Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Memodelkan Dinamika Transformasi Digital Sumber Daya Manusia: Pendekatan Berpikir Sistematis terhadap Ketangkasan dan Kinerja Organisasi Elvie Maria; Hendri Sembiring; Peni Cahyati; Andriasan Sudarso; Brilliant Handyman Manalu
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i2.7529

Abstract

Percepatan digitalisasi manajemen sumber daya manusia (SDM) telah mengubah cara organisasi menarik, mengembangkan, dan mempertahankan talenta di era Industri 4.0. Namun, sebagian besar studi yang ada mengonseptualisasikan transformasi SDM digital sebagai perkembangan linier, mengabaikan interaksi umpan balik dinamis antara teknologi, manusia, dan kinerja organisasi. Studi ini menggunakan pendekatan pemodelan dinamika sistem untuk menangkap hubungan kausal yang kompleks antara kemampuan SDM digital, ketangkasan belajar, ketangkasan organisasi, kinerja, dan stres. Dengan mengadopsi perspektif pemikiran sistem, penelitian ini mengonseptualisasikan transformasi digital SDM sebagai sistem yang mengatur diri sendiri yang dibentuk oleh lingkaran umpan balik yang memperkuat dan menyeimbangkan, yang menentukan keberlanjutan jangka panjang. Model ini dikembangkan melalui tinjauan literatur sistematis dan divalidasi melalui konsultasi ahli dengan manajer digitalisasi SDM dan spesialis dinamika sistem. Menggunakan Vensim DSS 9.3, simulasi dilakukan selama 60 bulan untuk mengamati perilaku dasar dan skenario kebijakan. Hasilnya menunjukkan bahwa lingkaran penguatan yang menghubungkan kemampuan SDM digital, ketangkasan belajar, dan kinerja menghasilkan peningkatan berkelanjutan dan ketahanan organisasi. Namun, lingkaran keseimbangan, yang diwakili oleh stres dan kelelahan adaptasi, membatasi pertumbuhan ketika perubahan digital melebihi kapasitas adaptasi karyawan. Skenario kebijakan komparatif menunjukkan bahwa peningkatan intensitas pelatihan mempercepat pengembangan kemampuan tetapi meningkatkan stres, sementara peningkatan program mitigasi stres menstabilkan pembelajaran dan mempertahankan peningkatan kinerja dari waktu ke waktu. Temuan ini menyoroti bahwa transformasi digital SDM yang berkelanjutan membutuhkan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan kemampuan adaptasi manusia. Penekanan berlebihan pada kecepatan dan otomatisasi dapat menghasilkan resistensi sistemik, sedangkan intervensi seimbang yang menggabungkan investasi digital, pembelajaran berkelanjutan, dan dukungan psikologis mendorong organisasi yang tangguh dan lincah. Secara teoritis, studi ini memperluas manajemen SDM strategis dengan mengintegrasikan dinamika sistem untuk menjelaskan perilaku transformasi nonlinier dan adaptasi berbasis umpan balik. Secara praktis, studi ini mengidentifikasi titik pengungkit utama seperti peningkatan kelincahan belajar dan manajemen stres yang memungkinkan organisasi untuk merancang strategi digital SDM yang dinamis dan berkelanjutan yang selaras dengan daya saing jangka panjang.
Digital HR Analytics Capability and Talent Retention: The Mediating Role of Employee Trust in Technology in the Cellular Phone Industry Elvie Maria; Mulia Sosiady; Kamaruddin Kamaruddin; Poniah Juliawati; Peni Cahyati
Dinasti International Journal of Education Management and Social Science Vol. 7 No. 6 (2026): Dinasti International Journal of Education Management and Social Science (Augus
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijemss.v7i6.6347

Abstract

The cellular phone industry is characterized by rapid technological innovation, intense competition, and continuous digital transformation. In early 2026, the global smartphone market was dominated by flagship models such as the Apple iPhone 17, Samsung Galaxy S25 Ultra, and Google Pixel 10, while premium performance devices including the OnePlus 15 and Samsung Galaxy Z Fold 7 led in advanced technological capability. In the mid-range and entry-level segments, devices such as Redmi 15C, TECNO Spark 40 Pro+, and Samsung Galaxy A07 gained significant market attention. This dynamic environment requires organizations within the cellular phone industry to strengthen digital human resource strategies to retain high-performing talent. This study examines the effect of Digital HR Analytics Capability on Talent Retention, with Employee Trust in Technology positioned as a mediating variable. This research adopts a quantitative explanatory design using a survey of employees working in companies engaged in the development, production, and distribution of leading smartphone brands in early 2026. Structural Equation Modeling (SEM) was employed to test the direct and indirect relationships among Digital HR Analytics Capability, Employee Trust in Technology, and Talent Retention. The findings indicate that Digital HR Analytics Capability has a positive and significant effect on Employee Trust in Technology. Employee Trust in Technology significantly influences Talent Retention, and Digital HR Analytics Capability also directly affects Talent Retention. Furthermore, Employee Trust in Technology partially mediates the relationship between Digital HR Analytics Capability and Talent Retention. These results suggest that data-driven HR decision-making systems, predictive workforce analytics, and transparent digital performance management enhance employee confidence in technological systems, which in turn strengthens retention intentions. This study contributes to strategic human resource management literature by extending digital capability frameworks into high-technology manufacturing industries. Practically, the findings highlight that companies in the cellular phone industry must not only invest in advanced HR analytics systems but also build employee trust in digital technologies to sustain competitive human capital advantages.