Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Herbisida Tunggal Dan Campuran Terhadap Keragaman Komposisi Gulma Di Perkebunan Kelapa Sawit PTPN IV REGIONAL 1 Kebun Tanah Raja Kabupaten Serdang Bedagai Harianti1, Rizka Dwi; Munauwar, Muhammad Muaz; Putri, Novita Pramahsari; Hendrival, Hendrival; Baidhawi, Baidhawi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi Vol. 4 No. 4 (2025): Vol 4, No 4 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroekoteknologi (JIMATEK) Desember
Publisher : Department of Agroecotechnology Faculty of Agriculture, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh penggunaan herbisida tunggal dan campuran terhadap keragaman serta komposisi gulma di perkebunan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Afdeling III PTPN IV Regional 1 Kebun Tanah Raja, Kabupaten Serdang Bedagai. Gulma merupakan salah satu kendala utama dalam budidaya kelapa sawit karena dapat mengganggu pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis gulma, menganalisis tingkat dominansi dan keanekaragaman vegetasi gulma, serta membandingkan perbedaan jenis gulma antara penggunaan herbisida tunggal dan campuran. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik purposive sampling menggunakan metode kuadrat. Pengamatan dilakukan pada 30 plot berukuran 100 cm × 100 cm, masing-masing 15 plot pada lahan dengan herbisida tunggal dan 15 plot pada herbisida campuran. Variabel yang diamati meliputi jenis gulma, indeks dominansi, indeks kesamaan, indeks keanekaragaman (H’), dan indeks kemerataan (E). Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks kesamaan (IS) sebesar 37,03%, yang mengindikasikan bahwa komunitas gulma pada kedua perlakuan memiliki tingkat kesamaan yang rendah. Indeks keanekaragaman (H’) pada herbisida tunggal sebesar 1,92 dan pada herbisida campuran sebesar 2,21, yang menunjukkan tingkat keanekaragaman sedang. Sementara itu, indeks kemerataan (E) sebesar 0,75 pada herbisida tunggal dan 0,83 pada herbisida campuran, yang berarti distribusi individu gulma relatif merata di kedua lokasi. Secara umum, penggunaan herbisida campuran cenderung menghasilkan keanekaragaman dan kemerataan gulma yang lebih tinggi dibandingkan herbisida tunggal