Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

FUNGSI IBADAH RITUAL DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER ISLAMI Abdurohim Abdurohim; Rt. Bai Rohimah; Ratu Amalia Hayani
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diantara keistimewaan ritual ibadah dalam Islam adalah dampaknya yang besar dalam mewarnai berbagai aspek, corak kehidupan dan karakter manusia. Manusia diciptakan oleh Allah Subhanahu wata’ala untuk beribah dan menjadi wakil Tuhan dalam memakmurkan bumi ini sehingga menjadi rahmat bagi semesta. Agar mampu mengelola bumi, Allah Subhanahu wa ta’ala telah melengkapi manusia dengan ruh di samping nyawa, juga dilengkapi dengan fisik, dan qalbu (willing, feeling thinking dan akal nurani). Manusia dibekali banyak potensi termasuk kecerdasan, baik kecerdasan berfikir (IQ), kecerdasan emosi (EQ), maupun kecerdasan spiritual (SQ). Apabila manusia mampu memenej seluruh kecerdasan tersebut berdasarkan nilai-nilai Ilahiyah. Melatih dirinya dengan mengamalkan ritual ibadah, maka ia akan menjadi manusia yang berkarakter baik dalam dimensi yang luas. Baik dalam hubungannya dengan Allah (Hablum minallah) seperti ibadah shalat, puasa dan haji. Dengan sesama manusia (hablum minannas) seperti ibadah shalat berjama’ah, zakat, infak, shadakah dan wakaf. Maupun ibadah yang berhubungan dengan alam sekitar (hablum minal‘alam) seperti menjaga kelestarian alam, tidak membuang sampah sembarangan, reboisasi dan sebagainya. Dengan demikian pendidikan karakter pada dasarnya adalah character building dengan target terjadinya perubahan perilaku (behavior change). Essensi akhlak kepada Allah adalah tauhid (taat total tanpa reserve, total submittion) atau sami’na wa atha’na. Essensi akhlak kepada manusia adalah ukhuwah yakni menganggap manusia sebagai saudara. Sedangkan essensi akhlak kepada alam adalah ihsan, yakni melakukan yang terbaik dalam rangka menjadikan segenap sumber daya alam untuk kesejahteraan lahir batin umat manusia.
MENGUATKAN KARAKTER PESANTREN MELALUI KONSEP MUADALAH Rt. Bai Rohimah; Ima Maisaroh; Istinganatul Ngulwiyah
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri akar historis pesantren muadalah, prosesnya, tipologi dan jenjang pendidikannya, kurikulum, hakikat status muadalah pada pesantren, serta tantangannya di masa depan sebagai sebuah satuan pendidikan khas pesantren. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yaitu penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata. Data yang dianalisis didalamnya berbentuk deskriptif dan tidak berupa angka-angka seperti halnya pada penelitian kuantitatif. Penelitian kualitatif dimaksudkan untuk mengumpulkan informasi mengenai status suatu gejala yang ada, yaitu keadaan gejala menurut apa adanya pada saat penelitian itu dilakukan. Oleh karena itu, penelitian kualitatif mampu mengungkap fenomena-fenomena pada suatu subjek yang ingin diteliti secara mendalam. Berdasarkan hasil penelitian bahwa lahirnya Peraturan Menteri Agama Nomor 18 Tahun 2014 tentang Satuan Pendidikan Muadalah pada Pondok Pesantren menjadi bukti konkret rekognisi konstitusional pemerintah. Terbitnya Peraturan Menteri Agama Nomor 18 Tahun 2014 ini semakin memantapkan posisi pesantren sebagai sub-sistem pendidikan nasional. Selain akan semakin meningkatkan taraf kepercayaan masyarakat sebagai pengguna layanan pendidikan yang dikembangkan di pesantren, juga konsep muadalah ini diharapkan menjadi model bagi pesantren salafi lainnya yang tersebar di Banten. 
PERAN ISLAM DALAM MEWUJUDKAN KESELAMATAN HIDUP DI DUNIA DAN AKHIRAT DALAM KONTEKS KEHIDUPAN MODERN Istinganatul Ngulwiyah; Rt. Bai Rohimah; Suaidi Suaidi
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam merupakan Agama samawi yang berisi syariat dari Allah SWT, Tuhan semesta alam. Ajaran Islam bersifat universal yang diperuntukkan bagi semua makhluk baik di bumi maupun di langit. Selain itu ajaran Islam pun bersifat fleksibel sesuai dengan perkembangan jaman. Di era modern seperti saat ini banyak sekali kemudahan yang dapat manusia rasakan sebagai akibat dari perkembangan teknologi dan informasi. Hal tersebut dapat berdampak positif dan negatif pada kehidupan manusia. Apabila manusia tidak dapat mengontrol perilakunya dalam kehidupan modern ini maka manusia dapat terjerumus dalam jurang kehinaan dan kenistaan. Oleh karena itulah agama sangat berperan penting dalam membimbing manusia khususnya di era modern ini. Penelitian ini bertujuan untuk membahas bagaimana agama Islam menjamin keselamatan hidup di dunia maupun di akhirat dalam konteks kehidupan modern. Pembahasan ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana seharusnya manusia bersikap, agar meraih keselamatan hidup yang tidak hanya di dunia saja, akan tetapi keselamatan di akhirat. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka, dimana peneliti memperoleh data dari sumber-sumber kepustakaan seperti buku, jurnal dan publikasi ilmiah lainnya. Data-data dari sumber-sumber tersebut kemudian dianalisis dan disimpulkan agar memperoleh data yang akurat.
PERAN MASYARAKAT DALAM MEMBENTUK KARAKTER KEPEMIMPINAN ISLAM Rt. Bai Rohimah; Putri Yasmin Atqiyya; Deswita Maharani
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakter pemimpin dalam kepemimpinan menjadi tonggak keberhasilan suatu tujuan dan sasaran. Masyarakat membutuhkan pemimpin yang jujur, adil, cerdas, dan berintegritas. Namun zaman sekarang, pemimpin yang memiliki karakteristik tersebut sangat jarang sekali, ini yang menjadi keprihatinan bagi masyarakat. Sudah banyak pemimpin yang terjerat kasus suap, korupsi, narkoba, serta krisis rasa kemanusiaan lantaran tidak memiliki satupun karakteristik yang sudah diajarkan oleh Rasulullah saw. yaitu Shiddiq, Tabligh, Amanah, dan Fathanah (STAF). Untuk itu, akan dikaji mengenai bagaimana strategi pembentukan karakter pemimpin dan bagaimana kontribusi masyarakat dalam membentuk karakter pemimpin. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Hasil kajian ini akan menjawab rumusan dari masalah di atas. Dalam proses pembentukan karakter pemimpin memerlukan rencana strategis, upaya yang kontinyu dan konsisten, serta evaluasi yang terukur. Pembentukan karakter pemimpin harus melibatkan berbagai pihak yaitu keluarga, lingkungan sekolah, serta lingkungan masyarakat yang jangkauannya lebih luas. Peran serta masyarakat berupa dukungan, bantuan dan keterlibatan aktif untuk menciptakan kondisi yang kondusif bagi lahirnya pemimpin berkarakter Islam.
Penanaman Karakter Melalui Program Tadarus Dan Mentoring Lingkar Studi Pekanan (LSP) Untirta Rt Bai Rohimah; Istinganatul Ngulwiyah
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil penelitian LPTQ Provinsi Banten, terkait kemampuan membaca Al Qur’an masyarakat yang masih memprihatinkan. Bahwa masih ada sekitar 76,72 persen masyarakat yang belum bisa membaca Al Qur’an secara lancar, bahkan 12 persen di antaranya sama sekali tidak bisa membaca atau buta aksara Al Qur’an. Ruang lingkup penelitian ini adalah mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat di Banten, yang dijadikan sampel. Penelitian ini adalah kualitatif dengan bentuk deskriptif. Pengolahan data dengan menggunakan model evaluasi CIPP, yang merupakan model evaluasi dengan mengacu terhadap context (konteks), input, process (proses), dan product (produk) evaluasi. Berdasarkan temuan hasil penelitian bahwa, mahasiswa memiliki karakteristik yang berbeda terkait kebutuhan akan program yang relevan, namun adanya program mentoring di kegiatan LSP dapat membantu meningkatkan kemampuan mahasiswa terbukti berdasarkan korelasi Pearson hasil penelitian menunjukkan pada skala 0,150 yang artinya adanya hubungan yang signifikan antara nilai di kelas dengan nilai di kegiatan mentoring LSP.
Tradition Multicultural Society Religion in Serang City Rt Bai Rohimah; Achmad Hufad; Suroso Mukti Leksono
Kawalu: Journal of Local Culture Vol. 9 No. 1 (2022): January-June
Publisher : Laboratorium Bantenologi UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32678/kawalu.v9i1.6121

Abstract

This article examines the characteristics and cultural identity, as well as the socio-religious rituals of the people of Serang city. The research used is anthropological ethnography method. In analyzing the data, the researcher used a functional-structural approach. The results showed that although the people in Serang city were categorized as multicultural society, they still carried out their religious traditions. There are several things that affect this harmony, including the factor of religious understanding of each individual, educational background and social relations of the community. For the residents of Serang city, the distinctive characteristics wrapped in tradition have a positive meaning as local wisdom and have religious values ​​that are still maintained today. Keywords: Local Belief, Multicultural, Modern, Tradition .
Syntax of the Guided Inquiry Learning Model Based on Local Wisdom of Baduy's Society Towards Scientific Literacy on Environmental Conservation Theme Lukman Nulhakim; Liska Berlian; Aditya Rakhmawan; Asep Saefullah; Rt. Bai Rohimah; Bayu Fadhliana Firdaus; Amin Hasan; R. Ahmad Zaky El Islami; Indah Juwita Sari
Gagasan Pendidikan Indonesia Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/gpi.v3i1.14787

Abstract

This research aimed to develop the syntax of guided inquiry learning based on the local wisdom of the Baduy’s society, which is oriented towards student scientific literacy on environmental conservation. The method used is mixed-method with a sample in this study were 15 students. The syntax of guided inquiry learning in the implementation consists of six stages; orientation, presenting the problem, hypothesis submission, data collection, hypothesis testing, and conclusion formulation. In the orientation stage, students describe the context that comes from the local wisdom of the Baduy’s society. In presenting the problem, students asked questions about the science content related to the context of the local wisdom of the Baduy’s society, which was described earlier. In the hypothesis submission stage, the teacher asks students to submit hypotheses related to the previous questions. In the data collection stage, the teacher provides questions in the form of science content, scientific processes, and scientific attitudes to be answered by students that can be used to test hypotheses. In the hypothesis testing stage, students use the data that has been collected. In the conclusion formulation stage, students conclude the results of hypothesis testing using the data that has been collected. Implementing guided inquiry learning based on the local wisdom of the Baduy’s society can improve scientific literacy (N-Gain = 0.064). So, we can use guided inquiry learning based on the local wisdom of the Baduy’s society, which is oriented towards student scientific literacy on environmental conservation using six stages.
Model of Religious Character Development in Islamic Boarding School Ratu Bai Rohimah; Lulu Tunjung Biru; Siti Muhibah; Istinganatul Ngulwiyah
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : L

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research understand and describe the character of religious moderation developed and implemented by Pondok Pesantren Ar Rahmah Pandeglang Banten. The rise of government programs related to moderation has touched various fields of education, one of which is pesantren as a prototype or model of anti-radical education integrated into learning materials. This research is descriptive qualitative with research targets are clerics and students. Data were collected by interview and observation techniques, analyzed by data analysis techniques, data reduction, displayed for later conclusions and verification so that valid findings were obtained. It can be concluded from this research that pesantren has no doubt its role as a basis for inculcating moderate understanding to fulfill the characteristics of Muslims that have been mentioned in the Qur'an, namely ummatan wasathan. Moderation material is delivered through intensive teaching based on the turats book with the kyai as a role model. The attitude of knowing the history of the struggle of the kiai and santri to seize and fight for Indonesian independence, is able to foster a sense of patriotism and love for the homeland and inflame the spirit of jihad among the santri.
Perubahan Karakter Masyarakat Baduy dalam Menghadapi Era Modernisasi Istinganatul Ngulwiyah; Rt. Bai Rohimah; Ratu Amalia Hayani; Wardatul Ilmiah
Jurnal Pendidikan Karakter JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, Akuntabel) Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : L

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selama hidup di dunia, manusia harus mampu menyesuaikan diri guna menghadapi perubahan yang kian terjadi dalam hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah cara bagaimana masyarakat Baduy menghadapi era modernisasi yang ditinjau dari segi budaya dan sikap/karakternya.  Penelitian ini menggunakan metode studi literasi dengan mengkaji buku-buku, jurnal, dan literatur yang sesuai berkaitan dengan topik pembahasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modernisasi memiliki pengaruh terhadap kehidupan masyarakat Baduy, baik Baduy dalam maupun Baduy luar. Selain itu, adanya faktor-faktor pendorong perubahan (modernisasi) membuat masyarakat Baduy secara perlahan berubah dan beradaptasi untuk menyelaraskan kebudayaan adat istiadat dengan perubahan yang terjadi di masyarakat umum. Sedangkan di lain sisi, masyarakat Baduy dalam masih tetap mengisolir diri terhadap modernisasi dan hanya mau mengikuti peraturan adat Baduy turun temurun yang telah ada sejak zaman nenek moyang.
COMPETENCY AND QUALITY OF STATE MADRASAH TEACHERS IN BANTEN PROVINCE Ratu Bai Rohimah
Jurnal Visi Ilmu Pendidikan Vol 15, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jvip.v15i1.55471

Abstract

This study aims to describe and analyze teacher resources based on the suitability of the placement and needs of teachers in madrasas at the secondary education level (MTsN) in Banten Province. In particular, this study aims to analyze the qualifications of linear teacher education with the fields of study being taught so that teacher competencies and teacher resource maps are seen at the MTsN level in Banten. This research was a qualitative research, where the data obtained are based on the results of surveys, interviews and questionnaires, which were processed and interpreted. Data were obtained from 33 MTsN education units in Banten Province. The results of the study showed that the number of madrasa teachers in Banten had fulfilled the requirements as educators, namely 1,024 were S1 graduates and 181 were S2 graduates. There are 967 teachers who have been certified and 205 who have not certified. The madrasa teachers who have not been certified are generally in South Banten, Lebak and Pandeglang. This means that the linearity of education and the subjects taught still needs to be pursued at madrasas in Pandeglang and Lebak. Regarding the ratio of teachers to students at public madrasas in Banten Province, it was ideal, which was 1:20 except for a few madrasas in the Lebak area.