Mathematical critical thinking skills play a crucial role in meeting the demands of 21st-century learning, although these skills remain low among some students. This study aims to analyze the influence of mathematical self-confidence and resilience on students’ mathematical critical thinking skills. The study employed a quantitative approach with an associative-causal design. The population consisted of all 127 eighth-grade students at MTs Al-Manshur Popongan Klaten, with a sample of 101 students selected using cluster random sampling. The research instruments included questionnaires on mathematical self-confidence and resilience, as well as an essay test of mathematical critical thinking skills. Data analysis was conducted using multiple linear regression with IBM SPSS Statistics 21 software, after meeting prerequisite tests such as normality, linearity, multicollinearity, and heteroscedasticity. The results indicate that mathematical self-confidence and mathematical resilience simultaneously have a significant effect on mathematical critical thinking skills. Partially, self-confidence did not have a significant effect, whereas mathematical resilience had a significant positive effect. These findings underscore the importance of mathematical resilience in enhancing mathematical critical thinking skills, thus necessitating its development through challenging and meaningful learning. ABSTRAK Kemampuan berpikir kritis matematis memiliki peran yang penting dalam memenuhi tuntutan pembelajaran abad ke-21, meskipun kemampuan tersebut masih rendah pada sebagian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepercayaan diri dan resiliensi matematis terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausalitas. Populasi mencakup seluruh siswa kelas VIII MTs Al-Manshur Popongan Klaten yaitu 127 siswa, dengan sampel 101 siswa yang dtentukan melalui teknik cluster random sampling. Instrumen penelitian terdiri dari angket kepercayaan diri dan resiliensi matematis, serta tes uraian kemampuan berpikir kritis matematis. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan software IBM SPSS Statistics 21, setelah memenuhi uji prasyarat seperti normalitas, linearitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil menunjukkan bahwa kepercayaan diri dan resiliensi matematis secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis matematis. Secara parsial, kepercayaan diri tidak berpengaruh signifikan, sedangkan resiliensi matematis memiliki pengaruh positif yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan pentingnya resiliensi matematis dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis, sehingga perlu dikembangkan melalui pembelajaran yang menantang dan bermakna.