Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Mengabdi di Yala: Membangun Perdamaian di Tengah Keragaman Naldo, Jufri; Hayati, Amal; Tarigan, Azhari Akmal; Ismail, Ismail; Hutagalung, Syahrial Arif; Rambe, Nur Aminah
IHSAN : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 8, No 1 (2026): Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat (April)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ihsan.v8i1.26420

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman moderasi beragama di kalangan siswa-siswi Thamavitya Mulniti School, Yala, Thailand. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi sosial Yala sebagai wilayah multikultural yang rentan terhadap konflik identitas dan perbedaan pemahaman keagamaan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tiga tahap utama: pre-test, pendampingan pembelajaran moderasi beragama, serta evaluasi dan monitoring. Pre-test dilakukan untuk memetakan tingkat pemahaman awal siswa mengenai konsep moderasi, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan interaktif seperti diskusi kelompok, simulasi, studi kasus, dan pembelajaran berbasis pengalaman. Sementara itu, evaluasi dilaksanakan dengan post-test, wawancara, dan monitoring berkelanjutan untuk mengukur efektivitas kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap nilai moderasi beragama. Data pre-test mengindikasikan bahwa sebagian besar siswa masih memahami moderasi sebatas sikap netral, tanpa mampu mengaitkannya dengan praktik hidup sehari-hari. Setelah program, hasil post-test memperlihatkan peningkatan kemampuan siswa dalam mengidentifikasi praktik toleransi, membangun dialog lintas iman, serta menghargai perbedaan budaya dan tradisi. Guru juga mengalami transformasi dalam metode pembelajaran, dari model konvensional menuju pendekatan yang lebih partisipatif dan inklusif. PKM ini menegaskan bahwa pendidikan moderasi beragama melalui metode pendampingan dan monitoring mampu menjadi strategi efektif dalam membangun perdamaian di tengah keragaman. Selain itu, keterlibatan aktif siswa dan guru memperlihatkan potensi besar dalam menjadikan sekolah sebagai pusat penguatan budaya damai di wilayah Yala. Program ini diharapkan menjadi model berkelanjutan yang dapat direplikasi di sekolah lain, baik di Thailand Selatan maupun di kawasan Asia Tenggara, yang memiliki karakteristik masyarakat serupa.