of the Abbasid Dynasti Arif Rahman Harefa; Kacar Ginting; Rijalul Faizul Ichsan; Ira Annisa; Tien Suhaila
EDU-RILIGIA: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam dan Keagamaan Vol 10, No 2 (2026): April -Juni
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/er.v10i2.29546

Abstract

Islamic civilization during the abbasid era market the pinnacle of intellectual achievement, characterized by rapid advancements in science through the integration of Greek, Persian, and Indian traditions. In this context, Al-Jahiz emerged as a multidisciplinary thinker who combined rational and empirical approaches in his study aims to analyze the dynamics of knowledge development during the Abbasid era, to examine Al-Jahiz’s contributions, and to explore his rational epistemology. The research employs a qualitative approach based on library research using  historical and philosophical methods, with the primary source being Kitab Al-Hayawan, analyzed through content analysis. The Abbasid era was supported by a conducive intellectual ecosystem, such as political support, freedom of thought, and openness to various scientific traditions.