Permasalahan dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemahaman konsep peserta didik pada mata pelajaran IPAS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model contextual teaching and learning berbasis media augmented reality terhadap kemampuan pemahaman konsep peserta didik kelas V SD Negeri 10 Metro Timur. Penelitian ini menggunakan pendekaan kuantitatif dengan metode penelitian quasi experimental dan desain penelitian non-equivalent control group design. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas V SD Negeri 10 Metro Timur. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas V A sebagai kelompok kontrol dan peserta didik kelas V B sebagai kelompok eksperimen. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalahnon probability sampling dengan jenis sampling jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan tes berupa soal uraian, dan teknik non-tes menggunakan lembar observasi. Data kemampuan pemahaman konsep peserta didik di uji normalitasnya dengan rumus Chi-Kuadrat, dan di uji homogenitasnya menggunakan rumus Uji-F. Pengujian tersebut menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan homogen. Pengujian hipotesis menggunakan uji regresi sederhana dengan hasil perhiutngan sebesar = 33,35 dan nilai = 4,26 Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ≥ , sehingga dapat disimpulkan ditolak dan diterima yang berarti terdapat pengaruh penerapan model model contextual teaching and learning berbasis media augmented reality terhadap kemampuan pemahaman konsep peserta didik pada pembelajaran IPAS Sekolah Dasar.