Arsyika, Intan Khairati
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pertumbuhan, Perkembangan Belajar Gerak pada Anak Maharaja, Alfaroh Devid B; Gulo, Carlon Fati Valerius; Sitanggang, Romi Jeksen; Fahlefi, Arkan; Arsyika, Intan Khairati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.29536

Abstract

Pertumbuhan dan pengembangan kemampuan gerak merupakan aspek krusial dalam proses perkembangan anak. Pertumbuhan melibatkan perubahan fisik seperti ukuran tubuh dan berat, sementara pengembangan kemampuan gerak berkaitan dengan cara anak belajar untuk menggerakkan tubuhnya dengan lebih efektif dan terampil. Kemampuan ini tidak datang secara instan, melainkan terbentuk seiring berjalannya waktu melalui pengalaman, rangsangan, dan dukungan dari lingkungan di sekitarnya. Di masa kanak-kanak, khususnya dari usia bayi hingga saat memasuki sekolah dasar, anak melalui tahap-tahap penting dalam belajar berbagai gerakan seperti merangkak, berjalan, berlari, hingga melakukan aktivitas yang lebih rumit. Berbagai faktor seperti pola asuh, kegiatan sehari-hari, asupan gizi, dan kesempatan bermain sangat berpengaruh terhadap perkembangan ini. Pemahaman yang mendalam mengenai proses pertumbuhan dan pembelajaran gerak sangat penting bagi orang tua, pendidik, dan semua pihak yang terlibat dalam perawatan anak. Dengan dukungan yang memadai, anak dapat berkembang menjadi individu yang sehat secara fisik dan siap menghadapi tantangan di bidang pembelajaran serta interaksi sosial.
Wacana Motivasi dalam Pidato Pelatih kepada Atlet Sebelum Pertandingan Arsyika, Intan khairati; Sihombing, Imel M; Fahreza, Ali Usman; Nainggolan, Dion Michael; Febriana, Ika
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis wacana motivasi yang terkandung dalam pidato pelatih kepada atlet sebelum pertandingan dengan meninjau aspek linguistik, struktur wacana, serta makna sosial dan pragmatik yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis wacana. Data dikumpulkan dari video pidato pelatih nasional dan transkrip yang diperoleh dari observasi daring, kemudian dianalisis berdasarkan struktur wacana (pembukaan, isi, dan penutup) serta pilihan diksi dan gaya bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pidato pelatih mengandung unsur wacana motivasional yang kuat, ditandai dengan penggunaan kalimat imperatif, repetisi, dan metafora untuk membangkitkan semangat juang atlet. Pelatih menggunakan bahasa yang ekspresif dan persuasif guna memperkuat keyakinan serta menumbuhkan solidaritas tim. Nilai-nilai karakter seperti kerja keras, sportivitas, disiplin, dan kepercayaan diri sangat menonjol dalam tuturan tersebut. Secara keseluruhan, pidato pelatih berfungsi sebagai media retoris untuk mempersiapkan kondisi psikologis atlet agar siap menghadapi tekanan pertandingan.
Neurodiversity vs Diagnosa Tradisional: Dampak Psikososial dan Kebijakan dalam Komunitas Autis di Asia Tenggara Arsyika, Intan Khairati; Arjuna Crespo Saragih; Ali Sahbana; Romi Jeksen Sitanggang; Yan Indra Siregar; Ahmad Syabaruddin
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.4893

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjembatani ketegangan konseptual antara pendekatan diagnosis tradisional dan perspektif neurodiversity dalam memahami autisme, serta menelaah implikasinya terhadap kebijakan dan praktik psikososial di kawasan Asia Tenggara. Kajian ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis terhadap penelitian ilmiah, laporan kebijakan publik, serta publikasi organisasi advokasi autisme di beberapa negara Asia Tenggara, khususnya Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Analisis dilakukan dengan menelaah pola pergeseran paradigma dari orientasi medis menuju pendekatan sosial dan inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka diagnosis tradisional masih mendominasi praktik kesehatan dan pendidikan karena terkait erat dengan sistem layanan, kebijakan negara, dan keterbatasan sumber daya profesional. Namun, dalam satu dekade terakhir, wacana neurodiversity semakin berkembang dan diadopsi oleh komunitas akademik, lembaga pendidikan, serta organisasi non-pemerintah. Pergeseran ini melahirkan inisiatif kebijakan inklusif, pelatihan guru adaptif, dan model intervensi berbasis kekuatan individu autis. Studi ini merekomendasikan integrasi antara pendekatan medis dan perspektif neurodiversity untuk menciptakan strategi intervensi psikososial yang lebih manusiawi, partisipatif, dan sesuai konteks budaya Asia Tenggara. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi pembuat kebijakan, pendidik, dan praktisi kesehatan dalam merumuskan program inklusi yang lebih adil dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi individu autis sebagai bagian dari keberagaman masyarakat.
Kekuatan Otot Lengan dan Akurasi Servis pada Pemain Tenis Lapangan Arsyika, Intan Khairati; Romi Jeksen Sitanggang; Marvin Natanael Sidbutar; Dion Michael Nainggolan; Nurkadri
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.5017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kekuatan otot lengan dan akurasi servis pada pemain tenis lapangan. Servis merupakan salah satu teknik dasar yang memiliki peran penting dalam menentukan jalannya pertandingan tenis. Keberhasilan dalam melakukan servis tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan kecepatan bola yang tinggi, tetapi juga oleh ketepatan dalam menempatkan bola ke area sasaran lawan. Kekuatan otot lengan berkontribusi dalam menghasilkan gaya dorong yang optimal pada pukulan servis, sedangkan akurasi berkaitan dengan kemampuan koordinasi motorik dan kontrol gerak yang presisi. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 20 atlet tenis lapangan yang tergabung dalam Klub Ricky Tenis Club di Jakarta Selatan, dengan rentang usia antara 18 tahun. Instrumen penelitian meliputi hand dynamometer untuk mengukur kekuatan otot lengan, serta tes ketepatan servis tenis lapangan untuk mengukur tingkat akurasi. Prosedur pengumpulan data dilakukan secara langsung di lapangan dengan pengawasan pelatih dan peneliti untuk memastikan validitas hasil pengukuran. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Product Moment Pearson dengan taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kekuatan otot lengan dan akurasi servis (r = 0,68; p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin besar kekuatan otot lengan seorang pemain, semakin baik pula kemampuan pemain dalam melakukan servis secara akurat. Dengan demikian, penguatan otot lengan dapat dianggap sebagai faktor penting dalam upaya meningkatkan performa teknik servis tenis lapangan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa program latihan yang menekankan pada peningkatan kekuatan otot lengan perlu menjadi bagian integral dalam perencanaan latihan tenis, khususnya untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi teknik servis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelatih, atlet, serta peneliti olahraga dalam mengembangkan strategi latihan yang berbasis pada bukti ilmiah (evidence-based training) untuk mencapai performa optimal dalam cabang olahraga tenis lapangan.