Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kepemimpinan Perempuan di Lembaga Pendidikan Islam Kontemporer: Antara Normativitas Agama dan Tuntutan Kesetaraan Gender Muhalli; Ahmad Sulhan; Mira Mareta; Maimun
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 3 (2026): August (Inpres)
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i3.2057

Abstract

Female leadership in Islamic educational institutions currently stands at a crossroads between the demands of global modernization and the resistance of traditional religious interpretations. This phenomenon triggers a long-standing debate regarding the extent to which authority can be granted to women without infringing upon the boundaries of religious normativity. This article critically examines the phenomenon of female leadership in contemporary Islamic educational institutions by analyzing the dialectical tension between historically inherited religious normativity and the growing demands for gender equality in both global and national discourses. Employing a critical-hermeneutic approach to religious texts alongside a multidisciplinary literature review, this study maps three primary arenas of debate: (1) classic fiqh interpretations versus contextual reinterpretations regarding female leadership; (2) the empirical reality of female leadership in madrasahs, pesantrens (Islamic boarding schools), and Islamic higher education institutions; and (3) the structural-cultural barriers that restrict the actualization of female leadership despite the absence of absolute theological prohibitions. The findings indicate that obstacles to female leadership in Islamic educational institutions stem predominantly from patriarchal socio-cultural constructions embedded within religious interpretations rather than from Islamic doctrine itself. The maqashid al-shari'ah approach which emphasizes justice and public interest along with the contextual hermeneutics developed by Muslim feminists such as Amina Wadud and Nasaruddin Umar, offers a robust theological foundation to legitimize female leadership. This article concludes that the transformation of female leadership in Islamic educational institutions requires simultaneous reforms: hermeneutical (recontextualization of interpretations), structural (affirmative institutional policies), and pedagogical (gender-based leadership curricula).
POLA ASUH DAN PENANAMAN NILAI ANTI KEKERASAN PADA ANAK KELUARGA BROKEN HOME Suciati; Maimun; Muhamad Ahyar Rasidi
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.488

Abstract

Keluarga broken home merupakan faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan perilaku dan moral anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh dalam keluarga broken home serta nilai anti-kekerasan yang dapat ditanamkan, termasuk tantangan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipan dan dokumentasi pada guru, orang tua, dan enam siswa kelas IV-VI dari keluarga broken home di SDN Bunsumpak Puyung Lombok Tengah. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan pola asuh yang dominan adalah pola asuh permisif dan penelantaran. Nilai anti-kekerasan seperti saling menghargai dan tidak membalas kekerasan telah diperkenalkan melalui pembinaan sekolah, namun belum optimal. Tantangan utama adalah keterbatasan waktu orang tua, pengaruh media sosial, dan kurangnya pendampingan emosional. Dan juga dibutuhkan kolaborasi antara guru dan orang tua melalui komunikasi, pembinaan karakter berkelanjutan, dan pendampingan emosional dalam menanamkan nilai anti-kekerasan pada anak dari keluarga broken home.
Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Perkalian melalui Model Problem Based Learning Berbantuan Media Tolkama pada Siswa Amelia Septiana; Maimun; Siti Ruqoiyyah
Walada: Journal of Primary Education Vol. 5 No. 1 (2026): Walada: Journal of Primary Education
Publisher : cendekia citra gemilang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/wjpe.v5i1.528

Abstract

Pemahaman konsep dasar perkalian pada siswa kelas II di MIN Lombok Timur. Hal ini terlihat dari hasil belajar pada materi perkalian yang masih rendah, di mana banyak siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan, yaitu 65. Dari 31 siswa, hanya 14 siswa yang mencapai ketuntasan belajar, sedangkan 17 siswa lainnya belum mencapai ketuntasan belajar. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II MIN Lombok Timur yang berjumlah 31 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi dan tes evaluasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif danĀ  teknik analisis data kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbantuan media Tolkama dapat meningkatkan pemahaman konsep dasar perkalian siswa. Hal ini terlihat dari peningkatan hasil observasi aktivitas belajar siswa pada setiap siklus, yaitu pada siklus I sebesar 48%, meningkat pada siklus II menjadi 75%, dan pada siklus III menjadi 92%. Selain itu, hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan, yaitu rata-rata pada siklus I sebesar 60,45 dengan ketuntasan klasikal 52%, meningkat pada siklus II menjadi 74,19 dengan ketuntasan klasikal 68%, dan pada siklus III meningkat menjadi 85,16 dengan ketuntasan klasikal 90,32%. Dengan demikian, penerapan model PBL berbantuan media TOLKAMA dapat meningkatkan pemahaman konsep dasar perkalian siswa kelas II di MIN Lombok Timur.