Gusti Efrida Yanti
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN KITAB KUNING DI PONDOK PESANTREN DARUSSALAM PINAGAR PASAMAN BARAT Gusti Efrida Yanti; Fajriyani Arsya; Alimir; Bambang Trisno
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13319

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh upaya Pondok Pesantren Darussalam Pinagar dalam mengembangkan strategi pembelajaran interaktif pada kajian kitab kuning Ta’lim Muta’allim yang sebelumnya masih didominasi oleh metode tradisional seperti ceramah dan hafalan. Penerapan strategi interaktif seperti diskusi kelompok, pemanfaatan media visual, refleksi, serta pelibatan aktif santri sebelum pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, keterlibatan, dan kemampuan berpikir kritis santri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi pembelajaran interaktif dalam pembelajaran kitab kuning pada santri kelas V.Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari satu orang guru sebagai informan utama dan santri kelas V sebagai informan pendukung yang dipilih secara purposive. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai proses pembelajaran.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan strategi pembelajaran interaktif dipengaruhi oleh dua aspek utama, yaitu persiapan pembelajaran yang matang dan penggalian pengetahuan awal santri. Guru mampu merancang pembelajaran yang variatif dan menyesuaikan metode dengan karakteristik santri, sehingga tercipta suasana belajar yang aktif, komunikatif, dan partisipatif. Selain itu, penggalian pengetahuan awal membantu guru dalam menyesuaikan materi dengan tingkat pemahaman santri. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan sumber daya dan resistensi awal, strategi ini terbukti meningkatkan motivasi belajar, pemahaman kontekstual, serta interaksi antara guru dan santri secara signifikan.