Stunting masih menjadi masalah gizi utama di Indonesia, salah satunya akibat rendahnya konsumsi pangan hewani pada balita. Rendahnya pemanfaatan pangan hewani sering disebabkan oleh kurangnya pemahaman ibu dan kader Posyandu mengenai nilai gizi serta cara pengolahan yang tepat. Nagari Sulit Air merupakan wilayah dengan prevalensi stunting balita tertinggi di Kabupaten Solok, melebihi angka nasional. Program pengabdian masyarakat ini difokuskan pada demonstrasi pengolahan makanan berbasis pangan hewani sebagai inovasi edukasi gizi. Kegiatan diikuti oleh 68 peserta yang terdiri atas ibu balita dan kader Posyandu. Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu sosialisasi dan koordinasi dengan pihak nagari serta stakeholder, edukasi gizi dan demonstrasi pengolahan pangan hewani dengan panduan Buku Resep Praktis Atasi Stunting, serta tahap evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan secara signifikan tentang stunting dan pertumbuhan, jenis dan manfaat pangan hewani, serta keamanan pengolahan pangan hewani pada peserta setelah kegiatan. Peserta menunjukkan partisipasi aktif dan antusiasme selama kegiatan. Terdapat. Dengan demikian, demonstrasi pengolahan makanan berbasis pangan hewani ini efektif meningkatkan pengetahuan gizi masyarakat dan berpotensi mendorong perubahan perilaku positif dalam praktik pengolahan makanan anak dalam upaya pencegahan stunting.