Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Epidemiologi dan Surveilans Stunting di Puskesmas Sangkali Tahun 2025 Syifa Ummul Mutmainah; Aisyiah; Syafa Amalia Harsandy; Hasna Haifa Aminudin; Annisa Fauziah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i3.7336

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu masalah gizi yang cukup banyak ditemukan pada balita dan memerlukan pemantauan yang baik melalui sistem surveilans kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran epidemiologi kasus stunting serta mendeskripsikan pelaksanaan sistem surveilans stunting di wilayah kerja Puskesmas Sangkali Kota Tasikmalaya tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode metode campuran dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari laporan kasus stunting tahun 2025 dengan total 270 kasus menggunakan teknik total sampling, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan petugas surveilans gizi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus stunting lebih banyak terjadi pada anak laki-laki sebanyak 143 kasus (52,96%) dibandingkan perempuan 127 kasus (47,04%). Mayoritas kasus terjadi pada kelompok umur balita 12–59 bulan sebanyak 258 kasus (95,56%). Berdasarkan wilayah, kasus terbanyak terdapat di Kelurahan Tamanjaya sebanyak 91 kasus (33,70%). Sistem surveilans stunting di Puskesmas Sangkali sudah menggunakan aplikasi SIGIZIKESGA sehingga proses pengumpulan, pengolahan, dan penyebaran data menjadi lebih terstruktur. Namun masih terdapat kendala seperti pembaruan aplikasi dan kesadaran orang tua dalam penanganan stunting. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi serta pemanfaatan sistem surveilans secara optimal untuk mendukung upaya penurunan stunting.
Hubungan Penggunaan APD dan Lama Kerja dengan Keluhan Pernapasan pada Pekerja Pabrik Hanger di Kersanagara Kota Tasikmalaya Amaliya Nurma Latifah; Najwa Septi Adwitiya; Tyara Pratama Yuniar; Annora Yaspisa Lie; Hasna Haifa Aminudin; Neni
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i3.7447

Abstract

Perkembangan sektor industri meningkatkan risiko gangguan pernapasan pada pekerja akibat paparan debu dan partikel berbahaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara penggunaan alat pelindung diri (APD) dan lama kerja dengan keluhan pernapasan pada pekerja pabrik hanger. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi sekaligus sampel adalah seluruh pekerja pabrik hanger berjumlah 31 orang menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara kuesioner terstruktur dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test (α = 0,05). Hasil menunjukkan 77,42% pekerja mengalami keluhan pernapasan. Tidak terdapat hubungan bermakna antara masa kerja (p=0,413), jam kerja (p=1,000), penggunaan masker (p=0,187), dan jenis masker (p=0,156) dengan keluhan pernapasan. Keluhan tertinggi ditemukan pada pekerja yang tidak pernah menggunakan masker (100%). Disimpulkan bahwa keluhan pernapasan dipengaruhi tidak hanya oleh penggunaan APD dan lama kerja, tetapi juga oleh faktor lain seperti kondisi ventilasi dan cara pemakaian masker yang tidak tepat. Penguatan program K3 dan edukasi penggunaan APD yang benar sangat direkomendasikan.