Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Kepemimpinan Instruksional dengan Keberhasilan Kepemimpinan Pendidikan Islam Lalu Ahmad Atam Kuswari; M. Sahdan; Muhammad Muhammad
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i1.2943

Abstract

Kepemimpinan merupakan suatu hal yang dimiliki oleh seseorang sehingga mampu menggerakkan orang lain untuk melakukan suatu perbuatan atau tindakan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Salah satu konsep kepemimpinan yang dijelaskan adalah kepemimpinan instruksional yang merupakan kepemimpinan dalam dunia pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan pendekatan studi literatur dan jenis data yang dikumpulkan merupakan hasil penelitian dari berbagai artikel, makalah, sumber pustaka dan dokumen yang sesuai. Tulisan ini bertujuan untuk memahami konsep kepemimpinan instruksional di lembaga pendidikan. Keberhasilan kepemimpinan di lembaga pendidikan dibuktikan dengan: Keterkaitan dengan peningkatan pengajaran, Pengetahuan/dan partisipasi yang kuat dalam kegiatan kelas, Pemantauan efektivitas penggunaan waktu pembelajaran, Upaya membantu efektivitas program terhadap hal-hal yang berkaitan dengan pembelajaran, Memiliki sikap positif terhadap guru, pustakawan, asisten laboratorium, staf administrasi dan siswa.
Pengambilan Keputusan Sebagai Proses Pemecahan Masalah Untuk Mutu Pendidikan: Analisis Literatur Kontemporer Lalu Ahmad Atam Kuswari; Muhammad Muwatto’; S. Ali Jadid Idrus; Maimun Maimun
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4355

Abstract

Kemampuan pengambilan keputusan merupakan keterampilan fundamental bagi seorang pemimpin dalam menghadapi berbagai persoalan strategis. Dalam konteks lembaga pendidikan Islam, seorang pemimpin dituntut untuk mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan kebutuhan manajemen pendidikan modern yang menuntut keputusan yang cepat, tepat, dan berorientasi pada solusi. Kompleksitas permasalahan yang dihadapi lembaga pendidikan Islam, baik dari aspek internal seperti pengelolaan sumber daya dan pengembangan kurikulum maupun aspek eksternal seperti persaingan global dan tuntutan masyarakat, menegaskan pentingnya kemampuan penyelesaian masalah yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kemampuan pengambilan keputusan dan kemampuan penyelesaian masalah pada pemimpin pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan melalui telaah berbagai buku, artikel, dan jurnal ilmiah yang relevan dengan fokus penelitian. Data dianalisis secara deskriptif dengan menelaah konsep-konsep teoritis dan temuan dari berbagai sumber ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kemampuan tersebut memiliki hubungan yang erat dan bersifat saling melengkapi. Penyelesaian masalah menjadi landasan dalam pengambilan keputusan, sementara pengambilan keputusan merupakan tahap akhir dari proses pemecahan masalah. Nilai musyawarah menjadi penghubung utama dalam manajemen pendidikan Islam, menghasilkan komplementaritas antara keduanya yang bersifat siklikal serta memiliki pengaruh timbal balik terhadap efektivitas kepemimpinan.
Manajemen Pesantren dalam Menghadapi Era Digital Lalu Ahmad Atam Kuswari; Yudin Citriadin
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 8, No 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v8i4.36664

Abstract

Abstract: This study aims to describe the role of pesantren management in facing the digital era with a focus on pesantren management and strategies in facing the digital era. The type of research used is a literature study, where researchers collect and analyze data from various relevant literature, both in the form of books, journal articles, research reports, and other scientific sources. Based on the results of the literature review, the researcher concluded that pesantren in facing the digital era is carried out by conveying moral messages through social media, using mobile applications to learn books, strengthening ukhuwah between students through social media communities and using digital platforms to teach traditional values such as aswaja. Thus, Islamic boarding schools in the digital era need to have readiness, adaptation, and innovation technically and spiritually, in order to remain relevant and contribute to the development of students in the modern era.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran manajemen pesantren dalam menghadapi era digital dengan fokus pada manajemen dan strategi pesantren dalam menghadapi era digital. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi pustaka, dimana peneliti mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai literatur yang relevan, baik berupa buku, artikel jurnal, laporan penelitian, maupun sumber ilmiah lainnya. Berdasarkan hasil kajian literatur, peneliti menyimpulkan bahwa pesantren dalam menghadapi era digital dilakukan dengan penyampaian pesan moral melalui media sosial, penggunaan aplikasi mobile untuk belajar kitab, penguatan ukhuwah antar santri melalui komunitas media sosial dan pemanfaatan platform digital untuk mengajarkan nilai-nilai tradisional seperti aswaja. Dengan demikian, pesantren di era digital perlu memiliki kesiapan, adaptasi, dan inovasi secara teknis maupun spiritual, agar tetap relevan dan berkontribusi bagi perkembangan santri di era modern.
Peran Stakeholder dan Kerja Sama Strategis Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan di Lembaga Pendidikan Islam Nurul Hapizatul Aini; Lalu Ahmad Atam Kuswari; S. Ali Jadid Idrus; Maimun
(JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Postgraduate University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpap.v10i1.1313

Abstract

Pendidikan merupakan fondasi utama dalam meningkatkan kualitas individu dan masyarakat, namun mutu pendidikan di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, seperti ketidaksesuaian kurikulum, rendahnya kualitas sumber daya manusia, keterbatasan sarana prasarana, dan lemahnya kerja sama antar stakeholder. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran dan pentingnya stakeholder dalam meningkatkan mutu pendidikan, strategi kerja sama dan kemitraan, serta tantangan dan peluang implementasinya. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan menelaah jurnal, buku, dan dokumen ilmiah relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterlibatan stakeholder meliputi pemerintah, sekolah, guru, siswa, orang tua, masyarakat, dunia usaha, dan lembaga pendidikan Islam bersifat krusial dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas. Kolaborasi antarpihak memungkinkan penguatan kurikulum, peningkatan profesionalisme guru, optimalisasi fasilitas, serta relevansi kompetensi lulusan melalui kemitraan dunia industri. Konsep simbiosis mutualisme menjadi dasar terciptanya sinergi yang saling menguntungkan dalam pengelolaan pendidikan. Temuan juga mengidentifikasi tantangan implementatif berupa perbedaan visi, keterbatasan sumber daya, dan lemahnya koordinasi, namun era digital menawarkan peluang kolaborasi yang lebih luas dan fleksibel. Secara keseluruhan, artikel ini menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan membutuhkan komitmen kolektif dan strategi kerja sama yang terstruktur di antara seluruh stakeholder pendidikan.