Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Strategi Manajemen Likuiditas dan Ketahanan Kinerja Bank Syariah Indonesia di Masa Krisis Ekonomi Venny Maulidah Perdani
EBIZER: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : PT. Cendekia Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67083/ebizer.v2i1.40

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menelaah secara mendalam strategi manajemen likuiditas yang diterapkan oleh perbankan syariah dalam merespons tekanan ekonomi dan krisis, dengan mengambil fokus studi kasus pada PT Bank Syariah Indonesia, Tbk (BSI). Bagi institusi perbankan syariah, pengelolaan likuiditas menghadirkan tantangan yang unik dan krusial; hal ini disebabkan oleh terbatasnya instrumen pasar uang yang sesuai dengan prinsip syariah serta adanya risiko ganda berupa penumpukan likuiditas atau sebaliknya, penarikan dana nasabah secara tiba-tiba. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi literatur dan analisis data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan BSI periode 2022–2024 untuk mengevaluasi langkah mitigasi risiko. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa BSI berhasil menerapkan strategi likuiditas yang adaptif. Strategi tersebut mencakup alokasi aset yang optimal pada instrumen sangat likuid (kas dan penempatan di Bank Indonesia), diversifikasi investasi pada surat berharga negara berbasis syariah, serta pengendalian risiko pembiayaan yang ketat. Keberhasilan ini tercermin dari penurunan rasio Non Performing Financing (NPF) yang konsisten dari 2,42% pada tahun 2022 menjadi 1,90% pada tahun 2024. Di sisi lain, aksi korporasi strategis berupa merger tiga bank syariah milik negara telah memperkokoh struktur modal dan basis nasabah, yang berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan aset sebesar 33% dan laba bersih 22,83%. Kesimpulannya, kombinasi antara prinsip kehati-hatian (prudence) dalam pengelolaan aset, struktur modal yang kuat, dan manajemen risiko yang disiplin mampu menjaga stabilitas operasional serta kepercayaan publik di tengah ketidakpastian ekonomi.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PENANGGULANGAN PEMADAM KEBAKARAN DI DESA SEBAUNG KECAMATAN GENDING Husni Mubaroq; Dedi Joko Hermawan; Venny Maulidah Perdani; Kristiyono Kristiyono
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Maret 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/07a40s80

Abstract

The increasing density of housing in rural areas has heightened the risk of fires, often exacerbated by delayed information, traffic congestion, limited water sources, and inaccessible locations. To address this issue, a socialization program was conducted in Sebaung Village to enhance community knowledge and skills in fire prevention and management. Activities included education sessions and practical simulations using both traditional and modern methods, such as fire extinguishers. The results showed improved community understanding of fire causes, firefighting techniques, and preventive measures. Residents now better understand the fire process based on three main elements and the importance of preparing simple tools, such as sand, burlap sacks, towels, and blankets, as preventive measures.
OPTIMALISASI PEMAHAMAN PAJAK UMKM MELALUI KEGIATAN SOSIALISASI DAN EDUKASI PERPAJAKAN Venny Maulidah Perdani; Yekti Rahajeng; Danar Maulana Ardani; Debbrin Kusidayati; Lyra Anggun Afrilia Efendi; Syahr Banu
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 5 No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v5i1.7091

Abstract

Pajak merupakan salah satu sumber utama penerimaan negara, termasuk dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, kenyataannya masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami kewajiban perpajakan mereka. Situasi serupa juga terlihat di Desa Kalisalam, Kabupaten Probolinggo, di mana sebagian besar pelaku usaha mengaku kesulitan membedakan antara pajak pusat dan pajak daerah, bahkan sebagian masih menganggap pajak sebagai beban. Untuk mengatasi masalah tersebut, Kampus Universitas Panca Marga menyelenggarakan program sosialisasi dan edukasi perpajakan dengan metode sederhana. Kegiatan meliputi diskusi awal, penyusunan materi sesuai kebutuhan, hingga pelatihan perhitungan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat, perubahan sikap terhadap pajak, serta tumbuhnya rasa percaya diri peserta dalam melaksanakan kewajiban perpajakan. Banyak pelaku UMKM yang sebelumnya hanya mengenal istilah "pajak" kini sudah memahami perbedaan pajak pusat dan daerah, cara menghitung tarif berdasarkan omzet, serta menyadari bahwa pajak sesungguhnya kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan desa. Temuan ini memperlihatkan bahwa pendekatan edukasi yang sederhana dan partisipatif dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan literasi pajak bagi UMKM. Dengan demikian, pelaku usaha tidak hanya lebih taat secara administratif, tetapi juga lebih siap mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.