Pembelajaran matematika di sekolah dasar tidak hanya menekankan penguasaan konsep, tetapi juga kemampuan siswa dalam mengomunikasikan ide matematis secara lisan maupun tertulis. Rendahnya kemampuan komunikasi matematika siswa menjadi salah satu permasalahan yang perlu diatasi melalui penerapan model pembelajaran yang aktif dan kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran kolaboratif berbasis diskusi dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa kelas V di MI Terpadu Mutiara Assyifa Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 25 siswa kelas V. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kolaboratif berbasis diskusi mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran sebesar 80%. Kemampuan komunikasi matematika siswa juga mengalami peningkatan pada indikator menjelaskan langkah penyelesaian sebesar 72%, menyampaikan ide secara lisan sebesar 64%, menggunakan simbol dan bahasa matematika sebesar 68%, serta menanggapi pendapat teman sebesar 60%. Selain itu, kepercayaan diri siswa dalam melakukan presentasi meningkat hingga 64%. Faktor pendukung pembelajaran meliputi lingkungan belajar yang interaktif, peran guru sebagai fasilitator, dan kerja sama kelompok, sedangkan faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan siswa, kurangnya rasa percaya diri, dan keterbatasan waktu diskusi. Dengan demikian, pembelajaran kolaboratif berbasis diskusi efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa sekolah dasar.