Desa Tanjung Kurung memiliki potensi hortikultura lokal berupa tanaman jeruk lemon yang pemanfaatannya belum optimal karena keterbatasan teknologi pengolahan sekunder. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi lokal tersebut melalui hilirisasi komoditas jeruk lemon menjadi produk sabun cuci piring cair organik berskala rumah tangga guna mengurangi pengeluaran rutin sekaligus membuka peluang pendapatan baru bagi masyarakat. Metode pelaksanaan pengabdian ini menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) dan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan secara aktif 40 peserta dari kelompok ibu-ibu rumah tangga dan kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Intervensi dirancang melalui empat tahapan utama: persiapan dan pemetaan aset, pelaksanaan pelatihan terpadu formulasi praktis (berbasis volume mikro 2 liter), edukasi literasi bisnis dan pengemasan, serta evaluasi komparatif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya transformasi keterampilan praktis mitra yang sangat signifikan. Melalui observasi performa langsung, mitra kini telah sangat cekatan dan mandiri dalam mengolah surfaktan, menakar formula, menyaring filtrat lemon, mengontrol kestabilan emulsi sabun pada derajat keasaman (pH) netral yang aman bagi kulit, hingga mengemas produk secara estetis. Secara ekonomi, penguasaan teknologi tepat guna skala rumah tangga ini mampu menekan biaya belanja bulanan domestik serta menginisiasi peluang rintisan kewirausahaan baru berbasis sumber daya perdesaan yang ramah lingkungan.