Hari Nugraha
Politeknik STIA LAN Bandung

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Analisis Penempatan Pegawai Berdasarkan Kompetensi di Dinas Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan I – VI Jawa Barat Ridwan, Rahma Auliya; Nugraha, Hari; Priatna, Ramdani; Pradesa, Hafid Aditya
Jurnal Manajemen dan Penelitian Akuntansi (JUMPA) Vol 17 No 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58431/jumpa.v17i2.260

Abstract

Pelaksanaan manajemen aparatur sipil negara, khususnya penempatan pegawai berdasarkan kebutuhan kompetensi masih belum maksimal. Salah satu organisasi perangkat daerah yang turut melaksanakan penempatan pegawai berdasarkan kompetensi yaitu Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat. Dinas dengan mayoritas kualifikasi jabatan pada bidang teknik, untuk mencapai efektivitas dalam pelaksanaannya perlu selektif dalam memilih calon pegawai untuk ditempatkan. Pada implementasi di lapangan, diketahui bahwa jumlah dan kualitas Sumber Daya Manusia dalam organisasi masih kurang. Hal tersebut dapat terjadi karena tidak seimbangnya antara pegawai yang tersedia dengan jumlah kebutuhan pegawai yang seharusnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian penempatan pegawai berdasarkan kompetensi, hambatan dalam pelaksanaan penempatan pegawai berdasarkan kompetensi, dan memberikan rekomendasi dalam melakukan penempatan pegawai berdasarkan kompetensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner sebagai instrumen dalam pengumpulan data di lapangan, dengan jumlah sampel 45 pegawai jabatan pelaksana pemeliharaan jalan Unit Pelaksana Teknis Dinas Wilayah Pelayanan I – VI Provinsi Jawa Barat yang didasarkan pada penggunaan teknik sampel kuota. Hasil penelitian ini adalah berupa rekomendasi profil kesesuaian penempatan pegawai berdasarkan kompetensi yang disusun berdasarkan analisis pada penghitungan nilai rata-rata yang diperoleh masing-masing pegawai, juga dengan mempertimbangkan faktor pendidikan dan kompetensi pegawai. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa kesesuaian penempatan pegawai berdasarkan kompetensi pada organisasi berada pada kategori sesuai atau baik, yang mana masih terdapat temuan penempatan yang sangat tidak sesuai antara kualifikasi pegawai dengan kualifikasi jabatan.
Analisis Penempatan Pegawai Berdasarkan Kompetensi di Dinas Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan I – VI Jawa Barat Ridwan, Rahma Auliya; Nugraha, Hari; Priatna, Ramdani; Pradesa, Hafid Aditya
Jurnal Manajemen dan Penelitian Akuntansi (JUMPA) Vol 17 No 2 (2024): Juli - Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58431/jumpa.v17i2.260

Abstract

Pelaksanaan manajemen aparatur sipil negara, khususnya penempatan pegawai berdasarkan kebutuhan kompetensi masih belum maksimal. Salah satu organisasi perangkat daerah yang turut melaksanakan penempatan pegawai berdasarkan kompetensi yaitu Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat. Dinas dengan mayoritas kualifikasi jabatan pada bidang teknik, untuk mencapai efektivitas dalam pelaksanaannya perlu selektif dalam memilih calon pegawai untuk ditempatkan. Pada implementasi di lapangan, diketahui bahwa jumlah dan kualitas Sumber Daya Manusia dalam organisasi masih kurang. Hal tersebut dapat terjadi karena tidak seimbangnya antara pegawai yang tersedia dengan jumlah kebutuhan pegawai yang seharusnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian penempatan pegawai berdasarkan kompetensi, hambatan dalam pelaksanaan penempatan pegawai berdasarkan kompetensi, dan memberikan rekomendasi dalam melakukan penempatan pegawai berdasarkan kompetensi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner sebagai instrumen dalam pengumpulan data di lapangan, dengan jumlah sampel 45 pegawai jabatan pelaksana pemeliharaan jalan Unit Pelaksana Teknis Dinas Wilayah Pelayanan I – VI Provinsi Jawa Barat yang didasarkan pada penggunaan teknik sampel kuota. Hasil penelitian ini adalah berupa rekomendasi profil kesesuaian penempatan pegawai berdasarkan kompetensi yang disusun berdasarkan analisis pada penghitungan nilai rata-rata yang diperoleh masing-masing pegawai, juga dengan mempertimbangkan faktor pendidikan dan kompetensi pegawai. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa kesesuaian penempatan pegawai berdasarkan kompetensi pada organisasi berada pada kategori sesuai atau baik, yang mana masih terdapat temuan penempatan yang sangat tidak sesuai antara kualifikasi pegawai dengan kualifikasi jabatan.
BUREAUCRATIC SIMPLIFICATION: CHANGES IN ORGANIZATIONAL STRUCTURE FROM STRUCTURAL TO FUNCTIONAL IN THE CENTRAL JAVA PROVINCIAL GOVERNMENT Maria Susiawati; Hari Nugraha; Anon Priyantoro
International Journal of Economics, Business and Accounting Research (IJEBAR) Vol 9 No 1 (2025): IJEBAR : Vol. 9, Issue 1, March 2025
Publisher : LPPM ITB AAS INDONESIA (d.h STIE AAS Surakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/ijebar.v9i1.16764

Abstract

Bureaucracy still faces inefficiency and ineffectiveness problems while facing the challenges of very dynamic strategic environmental changes, for this reason the government has launched a bureaucratic simplification program implemented by the Central Java Provincial Government starting in 2021. However, the implementation of this policy has not been optimal. This study examines the changes in six elements of organizational structure from structural to functional in the implementation of bureaucratic simplification. The theory of mechanical and organic organizations is used to describe the nature of structural and functional organizational structures. A qualitative approach with descriptive methods and data collection from interviews and literature reviews have been used in this study. Interviews were conducted with informants from four OPDs in the Central Java Provincial Government, namely the Legal Bureau of the Regional Secretariat, Bappeda, the Agriculture and Plantation Service, and the Investment and One-Stop Integrated Service Service. The literature review was in the form of a review of several theories/concepts and related regulations. The study found that there had been a pseudo change, the characteristics of a structural mechanical organization were still maintained, managerial tasks in 4-6 layers, rigid and homogeneous departmentalization, a chain of command with vertical communication flow, a tall span of control, and centralized decision making. Changes towards organic organization are obtained from the teamwork approach in carrying out work. More appropriate changes in organizational structure in simplifying bureaucracy have been explained. The study recommends the elimination of coordinators and sub-coordinators with managerial duties permanently in the organizational structure of OPD, the implementation of a team-based work system, and the development of employee professionalism and competence as prerequisites for a functional organization that is responsive to change. Academic recommendations in the form of research on simplificationbureaucracy that focuses on the categorization/level of change of OPD from mechanical to organic organizations, research on competency and career development for functional positions, and research on the effectiveness of the new squad system work system.
EFEKTIVITAS UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI BIDANG METROLOGI INDUSTRI TENTANG ALAT UKUR DI PT. PINDAD Nurlita, Canya Maghfira; Priatna, Ramdani; Pradesa, Hafid Aditya; Nugraha, Hari
JAMBURA: Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis Vol 7, No 3 (2025): JIMB - VOLUME 7 NOMOR 3 JANUARI 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37479/jimb.v7i3.28582

Abstract

PT Pindad (Persero) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi alat pertahanan dan keamanan Negara Indonesia. Hal tersebut membuat perusahaan memerlukan berbagai sumber daya manusia yang kompeten di dalam bidang pekerjaannya. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kompetensi karyawan adalah melalui program pelatihan. Pelatihan yang telah dilaksanakan oleh PT Pindad (Persero) pada tahun 2021 adalah Pelatihan Metrologi Industri tentang Alat Ukur. Pada implementasinya, pelatihan membutuhkan tahapan evaluasi yang dapat digunakan untuk mengukur dampak dari pelatihan terhadap perilaku kerja karyawan. Evaluasi tersebut merupakan evaluasi level 3 milik Kirkpatrick. Penelitian ini merupakan penelitian desain evaluatif menggunakan metode kuantitatif deskriptif.  Evaluasi dilakukan untuk mengukur perubahan perilaku kerja karyawan terkait pengukuran yang mengacu kepada 3 Unit Kompetensi pengukuran di dalam SKKNI Logam Mesin Nomor 108 Tahun 2019. Perilaku kerja ditunjukkan melalui ketiga aspek kompetensi, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Selanjutnya, dilakukan analisis terhadap faktor-faktor pendorong perubahan perilaku kerja karyawan yang diukur dari tingkat aktualisasi diri, lingkungan kerja, dan dukungan atasan. Kedua hasil analisis tersebut membantu menentukan tingkat efektivitas program Pelatihan Metrologi Industri tentang Alat Ukur.
Upskilling dan Reskilling Dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia Pada Badan Pusat Statistik Kabupaten Kuningan Utami, Racma Sri; Nugraha, Hari; Priatna, Ramdani; Pradesa, Hafid Aditya
Jurnal Manajemen dan Penelitian Akuntansi (JUMPA) Vol 18 No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Cendekia Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58431/jumpa.v18i2.292

Abstract

Perkembangan era globalisasi yang menimbulkan tren-tren baru dan menuntut adanya transformasi keterampilan-keterampilan dalam menghadapi berbagai tantangan khususnya dalam ketenagakerjaan. Permasalahan dalam penelitian ini difokuskan untuk menemukenali tingkat kesenjangan pada keterampilan pegawai secara aktual yang dibandingkan dengan standar keterampilan pegawai. Tujuannya yaitu untuk: (1) mendeskripsikan tingkat keterampilan pegawai, (2) mengidentifikasi tingkat kesenjangan keterampilan pegawai, dan (3) merancang program upskilling dan reskilling. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif melalui penyebaran instrumen kuesioner bagi pegawai Badan Pusat Statistik Kabupaten Kuningan dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang pegawai. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa keterampilan aktual pegawai masih berada dibawah standar keterampilan yang ditetapkan oleh organisasi. Kondisi tersebut diperoleh dari perhitungan nilai rata-rata keterampilan aktual pegawai dengan standar keterampilan dalam aspek mengumpulkan data, menelaah data, dan memvalidasi data. Untuk mengatasi kesenjangan keterampilan tersebut dapat melalui program upskilling dan reskilling yang relevan dengan bidang data pada Badan Pusat Statistik Kabupaten Kuningan yakni melalui: (1) peninjauan tingkat literasi data, (2) pre-test dan post-test, (3) pelatihan analisis big data, (4) pelatihan statistisi, dan (5) e-learning. Program-program upskilling dan reskilling yang dirancang tersebut bertujuan guna menghindari terjadinya ketertinggalan sumber daya manusia serta sebagai bentuk investasi kepada sumber daya manusia melalui peningkatan kapabilitas keterampilan.
Designing a Strategic Talent Management Framework to Cultivate Digital Talent in PT INTI (Persero) Syafira Annisa Azzahra; Hari Nugraha; Teni Listiani; Nadiarani Anindita
Innovation Business Management and Accounting Journal Vol. 4 No. 4 (2025): October - December
Publisher : Trescode Green Organization

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56070/ibmaj.v4i4.352

Abstract

PT INTI (Persero) is a company driven by a mission, with one pivotal objective being the cultivation of digital talent to fortify the industry and ecosystem. In pursuit of this mission, the imperative of instituting an effective talent management system at PT INTI (Persero) becomes evident. However, the reality stands that the company has not yet fully realized the implementation of an optimal talent management system. In light of this, the present study delves into an analysis of the stages of PT INTI (Persero)'s talent management system, aimed at identifying the obstacles impeding its full execution and devising a prospective talent management framework suitable for PT INTI (Persero). Employing qualitative methodologies, this research employs data gathering techniques inclusive of interviews, observations, and document reviews. The findings from this investigation reveal the absence of established procedures or regulations governing the implementation of the talent management system at PT INTI (Persero). Based on these conclusions, a well-crafted design for the talent management system has been formulated, tailored to the specific field conditions and incorporating ongoing and forthcoming programs envisioned by PT INTI (Persero). This comprehensive design encompasses six distinct stages: talent acquisition, talent training and development, talent deployment, talent performance management, talent retention, and talent release.
Beyond Time and Place: Why Autonomy Flexibility is the Real Driver of Engagement in the Public Sector Hari Nugraha; Muhammad Taufiq; Iin Agustina
Innovation Business Management and Accounting Journal Vol. 5 No. 1 (2026): January - March
Publisher : Trescode Green Organization

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56070/ibmaj.v5i1.374

Abstract

This research aims to explore the intricate relationship between Flexible Work Arrangements (FWA) and Job Engagement within the specific context of the public sector in Bandung, Indonesia. In an era of rapid digital transformation and evolving bureaucratic demands, understanding how work design influences civil servant motivation is crucial. This study employs a quantitative research design, deconstructing FWA into three distinct dimensions—time flexibility, place flexibility, and autonomy flexibility—while measuring job engagement through the components of vigor, dedication, and absorption. Data were systematically collected from 71 public sector employees through online surveys supported by field enumerators to ensure data integrity. The results of the multiple regression analysis reveal a significant paradigm shift in how engagement is cultivated in public organizations. Findings indicate that autonomy flexibility is the sole significant predictor of job engagement, specifically exerting a strong positive influence on dedication and absorption. Conversely, time and place flexibility were found to be statistically insignificant across all engagement dimensions. This suggests that for public sector employees, psychological empowerment and procedural control are far more valuable than logistical convenience. These results highlight that autonomy acts as a primary catalyst for public service motivation and proactive work behavior. Practically, government agencies are advised to transition from rigid compliance-based management to trust-based job redesigns that prioritize task autonomy to foster a highly focused and dedicated workforce.