Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendampingan Pembuatan Paket Wisata Hiking Bukit Pamoyanan Desa Wisata Kawungluwuk Kabupaten Subang Wafiy, Mohammed Fawwazal; Bhinneka, Aditya Dwimughni; Erfinda, Yosi; Hidayat, Ase; Safei, Safei; Sunardi, Didi
Medani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jpm.v5i1.1501

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Wisata Kawungluwuk, khususnya Bukit Pamoyanan, berfokus pada penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan destinasi serta pengembangan produk wisata hiking sunrise yang lebih terstruktur dan siap dipasarkan. Dengan pendekatan Community-Based Tourism (CBT) dan metode partisipatif seperti wawancara, observasi, pemaparan, serta pendampingan, program ini berhasil meningkatkan pemahaman pengelola dalam perencanaan itinerary, penetapan harga, segmentasi pasar, dan strategi promosi. Hasilnya, tersusun paket wisata yang lebih sistematis, realistis, dan sesuai kondisi lapangan, dilengkapi alur perjalanan dan perhitungan biaya yang rasional. Selain itu, dikembangkan media promosi sederhana serta integrasi potensi lokal seperti kuliner dan keterlibatan masyarakat. Secara keseluruhan, program ini memperkuat kapasitas pengelola, menghasilkan produk wisata yang lebih siap jual, dan meningkatkan daya saing Bukit Pamoyanan sebagai destinasi berbasis masyarakat yang berkelanjutan.   The community service program in Kawungluwuk Tourism Village, particularly at Bukit Pamoyanan, focuses on strengthening human resource capacity in destination management and developing a more structured and market-ready sunrise hiking tourism product. Using a Community-Based Tourism (CBT) approach and participatory methods such as interviews, observations, presentations, and mentoring, the program successfully enhanced managers’ understanding of itinerary planning, pricing, market segmentation, and promotional strategies. As a result, a more systematic, realistic tourism package aligned with field conditions was developed, complete with detailed travel flows and rational cost calculations. In addition, simple promotional media were created, along with the integration of local potentials such as culinary offerings and community involvement. Overall, this program contributes to strengthening management capacity, producing more market-ready tourism products, and enhancing the competitiveness of Bukit Pamoyanan as a sustainable community-based destination.