Siti Nadiah
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN SELF-AWARENESS DAN SELF-CARE BEHAVIOR DENGAN KEJADIAN SINDROM KORONER AKUT PADA PASIEN HIPERTENSI Siti Nadiah; Epi Rustiawati; Tuti Sulastri
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i1.34593

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Hipertensi dikenal sebagai "The Silent Killer" merupakan penyakit tanpa gejala yang berpotensi menyebabkan komplikasi serius seperti sindrom koroner akut (SKA). Salah satu penyebab hipertensi sering tidak terkontrol yaitu akibat rendahnya self-awareness dan kurangnya self-care behavior pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan self-awareness dan self-care behavior dengan kejadian SKA pada pasien hipertensi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu accidental sampling. Jumlah sampel sebanyak 76 responden. Alat ukur penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mengukur variabel self-awareness dan self-care behavior, dan rekam medis untuk mengukur variabel kejadian SKA. Uji analisis yang digunakan yaitu chi square untuk mengetahui hubungan self-awareness dengan kejadian SKA dan self-care behavior dengan kejadian SKA. Hasil: Hasil uji chi square hubungan self-awareness dengan kejadian SKA menunjukkan nilai p-value sebesar 0,902 > α (0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan. Hasil uji chi square hubungan self-awareness dengan kejadian SKA menunjukkan nilai p-value sebesar 0,511 > α (0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara self-awareness dan self-care behavior dengan kejadian sindrom koroner akut pada pasien hipertensi di Klinik Jantung RSUD Provinsi Banten tahun 2025.Kata kunci: Hipertensi, Self-Awareness, Self-Care Behavior ABSTRACTBackground: Hypertension, often referred to as “The Silent Killer,” is an asymptomatic condition that can lead to severe complications such as acute coronary syndrome (ACS). One of the main reasons hypertension remains uncontrolled is due to low levels of self-awareness and inadequate self-care behavior among patients. This study aims to examine the relationship between self-awareness and self-care behavior with the occurrence of ACS in individuals with hypertension. Methods: A quantitative research design with a cross-sectional approach was used. The sampling method employed was accidental sampling, involving 76 respondents. Data collection tools included questionnaires to measure self-awareness and self-care behavior, while medical records were used to identify the incidence of ACS. Data analysis was conducted using the chi-square test to determine the association between self-awareness and ACS, as well as self-care behavior and ACS. Results: The chi-square test showed a p-value of 0.902 for the relationship between self-awareness and ACS, and a p-value of 0.511 for the relationship between self-care behavior and ACS. Both values exceed the significance level (α = 0.05), indicating no statistically significant relationship. Conclusion: There is no significant association between self-awareness or self-care behavior and the incidence of ACS among hypertensive patients at the Heart Clinic of Banten Provincial Hospital in 2025.Keywords: Hypertensive, Self-Awareness, Self-Care Behavior
Analisis Etnosains Pada Alat Musik Tradisional Angklung Buhun Sebagai Sumber Belajar IPA Siswa SMP Siti Nadiah; Bai Rohimah; Nofita Fajariyanti
Jurnal Pelita: Jurnal Pembelajaran IPA Terpadu Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/pelita.6.1.2026.1473

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah menyediakan kajian ilmiah mengenai keterkaitan antara kearifan lokal pada Angklung Buhun dan konsep-konsep IPA, sehingga dapat menjadi dasar pengembangan sumber belajar yang relevan dengan kehidupan siswa dan mendukung implementasi pembelajaran berbasis budaya. Angklung Buhun adalah alat musik tradisional Suku Baduy di Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Banten, yang menyimpan lapisan pengetahuan empiris yang sangat berkaitan dengan konsep ilmu pengetahuan alam (IPA). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi bentuk-bentuk etnosains dalam Angklung Buhun; (2) menganalisis konsep IPA yang terkandung di dalamnya; (3) memetakan hubungan antara Angklung Buhun dan prestasi belajar IPA di tingkat SMP; dan (4) menilai potensinya sebagai sumber belajar IPA berbasis etnosains. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan di Kampung Kanekes (28 April 2026), wawancara mendalam dengan pakar tradisi (Jaro Oom dan H. Medi), pengrajin (Ki Sarwani dan Pak Darma), pemain (Pak Sarif dan Pak Engkos), dan wawancara triangulasi dengan lima dosen ahli di bidang Sosiologi, Biologi, Kimia, Fisika, dan Seni Pertunjukan dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang didukung oleh kerangka rekonstruksi etnosains Ogawa (dalam Sudarmin, 2014). Hasil menunjukkan bahwa Angklung Buhun mengandung etnosains dalam tiga bentuk: (1) sistem budaya; (2) aktivitas; dan (3) artefak. Secara ilmiah, ia mengandung konsep Biologi (struktur jaringan bambu, lignifikasi, ekosistem), konsep Kimia (perubahan fisik dan kimia, polimer alami, reaksi oksidasi), dan konsep Fisika (getaran, frekuensi, resonansi, amplitudo, interferensi gelombang, kecepatan suara). Pemetaan ini selaras langsung dengan Pencapaian Pembelajaran IPA Kurikulum Merdeka untuk Fase D di kelas VII–IX.