Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN MEDIA GAMBAR DALAM MEMBANGUN KERUNTUTAN ALUR BERCERITA SISWA KELAS RENDAH SD Iya Anggraeni; Sahrul Gunawan, Asep
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13232

Abstract

Storytelling ability is one of the essential competencies in Indonesian language learning at the elementary school level, particularly for lower-grade students (grades I, II, and III). Lower-grade students often face difficulties constructing coherent and sequential story plots due to their cognitive development, which remains at the concrete operational stage. Picture media emerges as a pedagogical solution that can facilitate students' visual thinking processes in building narrative coherence. This study aims to analyze the role of picture media in building the coherence of storytelling plots for lower-grade elementary school students through a systematic literature review of 12 relevant research articles published between 2020 and 2024 with full access. The findings reveal that various types of picture media—sequential pictures, illustrated series, picture illustrations, and literacy-based picture media—have consistently proven to help lower-grade students organize their story plots in a sequential and chronological manner. Picture media functions as visual scaffolding that provides concrete thinking frameworks, stimulates imagination, and encourages the use of clear narrative structures. The implication of these findings is the importance of integrating structured picture media in Indonesian language learning for lower-grade elementary school classrooms.
GERAKAN LITERASI MULTIGENERASI BERBASIS KEARIFAN LOKAL HANJELI: MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DARI ANAK USIA DINI HINGGA DEWASA Rhifa Nurfitria; Samratul Zannah; Rizal Maulana; Putri Regina Cahyani; Siti Rohmilah; Airil Fitra Alhakiki; Iya Anggraeni; Teguh Priyatno; Dacep Mudrikah; Rosita Putri; Risa Ryani; Ferdiansyah; Asep Hadi Hambali
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2026): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v8i2.20848

Abstract

Rendahnya minat literasi anak-nak serta minimnya integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran menjadi permasalahan yang banyak ditemui di wilayah pedesaan, termasuk di Desa Wisata Hanjeli, RT.10/RW.2, Waluran Mandiri, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat,. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Gerakan Literasi Multigenerasi berbasis kearifan lokal hanjeli sebagai model pemberdayaan masyarakat yang menyasar berbagai kelompok usia, mulai dari anak usia dini hingga dewasa. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga program utama, yaitu Gerakan Literasi Hanjeli (GLH) bagi anak PAUD dan SD, Edukasi Literasi Digital bagi siswa SMP/MTs dan SMA/SMK, serta Pelatihan Merajut bagi ibu-ibu setempat. Metode yang digunakan adalah deskriptif-partisipatif dengan teknik pelatihan dan pendampingan (training and mentoring), yang dilaksanakan melalui tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mayoritas anak pada program GLH sudah mampu membaca dengan lancar, meski sebagian anak SD kelas 2 masih membaca terbata-bata dan memerlukan pendampingan tambahan, dengan kehadiran rutin sekitar 18 anak per sesi; kegiatan Edukasi Literasi Digital berhasil menjangkau 50 hingga 55 siswa perwakilan sekolah SMP/MTs dan SMA/SMK di wilayah Desa Waluran dengan antusiasme tinggi terhadap materi kepemimpinan digital, personal branding, dan pemanfaatan AI secara bijak; serta Pelatihan Merajut menghasilkan pemahaman ibu-ibu terhadap alat dan bahan dasar merajut, dengan sebagian peserta telah menguasai teknik dasar rantai. Model ini menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal ke dalam program literasi lintas usia dapat menjadi strategi efektif dalam pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan dan berkarakter lokal.