Sugeng Supriyadi
Universitas Nurtanio Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RANCANG BANGUN PROTOTYPE SISTEM KEAMANAN JENDELA RUMAH BERBASIS INTERNET OF THINGS MENGGUNAKAN SENSOR MAGNET Muhamad Fikri Agustian; Sugeng Supriyadi; Sri Sutjiningtyas
Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer dan Informatika - Universitas Nurtanio Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56244/fiki.v16i1.1156

Abstract

Dalam dua dekade terakhir, kemajuan pesat dalam teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah banyak aspek kehidupan manusia, mencakup sistem keamanan rumah, cara berinteraksi sosial, sistem komunikasi, dan mekanisme akses informasi. Pada zaman ini masih banyak terjadi tindak kejahatan di lingkungan masyarakat. Meski berbagai inovasi keamanan rumah telah dikembangkan ke dalam kehidupan masyarakat yang modern, tindakan kriminal masih sering terjadi di lingkungan rumah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun prototype sistem keamanan jendela rumah berbasis Internet of Things (IoT) yang menggunakan Wemos D1 Mini sebagai mikrokontroler, sensor magnet sebagai alat pendeteksi saat jendela membuka atau menutup, buzzer sebagai alarm suara saat sensor mendeteksi, led berkedip sebagai tanda bahwa sistem aktif, telegram sebagai sarana notifikasi otomatis kepada pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi Internet of Things (IoT) dalam sistem keamanan jendela rumah dapat meningkatkan kewaspadaan melalui suara buzzer dan notifikasi otomatis melalui telegram, rasa nyaman bagi pemilik rumah dan dapat memantau kondisi jendela secara otomatis melalui halaman web monitoring. Dengan sistem keamanan jendela rumah yang memanfaatkan Internet of Things (IoT) ini, diharapkan dapat mengurangi angka kejahatan yang memanfaatkan celah jendela sebagai jalur masuk.
IMPLEMENTASI METODE NAÏVE BAYES UNTUK ANALISIS SENTIMEN TERHADAP PROGRAM MAKAN SIANG GRATIS PADA MEDIA SOSIAL X Muhamad Arya Agung Nugraha; Samsul Budiarto; Sugeng Supriyadi
Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer dan Informatika - Universitas Nurtanio Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56244/fiki.v16i1.1157

Abstract

Program makan siang gratis merupakan kebijakan pemerintah yang bertujuan meningkatkan gizi anak dan menurunkan angka stunting di Indonesia. Analisis tanggapan masyarakat terhadap program makan siang gratis sangat penting untuk memahami bagaimana masyarakat melihat program tersebut. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan metode Naïve Bayes dengan teknik pembobotan TF-IDF untuk analisis sentimen terhadap program makan siang gratis pada media sosial X guna mengidentifikasi sentimen dominan dan mengetahui akurasi klasifikasi. Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan dalam jangka waktu 6 Januari 2025 - 28 Februari 2025 dengan jumlah data yang diperoleh sebanyak 2.791 data. Selanjutnya, data diproses melalui tahapan preprocessing yang terdiri dari cleansing, casefolding, tokenizing, normalisasi, dan stopword. Setelah data dibersihkan, proses pelabelan dilakukan menggunakan model transformer dari Hugging Face, yaitu agufsamudra/indo-sentiment-analysis, yang menghasilkan data dengan dua kelas sentimen, yaitu positif dan negatif. Dari hasil labeling menunjukan terdapat 529 sentimen positif dan 2.262 sentimen negatif, dengan pembagian data latih dan data uji sebesar 80% : 20%. Kemudian data dikonversi ke dalam representasi numerik menggunakan metode TF-IDF. Selanjutnya, proses klasifikasi dilakukan menggunakan algoritma Multinomial Naïve Bayes dan pengujian dilakukan menggunakan confusion matrix. Perhitungan model menggunakan confusion matrix menghasilkan tingkat akurasi 85,33% dengan sentimen positif memperoleh presisi 72%, recall 19,35%, f1-score 30,51% dan sentimen negatif presisi 85,95%, recall 98,49%, f1-score 91,79%. Berdasarkan hasil pengujian performa, model mampu menunjukkan bahwa secara umum model dapat mengklasifikasikan data dengan sangat baik, namun nilai presisi, recall, dan f1-score pada sentimen positif masih tergolong rendah karena ketidakseimbangan jumlah data antar kategori sentimen.