Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pembinaan Higienitas Tangan dan Makanan Dalam Pencegahan Stunting Benny Alexander Maisa; Zuhrah Taufiqa; Ricvan Dana Nindrea; Fathiya Rizqillah Ranza; Zelly Salmiyanti Rahman Zam; Mufidah Lailatul Qodariah Harahap; Fitria Eka Meyati Tanu; Navila Samsa Volasoohy
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i4.1033

Abstract

Kesehatan balita merupakan indikator penting dalam penilaian derajat kesehatan masyarakat. Stunting merupakan masalah kesehatan balita yang bersifat irreversible, mencerminkan status gizi buruk akibat kekurangan asupan dalam jangka panjang, penyakit infeksi, serta masalah higienitas dan sanitasi. Desa Pilubang di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat merupakan salah satu wilayah prioritas penanganan stunting. Tim Program Kemitraan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Padang melaksanakan kegiatan pembinaan higienitas tangan dan makanan sebagai upaya pencegahan stunting. Pembinaan ini dilaksanakan pada 23 peserta yang terdiri dari ibu balita dan kader Posyandu di Nagari Pilubang. Metode pembinaan melibatkan pre-test dan post-test, pemaparan materi edukasi dengan pendekatan partisipatif, praktik langsung perilaku hidup bersih dan sehat, khususnya dalam hal mencuci tangan dan pengolahan serta penyajian makanan yang higienis, serta pengisian worksheet. Antusiasme dan partisipasi aktif peserta menunjukkan bahwa pembinaan ini menarik dan efektif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, yang diharapkan dapat mendukung pencegahan stunting secara berkelanjutan melalui perubahan perilaku higienitas dan sanitasi yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.
Inovasi Kelas Gizi dalam Praktik Pemberian Makanan Pendamping ASI di Nagari Pilubang Lima Puluh Kota Zuhrah Taufiqa; Benny Alexander Maisa; Ricvan Dana Nindrea; Novia Elsaputri; Navila Samsa Volasoohy; Fitria Eka Mayeti Tanu; Arzeta Aprillia
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i4.1034

Abstract

Asupan nutrisi yang adekuat melalui praktik pemberian Makanan Pendamping ASI yang tepat merupakan faktor penting dalam mewujudkan status gizi dan pertumbuhan optimal balita. Kegagalan dalam periode pemberian Makanan Pendamping ASI meningkatkan risiko kejadian stunting pada anak di rentang usia 6 hingga 24 bulan. Nagari Pilubang yang terletak di Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat merupakan salah satu wilayah prioritas penanganan stunting. Tujuan Tim Program Kemitraan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Padang melaksanakan Kelas Inovasi Gizi adalah untuk memberikan edukasi tentang pentingnya Makanan Pendamping ASI bagi pertumbuhan anak dan upaya pencegahan stunting. Pelaksanaan kelas inovasi gizi dilaksanakan pada 26 peserta ibu balita dan kader Posyandu di Nagari Pilubang. Kegiatan ini terdiri dari pre-test, pemaparan materi edukasi gizi dan praktik pemberian Makanan Pendamping ASI, dan post test. Antusiasme dan partisipasi aktif dari seluruh peserta menunjukkan bahwa kelas inovasi gizi ini efektif dan menarik bagi mereka. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan terhadap informasi seputar gizi dan praktik pemberian Makanan Pendamping ASI.
Demonstrasi Pengolahan Makanan Berbasis Pangan Hewani untuk Pencegahan Stunting di Nagari Sulit Air Zuhrah Taufiqa; Nur Rahmi; Milya Novera; Benny Alexander Maisa; Navila Samsa Volasoohy; Mutia Erliza Mashfufah; Muhammad Khalish Fathani; Muhammad Raif Welfin Alkhairy; Ahmad Syauqy Allief
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2168

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi utama di Indonesia, salah satunya akibat rendahnya konsumsi pangan hewani pada balita. Rendahnya pemanfaatan pangan hewani sering disebabkan oleh kurangnya pemahaman ibu dan kader Posyandu mengenai nilai gizi serta cara pengolahan yang tepat. Nagari Sulit Air merupakan wilayah dengan prevalensi stunting balita tertinggi di Kabupaten Solok, melebihi angka nasional. Program pengabdian masyarakat ini difokuskan pada demonstrasi pengolahan makanan berbasis pangan hewani sebagai inovasi edukasi gizi. Kegiatan diikuti oleh 68 peserta yang terdiri atas ibu balita dan kader Posyandu. Rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu sosialisasi dan koordinasi dengan pihak nagari serta stakeholder, edukasi gizi dan demonstrasi pengolahan pangan hewani dengan panduan Buku Resep Praktis Atasi Stunting, serta tahap evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan secara signifikan tentang stunting dan pertumbuhan, jenis dan manfaat pangan hewani, serta keamanan pengolahan pangan hewani pada peserta setelah kegiatan. Peserta menunjukkan partisipasi aktif dan antusiasme selama kegiatan. Terdapat. Dengan demikian, demonstrasi pengolahan makanan berbasis pangan hewani ini efektif meningkatkan pengetahuan gizi masyarakat dan berpotensi mendorong perubahan perilaku positif dalam praktik pengolahan makanan anak dalam upaya pencegahan stunting.