Windiarti Pratiwi Putri
Universitas Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Materi Asam-Basa Baiq Fara Dwirani Sofia; Windiarti Pratiwi Putri
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4435

Abstract

Kemampuan berpikir kritis sangatlah penting dimiliki oleh peserta didik agar dapat menyelesaikan permasalahan dalam proses pembelajaran ataupun dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan berpikir kritis dapat ditingkatkan melalui berbagai strategi dalam pembelajaran, salah satunya dengan menerapkan model pembelajaran yang dapat melatih aspek-aspek berpikir kritis. yaitu model inkuiri terbimbing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas XI MIPA SMAN 4 Praya pada materi asam dan basa. Jenis penelitian yang digunakan berupa penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas XI MIPA berjumlah 260 orang yang terdiri dari 8 kelas yaitu kelas XI MIPA 1 – XI MIPA 8. Sampel pada penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 2 kelas sebagai sampel penelitian yaitu kelas XI MIPA 1 sebagai kelas eksperimen yang diberikan model pembelajaran inkuiri terbimbing dan kelas XI MIPA 4 sebagai kelas kontrol yang diberikan model pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu instrumen tes, berupa essay yang terdiri dari 10 soal. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji n-gain, uji normalitas, uji f (homogenitas varians) dan uji hipotesis mengunakan rumus uji-t. Berdasarkan hasil uji hipotesis diperoleh bahwa  (5,059) >  (1,812), sehingga dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas XI MIPA SMAN 4 Praya pada materi asam dan basa. 
Pengembangan E-Modul IPA Berbasis PBL dengan Pendekatan Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Literasi Digital Windiarti Pratiwi Putri; Muntari; Lalu Rudyat Telly Savalas
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8i1.14783

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan E-Modul berbasis Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan kearifan lokal untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan literasi digital peserta didik SMA. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan model 4D (define, design, development, disseminate) melalui analisis kebutuhan, perancangan produk, validasi ahli, revisi, serta uji coba lapangan. Validasi dilakukan oleh enam validator dan dianalisis menggunakan Aiken's V. Hasil validasi menunjukkan E-Modul memperoleh 0,92 (92%) dengan kategori sangat valid, Modul Ajar 0,94 (94%), instrumen berpikir kritis 0,93 (93%), dan instrumen literasi digital 0,94 (94%). Kepraktisan diuji pada uji coba terbatas yang melibatkan 25 peserta didik melalui observasi keterlaksanaan, respon pendidik, dan respon peserta didik. Keterlaksanaan pembelajaran mencapai rata-rata 0,92 (92%) kategori terlaksana sangat baik; respon pendidik 0,93 (93%) dan respon peserta didik 0,87 (87%) keduanya berkategori sangat praktis. Keefektifan diuji pada uji coba skala luas dengan 50 peserta didik (28 kelas eksperimen dan 30 kelas kontrol). Analisis N-gain menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis pada kelas eksperimen 0,636 dan kontrol 0,035, sedangkan literasi digital pada kelas eksperimen 0,606 dan kontrol 0,038. Uji t mandiri menghasilkan signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelas. Dengan demikian, produk dinyatakan sangat valid, praktis, dan efektif.