Anugrah Ayumaharani Widyaningsih
Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Pendidikan Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Pendidikan Indonesia, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peningkatan Kesadaran Keberlanjutan Guru Biologi melalui Pelatihan Pengelolaan Limbah dan Design Thinking Eni Nuraeni; Dita Astriningrum; Dewi Susanti; Anugrah Ayumaharani Widyaningsih; Rani Siti Khoerunnisa; Fitri Husni Mardiyah; Ramadhani; Rianti Tri Wardani; Anisa Maharani; Hana Mumtaz
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JPMI - Februari 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.4291

Abstract

Permasalahan limbah organik di Sukabumi memerlukan peran berbagai pihak, terutama bidang pendidikan. Guru yang memiliki kesadaran keberlanjutan yang kuat dapat merencanakan proyek pembelajaran tentang limbah yang integratif dan holistik. Membekali guru dengan kesadaran keberlanjutan menjadi salah satu upaya mengurai permasalah tersebut. Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat adalah meningkatkan kesadaran keberlanjutan guru terhadap permasalahan pengelolaan limbah organik. Strategi yang dipilih adalah memberikan pelatihan pengelolaan limbah dengan memperhatikan kondisi lingkungan, sosial, dan ekonomi, serta pelatihan tentang design thinking untuk memastikan bahwa inovasi, ide, dan solusi yang dibuat berorientasi pada nilai keberlanjutan. Kegiatan mencakup dua fase, yaitu: pelatihan pengelolaan limbah organik dan design thinking serta kegiatan pengembangan studi kasus permasalahan limbah di sekolah. Kegiatan ini berpengaruh signifikan terhadap 3 dimensi kesadaran keberlanjutan; pengetahuan, sikap, dan perilaku guru dalam mencapai tujuan pembagunan berkelanjutan. Tidak ada perbedaan kesadaran keberlanjutan berdasarkan jenis kelamin, usia, jenjang pendidikan, dan keikutsertaan PPG. Artinya, kesadaran keberlanjutan guru tidak dipengaruhi oleh faktor formal, melainkan hal lain seperti pengalaman personal, interaksi sosial, atau pelatihan. Program pengabdian masyarakat membawa dampak positif dalam peningkatan kesadaran keberlanjutan guru sehingga diharapkan mereka dapat mengembangkan projek yang relevan untuk siswa sebagai kontribusi bidang pendidikan dalam penyelesaian masalah limbah organik di Sukabumi.
Pelatihan Penerapan Keterampilan Proses Sains pada Pembelajaran Biologi dengan Pendekatan Deep Learning Dita Astriningrum; Yanti Hamdiyati; Kusnadi; Mimin Nurjhani Kusumastuti; Sariwulan Diana; Dewi Susanti; Anugrah Ayumaharani Widianingsih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JPMI - Februari 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpmi.4401

Abstract

Guru biologi SMA di Kota Cimahi memilki tingkat pengalaman mengajar yang berbeda. Mereka memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai untuk mengajar biologi, namun tidak semua dari mereka memiliki pengalaman mengikuti pelatihan formal dalam pembelajaran berbasis deep learning. Deep learning, sebagai paradigma pendidikan di Indonesia, dapat mengoptimalisasi tercapainya Capaian Pelajaran Biologi, salah satunya keterampilan proses sains (KPS). Oleh sebab itu, pelatihan ini mengupayakan pendampingan berkelanjutan bagi guru biologi SMA di KBB dalam mengikuti perkembangan kurikulum serta untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan KPS. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi-refleksi. Dalam tahap pelaksanaan dilakukan pelatihan melalui webinar, bimbingan teknis, dan praktik mengajar. Model analisis pedagogical, content, knowledge (PCK) digunakan untuk menganalisis keterampilan guru. Model tersebut memiliki 3 komponen, yaitu: pengetahuan tentang pemahaman siswa, menentukan strategi belajar, dan memilih teknik serta jenis asesmen. Hasil analisis modul ajar menunjukkan bahwa PCK guru biologi dalam merencanakan masih perlu ditingkatkan lagi terutama dalam perumusan tujuan pembelajaran dan pemilihan media yang sesuai untuk aktivitas KPS dan deep learning. Analisis praktik mengajar menunjukkan guru berupaya melakukan semua dimensi deep learning, namun kesulitan dalam memfasilitasi KPS. Berdasarkan hasil dari pelatihan, program serupa perlu dilakukan dan ditingkatkan frekuensinya agar upaya pendampingan guru dalam mengikuti perubahan kurikulum dapat berkelanjutan.
ESD-Based Outdoor Learning in Animal Biosystematics Course: A Strategy to Improve Students' Understanding of Conservation Saefudin; Anugrah Ayumaharani Widianingsih; Fitri Husni Mardiyah; Suhara
Journal of Biology Learning Vol 8 No 1 (2026): March 2026
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jbl.v8i1.7565

Abstract

This study aims to explore the extent to which outdoor learning grounded in Education for Sustainable Development (ESD) enhances students' conceptual grasp of biodiversity, evolution, and conservation. Thirty-seven undergraduate biology education students participated in this study, which employed a quasi-experimental one-group pretest-posttest design in the Animal Biosystematics course. Data were collected using a standardized questionnaire and written cognition tests. The results showed a statistically significant improvement in students' posttest scores (M = 90.24, SD = 4.98) compared to their pretest scores (M = 81.29, SD = 3.65), with a significant effect t (36) = - 25.049, p < .001, Cohen's d = 2.17). The study of questionnaire responses revealed that over 88% of students had positive perceptions about the utilization of outdoor learning in four key areas: participation (who), learning content (what), learning environment (where), and instructional approach (how). Additionally, more than 67% of students stated they would be open to participating in future outdoor learning activities and planning that are based on ESD. Additionally, students stated that the educational experience raised their critical understanding of conservation and sustainability issues. These results imply that ESD-focused outdoor learning is an effective teaching method to promote ecological awareness and active student participation in biology classes with a sustainability focus.
Development of Electronic Modules Based on Socioscientific Issues on Biotechnology Material to Improve Argumentation Skills Fitri Husni Mardiyah; Widi Purwianingsih; Rini Solihat; Anugrah Ayumaharani Widianingsih; Dita Astriningrum; Rani Siti Khoerunnisa
Unnes Science Education Journal Vol. 14 No. 3 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v14i3.25676

Abstract

This study aims to develop an electronic module based on socio-scientific issues on biotechnology material using the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) model. This module is designed to improve high school students' argumentation skills and perceptions of biotechnology. The subjects of the study consisted of 76 grade XI students in West Bandung Regency. The three-tier test instrument was used to identify student misconceptions, with the results showing the highest percentage of misconceptions in the concepts of STEM cells (22%), recombinant bacteria (21%), and cloning (19%). Needs analysis was carried out through data triangulation, including diagnostic tests, teacher interviews, and student questionnaires. The electronic module developed includes material features, practicums, socio-scientific issues, perception space, and evaluation. Validation by material experts, technology, teachers, and students produced an average score of 3.31 (valid criteria) with a feasibility percentage of 83%. Field trials on 20 students showed an average effectiveness score of 3.19 (80%), included in the very valid category. The results of the study indicate that this module is effective in improving student understanding, interesting to use, and feasible to be applied in distance learning. The implications of this study emphasize the importance of developing innovative learning media to overcome misconceptions and encourage scientific literacy based on contemporary issues.