Romi Jeksen Sitanggang
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Neurodiversity vs Diagnosa Tradisional: Dampak Psikososial dan Kebijakan dalam Komunitas Autis di Asia Tenggara Arsyika, Intan Khairati; Arjuna Crespo Saragih; Ali Sahbana; Romi Jeksen Sitanggang; Yan Indra Siregar; Ahmad Syabaruddin
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.4893

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjembatani ketegangan konseptual antara pendekatan diagnosis tradisional dan perspektif neurodiversity dalam memahami autisme, serta menelaah implikasinya terhadap kebijakan dan praktik psikososial di kawasan Asia Tenggara. Kajian ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis terhadap penelitian ilmiah, laporan kebijakan publik, serta publikasi organisasi advokasi autisme di beberapa negara Asia Tenggara, khususnya Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Analisis dilakukan dengan menelaah pola pergeseran paradigma dari orientasi medis menuju pendekatan sosial dan inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka diagnosis tradisional masih mendominasi praktik kesehatan dan pendidikan karena terkait erat dengan sistem layanan, kebijakan negara, dan keterbatasan sumber daya profesional. Namun, dalam satu dekade terakhir, wacana neurodiversity semakin berkembang dan diadopsi oleh komunitas akademik, lembaga pendidikan, serta organisasi non-pemerintah. Pergeseran ini melahirkan inisiatif kebijakan inklusif, pelatihan guru adaptif, dan model intervensi berbasis kekuatan individu autis. Studi ini merekomendasikan integrasi antara pendekatan medis dan perspektif neurodiversity untuk menciptakan strategi intervensi psikososial yang lebih manusiawi, partisipatif, dan sesuai konteks budaya Asia Tenggara. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi pembuat kebijakan, pendidik, dan praktisi kesehatan dalam merumuskan program inklusi yang lebih adil dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi individu autis sebagai bagian dari keberagaman masyarakat.
Kekuatan Otot Lengan dan Akurasi Servis pada Pemain Tenis Lapangan Arsyika, Intan Khairati; Romi Jeksen Sitanggang; Marvin Natanael Sidbutar; Dion Michael Nainggolan; Nurkadri
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.5017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kekuatan otot lengan dan akurasi servis pada pemain tenis lapangan. Servis merupakan salah satu teknik dasar yang memiliki peran penting dalam menentukan jalannya pertandingan tenis. Keberhasilan dalam melakukan servis tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan kecepatan bola yang tinggi, tetapi juga oleh ketepatan dalam menempatkan bola ke area sasaran lawan. Kekuatan otot lengan berkontribusi dalam menghasilkan gaya dorong yang optimal pada pukulan servis, sedangkan akurasi berkaitan dengan kemampuan koordinasi motorik dan kontrol gerak yang presisi. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 20 atlet tenis lapangan yang tergabung dalam Klub Ricky Tenis Club di Jakarta Selatan, dengan rentang usia antara 18 tahun. Instrumen penelitian meliputi hand dynamometer untuk mengukur kekuatan otot lengan, serta tes ketepatan servis tenis lapangan untuk mengukur tingkat akurasi. Prosedur pengumpulan data dilakukan secara langsung di lapangan dengan pengawasan pelatih dan peneliti untuk memastikan validitas hasil pengukuran. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Product Moment Pearson dengan taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kekuatan otot lengan dan akurasi servis (r = 0,68; p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin besar kekuatan otot lengan seorang pemain, semakin baik pula kemampuan pemain dalam melakukan servis secara akurat. Dengan demikian, penguatan otot lengan dapat dianggap sebagai faktor penting dalam upaya meningkatkan performa teknik servis tenis lapangan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa program latihan yang menekankan pada peningkatan kekuatan otot lengan perlu menjadi bagian integral dalam perencanaan latihan tenis, khususnya untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi teknik servis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelatih, atlet, serta peneliti olahraga dalam mengembangkan strategi latihan yang berbasis pada bukti ilmiah (evidence-based training) untuk mencapai performa optimal dalam cabang olahraga tenis lapangan.