Yosi Yulizah
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa melalui Model Project-Based Learning (PjBL) pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II di SDN 79 Seluma Eli Fitri Uliza; Maryam Maryam; Fera Zasrianita; Yosi Yulizah; Heny Friantary
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4926

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar masih sering didominasi oleh metode konvensional yang berpusat pada guru sehingga aktivitas dan hasil belajar siswa belum optimal. Kondisi tersebut menuntut adanya model pembelajaran inovatif yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas dan hasil belajar siswa melalui penerapan model Project-Based Learning (PjBL) pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas II di SDN 79 Seluma. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain non-equivalent control group design. Populasi penelitian berjumlah 10 siswa yang sekaligus dijadikan sampel dan dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing sebanyak 5 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes (pretest dan posttest), observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan uji hipotesis dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa pada kelas eksperimen mencapai rata-rata 83% dengan kategori aktif, sedangkan kelas kontrol sebesar 64% dengan kategori cukup. Hasil belajar siswa pada kelas eksperimen juga mengalami peningkatan dari rata-rata nilai pretest sebesar 61 menjadi 84 pada posttest. Namun, hasil uji hipotesis menunjukkan nilai thitung = 1,176 lebih kecil daripada ttabel = 2,306 pada taraf signifikan 0,05 sehingga tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model Project-Based Learning (PjBL) secara deskriptif mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa serta dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran inovatif di sekolah dasar.
Analisis Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Diskusi dalam Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa Kelas V di MI Terpadu Mutiara Assyifa Kota Bengkulu Rahma Ulandari; Maryam Maryam; Fera Zasrianita; Heny Friantry; Yosi Yulizah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 2 (2026): Mei (on progress)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i2.4927

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar tidak hanya menekankan penguasaan konsep, tetapi juga kemampuan siswa dalam mengomunikasikan ide matematis secara lisan maupun tertulis. Rendahnya kemampuan komunikasi matematika siswa menjadi salah satu permasalahan yang perlu diatasi melalui penerapan model pembelajaran yang aktif dan kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pembelajaran kolaboratif berbasis diskusi dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa kelas V di MI Terpadu Mutiara Assyifa Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 25 siswa kelas V. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kolaboratif berbasis diskusi mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran sebesar 80%. Kemampuan komunikasi matematika siswa juga mengalami peningkatan pada indikator menjelaskan langkah penyelesaian sebesar 72%, menyampaikan ide secara lisan sebesar 64%, menggunakan simbol dan bahasa matematika sebesar 68%, serta menanggapi pendapat teman sebesar 60%. Selain itu, kepercayaan diri siswa dalam melakukan presentasi meningkat hingga 64%. Faktor pendukung pembelajaran meliputi lingkungan belajar yang interaktif, peran guru sebagai fasilitator, dan kerja sama kelompok, sedangkan faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan siswa, kurangnya rasa percaya diri, dan keterbatasan waktu diskusi. Dengan demikian, pembelajaran kolaboratif berbasis diskusi efektif dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa sekolah dasar.
Transformasi Pembelajaran Berbasis Digital dalam Meningkatkan Higher Order Thinking Skills (HOTS) Siswa di SMP Negeri 5 Kota Bengkulu : Penelitian Masrifah Hidayani; Wiwinda Wiwinda; Rizia Dwi Pebriani; Isma Afrlia; Yosi Yulizah; Randi Randi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6427

Abstract

Transformasi pendidikan di era digital menuntut sekolah menerapkan pembelajaran inovatif berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan transformasi pembelajaran digital dalam meningkatkan HOTS peserta didik di SMP Negeri 5 Kota Bengkulu serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman serta diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran digital diterapkan melalui Google Classroom, Quizizz, Canva, PowerPoint interaktif, dan YouTube edukatif. Media digital menciptakan pembelajaran yang aktif, interaktif, dan berpusat pada peserta didik sehingga meningkatkan kemampuan berpikir kritis, analisis, pemecahan masalah, dan kreativitas. Faktor pendukung meliputi fasilitas teknologi sekolah, dukungan kepala sekolah, kemampuan guru memanfaatkan media digital, dan tingginya minat peserta didik terhadap teknologi. Adapun hambatan yang ditemukan berupa jaringan internet kurang stabil, keterbatasan perangkat, rendahnya literasi digital sebagian peserta didik, dan distraksi media sosial saat pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, transformasi pembelajaran berbasis digital berperan penting dalam meningkatkan HOTS peserta didik di SMP Negeri 5 Kota Bengkulu.
Efektivitas Penggunaan Media Audio Visual dalam Pembelajaran Tematik di MI Terpadu Mutiara Assyifa Kota Bengkulu: Penelitian Mutiara Tanjung; Mona Nurrahma; Henny Friantary; Yosi Yulizah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media audio visual dalam pembelajaran tematik di MI Terpadu Mutiara Assyifa Kota Bengkulu. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya minat dan aktivitas belajar siswa akibat penggunaan metode pembelajaran yang masih bersifat konvensional serta kurangnya pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen sederhana. Subjek penelitian adalah siswa kelas V yang berjumlah 28 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Observasi digunakan untuk mengetahui aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran berlangsung, sedangkan angket digunakan untuk mengetahui respons siswa terhadap penggunaan media audio visual dalam pembelajaran tematik. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase hasil observasi dan angket siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual memberikan pengaruh positif terhadap proses pembelajaran tematik. Tingkat keaktifan siswa mencapai persentase sebesar 85% dengan kategori sangat baik. Selain itu, hasil angket menunjukkan bahwa sebagian besar siswa merasa lebih senang, lebih fokus, dan lebih mudah memahami materi pembelajaran ketika menggunakan media audio visual. Penggunaan media audio visual juga terbukti mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 68 sebelum penggunaan media audio visual menjadi 84 setelah penggunaan media audio visual dalam pembelajaran.
Integrasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Pembelajaran Tematik untuk Meningkatkan Literasi Budaya Siswa Madrasah Ibtidaiyah: Penelitian Diana Lestari; Sri Sugita Styo Wati; Wiwinda; Resti Komala Sari; Yosi Yulizah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam pembelajaran tematik serta dampaknya terhadap peningkatan literasi budaya siswa Madrasah Ibtidaiyah. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya literasi budaya siswa akibat pengaruh globalisasi yang menggeser eksistensi budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru dan siswa kelas IV dan V. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal melalui cerita rakyat, permainan tradisional, kegiatan seni budaya, serta konteks kehidupan sehari-hari mampu meningkatkan pemahaman budaya, kesadaran identitas, dan sikap menghargai keberagaman siswa. Selain itu, peran guru sangat menentukan dalam keberhasilan implementasi melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran berbasis budaya. Faktor pendukung meliputi lingkungan budaya yang kuat dan dukungan sekolah, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan media, bahan ajar, dan kompetensi guru. Dengan demikian, integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran tematik terbukti efektif dalam meningkatkan literasi budaya siswa serta membentuk karakter yang berakar pada nilai budaya bangsa.
Strategi Guru dalam Mengembangkan Literasi Digital Siswa pada Kurikulum Merdeka di MI Plus Nur Rahma Kota Bengkulu: Penelitian Nuzi Oktavia; Sinta Dwi Syafitri; Khermarinah; Masrifa; Yosi Yulizah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam mengembangkan literasi digital siswa pada implementasi Kurikulum Merdeka di MI Plus Nur Rahma Kota Bengkulu. Penelitian dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi digital yang semakin pesat dan memengaruhi proses pembelajaran pada pendidikan dasar. Literasi digital menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki siswa agar mampu memanfaatkan teknologi secara efektif, kritis, dan bertanggung jawab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala madrasah, guru kelas, dan siswa di MI Plus Nur Rahma Kota Bengkulu. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai strategi dalam mengembangkan literasi digital siswa, yaitu pemanfaatan media pembelajaran berbasis digital, pembiasaan mencari informasi yang valid, penerapan pembelajaran berbasis proyek, penguatan etika digital, serta kolaborasi dengan orang tua. Faktor pendukung pengembangan literasi digital meliputi tersedianya fasilitas teknologi, dukungan kepala madrasah, antusiasme siswa, serta adanya pelatihan guru. Sementara itu, faktor penghambat meliputi kemampuan digital guru yang belum merata, koneksi internet yang tidak stabil, penggunaan gadget siswa untuk hiburan, dan kurangnya pengawasan media sosial. Pengembangan literasi digital memberikan dampak positif terhadap peningkatan motivasi belajar, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis siswa. Namun demikian, penggunaan teknologi yang tidak terkontrol juga berpotensi menimbulkan dampak negatif seperti kecanduan gadget dan menurunnya interaksi sosial. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara guru, sekolah, dan orang tua dalam membimbing siswa menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.