Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Filosofi Ilmu dalam Akuntansi Keperilakuan: Menggugat Netralitas Informasi Akuntansi Ananta, Gabriel; Jhonson, Jhonson; Hariyanto, Veri; Yuniarti, Emylia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8389

Abstract

Studi ini secara kritis meneliti landasan filosofis akuntansi perilaku untuk menantang asumsi netralitas informasi akuntansi, yang telah lama dianggap sebagai karakteristik utama pelaporan keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan pustaka kualitatif, menganalisis berbagai studi yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2025 dari jurnal internasional, laporan badan standar akuntansi, dan studi interdisipliner yang menghubungkan akuntansi dengan psikologi, sosiologi, dan teori kritis. Hasilnya menunjukkan bahwa akuntansi tidak sepenuhnya bebas nilai tetapi dipengaruhi oleh perilaku manusia, konteks sosial, dan dinamika kelembagaan. Dalam proses pelaporan keuangan, akuntan, manajer, dan auditor membawa pertimbangan subjektif yang memengaruhi penyajian dan interpretasi informasi keuangan. Lebih lanjut, pengembangan Kecerdasan Buatan dalam praktik akuntansi menciptakan risiko baru berupa bias algoritmik karena data pelatihan yang tidak representatif, kurangnya transparansi model, dan pengawasan manusia yang lemah. Kondisi ini dapat mengurangi skeptisisme profesional, yang sangat penting untuk menjaga kualitas pelaporan keuangan. Perspektif akuntansi kritis juga menekankan bahwa akuntansi sering berfungsi sebagai alat untuk melegitimasi kekuasaan dan kepentingan pihak dominan, bukan sekadar representasi objektif dari realitas ekonomi. Oleh karena itu, netralitas akuntansi lebih baik dipahami sebagai tujuan normatif daripada kondisi yang dapat dicapai secara empiris. Studi ini menekankan pentingnya mengintegrasikan refleksi filosofis, wawasan perilaku, dan kesadaran etis dalam mengembangkan praktik, standar, dan pendidikan akuntansi yang lebih responsif terhadap kompleksitas lingkungan manusia dan sosial.
Tantangan Jasa Assurance Keamanan Siber dan Layanan Non-Assurance Berbasis Artificial Intelligence (AI) Pambudi, Bagas Aditya; Saipullah, M. Regil; Hariyanto, Veri; Aspahani, Aspahani; Tharika, Riska
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8594

Abstract

Era digital telah secara fundamental mengubah paradigma profesi akuntan, khususnya pada domain jasa assurance keamanan siber dan layanan non-assurance yang berbasis Kecerdasan Buatan (AI). Penelitian ini bertujuan untuk memetakan lanskap transformasi profesi tersebut dengan menggunakan metode tinjauan literatur sistematis kualitatif. Data dikumpulkan melalui sintesis artikel-artikel peer-reviewed yang diterbitkan antara tahun 2019 hingga 2026 pada berbagai jurnal nasional dan internasional yang terindeks secara bereputasi di Scopus serta Web of Science. Dengan mensintesis temuan dari sepuluh studi kunci, penelitian ini berhasil mengungkapkan enam dimensi kritis yang mendefinisikan masa depan akuntansi. munculnya assurance siber sebagai frontier baru dalam profesi audit guna memitigasi risiko pelanggaran data. Kedua, adanya proliferasi layanan non-assurance berbasis AI yang mengotomatisasi tugas-tugas rutin secara masif. Ketiga, timbulnya ketegangan etika antara tuntutan efisiensi teknologi dengan nilai-nilai inti akuntansi, seperti skeptisisme profesional. Keempat, peran krusial kerangka regulasi dalam memastikan standar praktik keamanan siber yang harmonis secara global. Kelima, transformasi mendalam oleh teknologi Industry 4.0 yang mengubah fokus akuntansi dari dokumentasi retrospektif menjadi kecerdasan operasional berbasis real-time. Keenam, analisis terhadap akurasi sistem audit inventaris berbasis AI yang mencapai tingkat 85–96,3%, namun tetap disertai risiko assurance yang inheren terkait ketergantungan algoritma. Studi ini menyimpulkan bahwa akuntan harus berevolusi secara radikal dari pemroses transaksi konvensional menjadi penasihat teknologi strategis. Adaptasi ini sangat krusial untuk mempertahankan relevansi profesi sekaligus memastikan integritas informasi di tengah kompleksitas ekosistem bisnis digital yang terus berkembang.