Kurikulum Merdeka hadir sebagai respons terhadap dinamika perkembangan pendidikan di era transformasi digital dan kebutuhan pembelajaran yang lebih fleksibel, bermakna, serta relevan bagi anak usia dini. Pada jenjang PAUD, kurikulum ini menekankan pendekatan holistik yang berfokus pada penguatan karakter, stimulasi perkembangan, serta pengalaman belajar melalui kegiatan bermain. Konsep “merdeka belajar, merdeka bermain” menjadi landasan utama yang menempatkan anak sebagai pusat pembelajaran, sehingga kegiatan belajar tidak lagi berorientasi pada tuntutan akademik seperti calistung, tetapi pada eksplorasi, kreativitas, kolaborasi, dan pembentukan identitas diri. Kurikulum Merdeka juga memberikan keleluasaan bagi satuan PAUD dalam mengembangkan kurikulum sesuai konteks lingkungan dan kebutuhan anak. Komponen inti pengembangannya mencakup tujuan pendidikan, materi ajar, proses pembelajaran, dan evaluasi yang bersifat autentik. Hasil belajar pada kurikulum ini dikelompokkan ke dalam tiga elemen utama: nilai agama dan budi pekerti, jati diri, serta dasar-dasar literasi, numerasi, sains, teknologi, rekayasa, dan seni. Keseluruhan konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan pondasi perkembangan yang kuat, menumbuhkan rasa ingin tahu, membangun karakter, serta mempersiapkan anak memasuki jenjang pendidikan selanjutnya.