Marta Setiabudy
Departemen Biokimia, Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali, Indonesia

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Skrining Aktivitas Antibakteri, Fitokimia & Antioksidan Ekstrak Etil Asetat Batang Tumbuhan Kitolod (Isotoma longiflora) Luh Putu Ardha Gangga Cendani; Anak Agung Gede Indraningrat; Marta Setiabudy
Aesculapius Medical Journal Vol 5 No 1 (2025): February
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.5.1.2025.63-74

Abstract

Bacterial infectious disease is a condition when pathogenic bacteria enter the human body and cause disease. Cases of bacterial infections are getting worse with the increase in bacterial strains that develop antibiotic resistance. Efforts to overcome the problem of bacterial infections are by exploring herbal plants with antibacterial abilities. One of the herbal plants that has the potential to be researched is the stem of the kitolod plant (Isotoma longiflora). Empirically, this plant has been used by traditional communities to treat bacterial infections, but there has not been much research that can provide comprehensive information regarding the metabolite compounds contained in kitolod stems. This research used 100 grams of dry samples of kitolod stems which were macerated using 500 ml of ethyl acetate solvent (1:5, w/v) for 24 hours and remaceration was carried out once. The macerate obtained was evaporated using a rotary evaporator at a temperature of 40oC to get a thick extract from kitolod stems. The extract was tested in triplicate against gram-negative bacteria Escherichia coli (ATCC 25922), Klebsiella pneumoniae (ATCC 700603) and Gram-positive Streptococcus mutans (FNCC 0405), Staphylococcus aureus (ATCC 25923) using method Kirby-Bauer. The phytochemical content of kitolod stem extract was tested to detect the presence of flavonoids, alkaloids, tannins and saponins. The antioxidant activity of kitolod stem extract was tested using the DPPH method (2,2-diphenyl-1-picrylhidrazyl). The results of phytochemical screening show that kitolod extract contains flavonoids, alkaloids and saponins. Atibacterial activity screening showed that no inhibition zone was formed against Gram-positive or Gram-negative test bacteria. The antioxidant test showed that the ethyl acetate extract of kitolod stems had very weak antioxidant levels, namely at the IC value50 393847.22 ppm and 2752.9442 ppm. Further research will be focused on extracting kitolod stems using several different organic solvents, so that the bioactivity of kitolod can be more explored.  
PKM pada Kelompok Remaja di SMPN 2 Payangan Marta Setiabudy; Ni Wayan Sri Ekayanti; Cokorda Krisna Yudha
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.32-38

Abstract

Siswa sekolah, sebagai bagian dari generasi muda yang rentan terhadap paparan informasi medis yang salah, mitos, atau tidak lengkap, sering kali kurang memahami bagaimana antibiotik bekerja, kapan seharusnya digunakan, dan risiko yang dapat timbul akibat penggunaannya yang tidak tepat. Melihat fakta tersebut, dalam rangka memperingati pekan peduli antimikroba 2024 (antibiotic awareness week) yang setiap tahun ditetapkan pada tanggal 18-24 November, maka kegiatan pemberian edukasi ini dilakukan. Kami secara aktif mengajak 43 siswa untuk mendengarkan dan berbagi pendapat mengenai tata cara penggunaan antimikroba dengan benar serta mengkampanyekan bahaya yang terjadi akibat tidak tepatnya penggunaan antimikroba di masyarakat yakni munculnya resistansi antimikroba atau antimicrobial resistance (AMR). Selain itu, kegiatan lain yang dilakukan adalah memberikan edukasi mengenai bisnis digital. Para siswa yang adalah generasi yang paham teknologi tentunya tidak asing dengan sosial media dan berbagai platform lain yang penting untuk menunjang karir dan pekerjaan mereka ke depannya. Tujuan dari kegiatan ini adalah menambah pengetahuan para siswa mengenai antibiotik dan pemanfaatan sosiel media secara positif untuk bisnis digital. Metode yang digunakan adalah pembagian materi dan tanya jawab. Hasil yang diperoleh adalah peningkatan pemahaman para siswa mengenai kedua topik yang dibahas. Selain itu, opara siswa menjadi antusias untuk membagiakan pembelajaran mereka untuk keluarga dan teman-teman. Di kemudian hari kegiatan serupa diharapkan dapat kembali dilakukan.
Pencegahan Infeksi Dengue melalui Edukasi Kader Posyandu dan Pemanfaatan Tanaman Pengusir Nyamuk Widhidewi Ni Wayan; Anak Agung Ayu Lila Paramasatiari; Anak Agung Gede Indraningrat; Marta Setiabudy; I Gusti Ngurah Arjana
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.39-43

Abstract

Kabupaten Gianyar sebagai salah satu destinasi wisata di Bali telah dikenal dengan keindahan alam dan kekayaan budayanya. Namun, seperti daerah tropis lainnya, Gianyar menghadapi tantangan kesehatan yang serius, salah satunya adalah infeksi dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Infeksi dengue menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan karena dapat menyebabkan demam, nyeri sendi, pendarahan, hingga kematian. Penyakit ini tidak hanya mengancam kesehatan, tetapi juga memberikan beban ekonomi akibat biaya perawatan medis dan hilangnya produktivitas kerja. Menurut data Dinas Kesehatan Gianyar, insiden dengue di wilayah ini masih cukup tinggi. Salah satu faktor utama penyebaran dengue adalah lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk. Upaya pencegahan yang efektif memerlukan partisipasi aktif dari masyarakat, terutama kader posyandu, yang merupakan ujung tombak dalam pelayanan kesehatan di tingkat desa. Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah pemanfaatan tanaman pengusir nyamuk, yang terbukti efektif dalam mengurangi populasi nyamuk seperti serai wangi, lavender dan marigold. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menurunkan angka kejadian dengue di Kabupaten Gianyar dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Mitra kegiatan pengabdian ini adalah 7 orang kader posyandu dari Banjar Menak, Desa Tulikup, Kabupaten Gianyar. Permasalahan utama mitra adalah kurangnya pengetahuan tentang cara pencegahan infeksi dengue berbasis lingkungan. Solusi permasalahan ini adalah mengadakan penyuluhan terkait 3M plus dan pelatihan tentang pemanfaatan tanaman pengusir nyamuk untuk memberantas vektor infeksi dengue. Dilakukan pula pemberian bantuan berupa tanaman pengusir nyamuk serta alat perangkap nyamuk kepada mitra. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan mitra sebesar 32,9%.
Pemberdayaan Ibu sebagai Pilar Dalam Menjaga Kesehatan Usus Keluarga di Banjar Kertasari Panjer Calista Santoso; Marta Setiabudy; Ni Luh Putu Eka Kartika Sari
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.1.2026.26-30

Abstract

Provinsi Bali merupakan destinasi pariwisata yang menarik perhatian masyarakat dari berbagai negara, menciptakan percampuran budaya dan gaya hidup antara masyarakat lokal dan mancanegara, serta menyebabkan perkembangan pesat dalam ekonomi dan urbanisasi. Salah satu perubahan yang terjadi dalam pola hidup masyarakat adalah peningkatan konsumsi makanan cepat saji yang tinggi lemak dan gula, yang berdampak negatif pada mikrobiota usus, mengurangi keberagaman mikrobiota sehat, dan meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti inflamasi, gangguan pencernaan, serta penyakit kronis seperti diabetes dan obesitas. Peran ibu dalam persiapan makanan dan pemilihan pola makan yang sehat sangat vital, karena ibu merupakan penentu menu harian dalam keluarga. Dengan pengetahuan ibu tentang gizi dan pentingnya menjaga kesehatan usus, ibu dapat memilih bahan makanan yang seimbang dan dapat mendidik anak-anak mengenai pola makan sehat. Kegiatan pengabdian ini melibatkan 15 ibu PKK dari Banjar Kertasari di Panjer, Denpasar, dengan fokus pada edukasi tentang keseimbangan mikrobiota usus dan cara membuat yogurt sebagai makanan pendukung kesehatan. Keberhasilan program diukur melalui pre dan post test, yang terdiri dari 10 pertanyaan untuk setiap peserta, dimana hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 40% mengenai pentingnya menjaga kesehatan usus serta pemilihan makanan sehat untuk menjaga kesehatan keluarga. Melalui program ini, dapat disimpulkan bahwa ibu-ibu PKK di banjar Kertasari Panjer, sebagai garda terdepan kesehatan keluarga, memperoleh peningkatan pengetahuan serta pembekalan keterampilan untuk menjaga kesehatan usus, serta memberikan kontribusi kepada masyarakat di banjar Kertasari Panjer Denpasar dengan menjaga kesehatan usus di keluarga mereka masing-masing.
EDUKASI PENCEGAHAN DENGUE DAN PEMANFAATAN TANAMAN PENGUSIR NYAMUK BAGI PEKERJA PERTAMANAN HOTEL DI KAWASAN PARIWISATA Marta Setiabudy; Ni Wayan Widhidewi; I Gusti Agus Mahaputra Sanjaya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Medika Vol 6. No. 1, Maret 2026
Publisher : Universitas Muhamamdiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jpmmedika.v6i1.13972

Abstract

Infeksi dengue masih menjadi masalah kesehatan yang menguakitrkan baik pada masyarakat escara umum maupun wisatawan yang berlibur di Bali secara khusus. Mitra adalah pekerja peertamanan di kawasan hotel di Nusa Dua yang memiliki permasalahan berupa kurangnya pemahaman tentang penyakit demam dengue, identifikasi tempat perindukan nyamuk serta pemanfaatan tanaman pengusir nyamuk Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pekerja pertamanan hotel dalam pencegahan dengue melalui pendekatan edukasi berbasis lingkungan. Metode kegiatan meliputi penyuluhan interaktif, pelatihan budidaya tanaman pengusir nyamuk, serta pemberian bibit dan suplemen kesehatan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kemampuan peserta dalam menerapkan pencegahan dengue secara praktis di area kerja. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa edukasi terpadu dan budidaya tanaman pengusir nyamuk efektif dalam meningkatkan kesadaran mitra serta mendorong keberlanjutan upaya pengendalian dengue berbasis lingkungan. Kata Kunci: Dengue, Tanaman Pengusir Nyamuk, Hotel
Antibacterial activity of aloe vera in inhibiting the growth of methicillin-resistant Staphylococcus aureus Ni Putu Ratih Permata Dewi Arya; Anak Agung Ayu Lila Paramasatiari; Ni Wayan Widhidewi; Marta Setiabudy
Journal of Clinical Microbiology and Infectious Diseases Vol. 6 No. 1 (2026): Available online : 1 June 2026
Publisher : Indonesian Society for Clinical Microbiology (Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51559/jcmid.v6i1.112

Abstract

Introduction: Antibiotic resistance is an increasing global health problem, particularly associated with Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA), which shows resistance to β-lactam antibiotics and can cause severe infections. This condition has encouraged the exploration of alternative antibacterial agents derived from natural sources. Aloe vera contains various bioactive compounds, such as saponins, flavonoids, tannins, and phenolic compounds, which potentially exhibit antibacterial activity. This study aimed to determine the effectiveness of Aloe vera extract in inhibiting the growth of MRSA. Methods: This experimental laboratory study employed a posttest-only control group design using the disk diffusion method on Mueller–Hinton agar. Aloe vera extract was tested at concentrations of 15μg/mL, 20μg/mL, 25μg/mL, and 50μg/mL. Vancomycin and 0.9% NaCl were used as positive and negative controls, respectively. Antibacterial activity was evaluated by measuring the diameter of inhibition zones. Data were analyzed descriptively. Result: The findings indicated that all concentrations of Aloe vera extract failed to produce inhibition zones against MRSA, with inhibition diameters of 0.00 mm. The positive control showed strong antibacterial activity, whereas the negative control exhibited no inhibitory effect. Conclusion: Aloe vera extract at concentrations of 15%, 20%, 25%, and 50% was not effective in inhibiting the growth of Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) under in vitro conditions