Zubaidah Zubaidah
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Orang Tua Terhadap Perkembangan Pendidikan Anak Tunawicara Zubaidah Zubaidah; Isnain Wulandari; Metty Anita Putri; Mega Nurhasanah; Nova Asvio; Istikomah Istikomah
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v4i1.589

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis peran orang tua terhadap perkembangan Pendidikan anak tunawicara. Penelitian lapangan ini dilakukan di Seluma dan Desa Parda Suka. Informan terdiri dari lima orang teman sejawat penderita tunawicara, satu orang tua dan tiga masyarakat. Metode yang digunakan pada penelitian artikel ini adalah menggunakan metode kualitatif dan metode survei dengan rancangan penelitian studi kasus dengan berorientasi pada proses pengamatan secara langsung dilapangan. Dalam hal ini orang tua harus senantiasa orang tua sebagai Pendidikan, motivasi, fasilitas dan bimbingan kepada anak. Orang tua sebagai Pendidikan haruslah memberikan perhatian lebih dan memiliki kesabaran dalam menangani anak tunawicara yang mana perkembangan kepribadian, keterampilan dan karakter anak dapat di bentuk oleh orang tua. Penelitian ini untuk memberikan wawasan berharga untuk orang tua agar memberikan Pendidikan yang terbaik bagi anaknya baik itu formal maupun non formal.
Peran Guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam Memotivasi Belajar Siswa Di SD Negeri 16 Kota Bengkulu Zubaidah Zubaidah; Ayu Diah Permata Sari; Laurra Ochtaviani; Pitri Darmita; Sartika Yunisa
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v4i1.613

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan motivasi belajar siswa melalui peran guru bimbingan konseling kelas IV di SDN 16 Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan metode penelitian kualitatif. Metode kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru bimbingan dan konseling dalam memotivasi belajar siswa. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian pelaksanaan peran guru bimbingan dan konseling dalam memotivasi belajar siswa di SDN 16 Kota Bengkulu menunjukkan bahwa guru mampu menjalankan perannya selaku wali kelas merangkap sebagai konselor. Wali kelas dapat berperan aktif dalam melaksanakan tanggung jawab terhadap kelas yang dibinanya. Masalah yang sering terjadi guru sebagai konselor dalam pembinaan siswa yang menyimpang terdapat pada orang tua/wali murid yang belum mampu bekerja sama dalam membina anaknya untuk menjadi bersikap lebih baik. Upaya yang dilakukan wali kelas yaitu dengan membuat forum pada salah satu media sosial yakni WhatsApp agar wali murid mengetahui perkembangan anak di sekolah maupun di rumah. Dengan peran wali kelas sebagai guru bimbingan dan konseling, mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik untuk lebih semangat dalam belajar.
The Dynamics of Emotional Behavior and Character Development in Children from Broken Homes: A Case Study at a Juvenile Special Development Institution (LPKA) Zubaidah Zubaidah; Prio Utomo
Indonesian Journal of Character Education Studies Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Character Education Studies 3(1) 2026
Publisher : Academia Edu Cendekia Indonesia (AEDUCIA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64420/ijces.v3i1.360

Abstract

Background: Broken home family conditions often affect children’s emotional development and character formation, particularly among juveniles in conflict with the law who undergo rehabilitation in juvenile correctional institutions. Objective: This study aims to analyse the dynamics of emotional behaviour and the factors influencing character development among juvenile inmates from broken home families at the Class II Juvenile Correctional Institution (LPKA) in Bengkulu City. Method: The study employed a qualitative case study to obtain an in-depth understanding of juveniles' emotional experiences. Data were collected through direct observation, in-depth interviews with five juvenile inmates and two correctional officers, and analysis of relevant documentation. Result: The findings reveal that the juveniles experience complex emotional fluctuations, including sadness, anger, loneliness, and low self-esteem, which are triggered by family conflict, lack of parental attention, and negative social environments. Nevertheless, rehabilitation programs at the LPKA, such as counseling, spiritual activities, educational programs, and social activities, help the juveniles express and manage their emotions more constructively. Conclusion: The study concludes that a holistic, psychosocially supported rehabilitation approach is essential for promoting emotional stability and strengthening character development among juvenile inmates. Contribution: This study enriches the literature on the emotional dynamics of children from broken-home families in institutional rehabilitation contexts.
The Role of Special Child Development Institutions (LPKA) in the Psychological Rehabilitation of Children from Broken Home Families Zubaidah Zubaidah; Devi Haryani Putri; Atria Afrilianti; Iktibar Iktibar
International Journal of Counseling and Psychotherapy Vol. 1 No. 2 (2024): International Journal of Counseling and Psychotherapy, 1(2), 2024
Publisher : Academia Edu Cendekia Indonesia (AEDUCIA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64420/ijcp.v1i2.169

Abstract

Background: Children from broken home families often face significant psychological challenges, including anxiety, depression, low self-esteem, and difficulties in building healthy social relationships. Special Child Development Institutions (LPKA) play a crucial role in addressing these challenges and supporting the psychological rehabilitation of such children. This study was conducted in 2024 at the LPKA in Bengkulu City. Objective: This study aims to explore the psychological challenges faced by children, such as anxiety, depression, low self-esteem, and difficulties in building healthy social relationships. The research was conducted in 2024 at the Special Child Development Institution (LPKA) in Bengkulu City. Method: This research employed a case study approach. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and documentation. The data analysis utilized thematic analysis. Result: LPKA Bengkulu, as an institution, aims to (1) Provide guidance to children based on restorative justice principles; (2) Ensure the fulfillment of children's rights; (3) Facilitate the reintegration process of children into their family and community environments. Conclusion: These children have the potential to improve their psychological well-being and prepare themselves for better reintegration into society. Contribution: This study contributes to academic literature on the role of rehabilitation institutions in supporting children's psychological development, particularly from the perspective of interventions for children from broken homes.