Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan kontrol diri yang sangat esensial yang dapat berdampak pada beberapa aspek penting dalam kehidupan efektif individu. Dalam dunia pendidikan, kontrol diri merupakan suatu aspek yang sangat penting. Dapat mengonrtrol diri dengan baik sehingga mampu menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam kehidupannya dengan lebih terarah. Oleh karena itu, penting bagi siswa untuk memiliki kontrol diri yang tinggi.. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh lingkungan keluarga dan religiusitas terhadap kontrol diri. (2) untuk mengetahui seberapa besar pengaruh lingkungan keluarga terhadap kontrol diri. (3) seberapa besar pengaruh religiusitas terhadap kontrol diri. (4) seberapa besar lingkungan keluarga dan religiusitas secara bersama-sama memengaruhi kontrol diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis asosiatif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI atau Fase F1 sebanyak 311 siswa. Teknik penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik proportional random sampling. Teknik pengolahan data menggunakan uji kualitas data, uji asumsi klasik, metode regresi linier sederhana, regresi linier berganda dan uji hipotesis dengan bantuan software SPSS26. Uji asumsi klasik menghasilkan bahwa berdistribusi normal, tidak terjadi multikolinearitas, dan tidak memiliki gejala heteroskedastisitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh dan signifikan dari variabel Lingkungan Keluarga (X1) terhadap Kontrol Diri (Y) dengan diperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan tingkat persentase sebesar 6,7%. (2) terdapat pengaruh dan signifikan dari variabel Religiusitas (X2) terhadap Kontrol Diri (Y) dengan diperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan tingkat persentase sebesar 15,4%. (3) terdapat pengaruh dan signifikan dari variabel Lingkungan Keluarga (X1) dan Religiusitas (X2) terhadap Kontrol Diri (Y) dengan diperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan tingkat persentase sebesar 15,5%. Maka dapat disimpulkan bahwasannya lingkungan keluarga dan religiusitas saling berhubungan dalam membentuk kontrol diri pada siswa di MAN 1 Kota Bukittinggi. Lingkungan keluarga dan religiusitas sama-sama menjadi faktor yang mempengaruhi kontrol diri.