p-Index From 2021 - 2026
1.084
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Basataka (JBT)
Vita Riahni Saragih
Universitas HKBP Nommensen

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS WACANA KRITIS PADA TEKS BERITA ONLINE SENGKETA 4 PULAU ACEH DAN SUMATERA UTARA Angelica Magira Siahaan; Marlina Agkris Tambunan; Vita Riahni Saragih; Junifer Siregar; Immanuel Doclas Belmondo Silitonga
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1044

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur wacana kritis pemberitaan sengketa empat pulau antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara di media daring CNNIndonesia.com dan Kompas.com menggunakan model analisis wacana kritis Teun A. Van Dijk yang meliputi tiga dimensi struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, di mana data diambil dari teks berita tanpa observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada struktur makro, CNNIndonesia.com menonjolkan aspek administratif dan politik, seperti peran Gubernur Sumatera Utara, Menteri Dalam Negeri, dan keputusan Presiden Prabowo, sedangkan Kompas.com lebih menekankan tema perdamaian, rekonsiliasi, dan persatuan nasional. Pada superstruktur, kedua media memiliki pola penyajian serupa: dimulai dari judul dan lead yang menyoroti inti peristiwa, diikuti isi berita yang menguraikan kronologi, dasar hukum, serta tanggapan pihak terkait, dan ditutup dengan penegasan pesan utama. Pada struktur mikro, CNNIndonesia.com menggunakan diksi teknis dan formal yang menegaskan otoritas negara, sedangkan Kompas.com memilih leksikon emosional dan persuasif untuk menonjolkan semangat kebersamaan. Secara keseluruhan, konstruksi wacana kedua media tidak hanya menyajikan fakta administratif, tetapi juga merefleksikan ideologi media CNNIndonesia.com berorientasi pada legalitas dan otoritas negara, sementara Kompas.com menonjolkan integrasi sosial dan nasionalisme.
ANALISIS MAKNA ORNAMEN PINAR RUMAH ADAT SIMALUNGUN (KAJIAN SEMIOTIKA) Ckrisna Ajai Purba; Jumaria Sirait; Junifer Siregar; Marlina Agkris Tambunan; Vita Riahni Saragih
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1056

Abstract

Penelitian ini mengkaji ukiran pinar pada Rumah Bolon Simalungun sebagai warisan budaya Simalungun di Sumatera Utara, yang rentan tergerus modernisasi. Konteks historis dan kultural ornamen ini memerlukan pemahaman mendalam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi, mengklasifikasikan bentuk dan motif pinar melalui pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure, serta memahami maknanya dalam konteks masyarakat Simalungun. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian berfokus pada analisis makna simbolik dan fungsi budaya ornamen. Lokasi penelitian meliputi Museum Simalungun (Pematangsiantar) dan Rumah Bolon Pematang Purba (Simalungun). Hasil penelitian menunjukkan pinar adalah sistem tanda Saussurean, di mana bentuk visual (signifier) merepresentasikan makna filosofis (signified) nilai-nilai luhur masyarakat Simalungun, seperti perlindungan, keseimbangan, kekuatan, dan hubungan spiritual. Variasi bentuk yang muncul diyakini tidak menggeser makna simbolik intinya. Penelitian ini merekomendasikan pelestarian melalui edukasi budaya dan pemberdayaan seniman agar filosofi Rumah Bolon Simalungun tetap lestari.
ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA DALAM BUKU "NANTI JUGA SEMBUH SENDIRI" KARYA HELO BAGAS Johanes Riscy Purba; Jumaria Sirait; Junifer Siregar; Marlina Agkris Tambunan; Vita Riahni Saragih
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1057

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan akan literatur self-healing yang mampu merangkul pembaca tanpa memberikan kesan menggurui atau menghakimi. Meskipun buku pengembangan diri bertema kesehatan mental marak diterbitkan, seringkali terdapat kesenjangan dalam penggunaan gaya bahasa yang mampu menyentuh sisi emosional pembaca secara santun dan empatik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan maksim kesantunan berbahasa dalam buku “Nanti Juga Sembuh Sendiri” karya Helo Bagas sebagai strategi kebahasaan dalam mendukung pemulihan kesehatan mental. Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi pustaka (library research), data dianalisis menggunakan teori kesantunan Geoffrey Leech. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kesantunan berbahasa sangat dominan dengan tingkat kepatuhan mencapai 82,7%. Maksim Simpati menjadi yang paling menonjol, diikuti oleh Maksim Kerendahan Hati, Penghargaan, Kebijaksanaan, Kedermawanan, dan Permufakatan. Temuan ini mengungkapkan bahwa penggunaan strategi kesantunan tersebut berfungsi memberikan validasi emosional, menormalisasi pengalaman negatif, serta membangun rasa memiliki (sense of belonging) bagi pembaca. Penerapan prinsip kesantunan Leech secara kontekstual terbukti menciptakan narasi yang hangat dan suportif, sehingga bahasa santun dalam literatur self-healing tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi berperan krusial dalam membantu pembaca memproses pengalaman kesehatan mental secara lebih sehat dan konstruktif.
ANALISIS GAYA BAHASA DAN NILAI PENDIDIKAN PADA NOVEL "INGATAN IKAN-IKAN" KARYA SASTI GOTAMA Ester Angelita Saragih; Marlina Agkris Tambunan; Immanuel Doclas Belmondo Silitonga; Junifer Siregar; Vita Riahni Saragih
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1058

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya bahasa dan nilai pendidikan yang terkandung dalam novel Ingatan Ikan-Ikan karya Sasti Gotama, didorong oleh urgensi menelaah karya sastra kontemporer sebagai media transmisi nilai-nilai moral dan sosial. Meskipun novel ini kaya akan unsur estetik dan naratif yang kompleks, potensi didaktisnya perlu diungkap lebih jauh. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada dua rumusan masalah utama: (1) bagaimana gaya bahasa (majas) yang digunakan dalam novel, dan (2) bagaimana bentuk nilai pendidikan yang termuat di dalamnya. Penelitian kualitatif-deskriptif ini menggunakan pendekatan analisis isi (content analysis) terhadap data yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan dari novel sebagai sumber utama dan literatur teori sastra pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini menggunakan variasi majas yang signifikan, meliputi metafora, simbolik, paradoks, oksimoron, dan litotes, yang memperkuat ekspresi emosional tokoh. Selain itu, novel ini mengandung nilai pendidikan karakter berupa religiusitas, kerja keras, dan kepedulian sosial yang tercermin melalui tindakan para tokoh. Dengan demikian, novel Ingatan Ikan-Ikan tidak hanya berfungsi sebagai karya sastra yang indah secara estetis, tetapi juga efektif sebagai media pendidikan karakter yang reflektif bagi pembaca.
ANALISIS GAYA BAHASA, PENOKOHAN DAN DIDAKTIS DALAM NOVEL "SEPORSI MIE AYAM SEBELUM MATI" KARYA BRIAN KHRISNA Gadis Ayang Runa; Vita Riahni Saragih; Immanuel Doclas Belmondo Silitonga; Jumaria Sirait; Junifer Siregar
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1059

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif gaya bahasa, penokohan, dan nilai didaktis yang terdapat dalam novel “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati” karya Brian Khrisna. Novel fiksi populer ini dipilih sebagai objek kajian karena popularitasnya yang tinggi dan dianggap merefleksikan dinamika batin remaja, namun analisis struktural mendalam, terutama terkait aspek estetika bahasa dan muatan moral, masih terbatas. Urgensi studi ini terletak pada upaya mengisi kesenjangan tersebut, sekaligus meninjau efektivitas novel sebagai media pendidikan karakter. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan menganalisis kutipan teks yang mengandung unsur-unsur tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa dalam novel sangat beragam; majas hiperbola dominan, mencerminkan kedalaman emosi tokoh. Penokohan utama (Ale) memperlihatkan perkembangan karakter melalui konflik batin. Sementara itu, nilai didaktis seperti kegigihan, empati, dan hikmah hidup terkandung kuat, menjadikannya sarana penting untuk pendidikan moral. Dengan demikian, novel ini tidak hanya bernilai estetika tinggi, tetapi juga membawa pesan mendalam tentang perjuangan dan penerimaan diri.
ANALISIS MIMESIS NOVEL “DUNIA SUNYI” KARYA ACHI TM Reny Rianti Pakpahan; Junifer Siregar; Marlina Agkris Tambunan; Jumaria Sirait; Vita Riahni Saragih
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1061

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis novel Dunia Sunyi karya Achi TM melalui pendekatan mimesis serta mengidentifikasi nilai-nilai sosial dan kemanusiaan yang tercermin di dalamnya. Pendekatan mimesis digunakan untuk menelaah sejauh mana karya sastra ini merefleksikan realitas kehidupan penyandang disabilitas, khususnya tunarungu, dalam konteks sosial masyarakat Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka (library research) dengan sumber utama berupa teks novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dunia Sunyi secara realistis menggambarkan perjalanan penyandang disabilitas dari penolakan menuju penerimaan, serta perjuangan keluarga dalam menghadapi stigma sosial. Melalui tokoh-tokohnya, novel ini menampilkan berbagai nilai sosial dan kemanusiaan seperti empati, kasih sayang, solidaritas, perjuangan, dan rekonsiliasi. Sosok Bu Sulis dan Wulan menjadi simbol kekuatan, keteguhan, serta cinta tanpa syarat dalam menghadapi keterbatasan. Selain itu, novel ini menegaskan pentingnya dukungan keluarga, pendidikan, dan lingkungan inklusif dalam membangun keadilan sosial bagi penyandang disabilitas. Dengan demikian, Dunia Sunyi tidak hanya meniru realitas sosial, tetapi juga menyuarakan kesadaran moral tentang pentingnya empati dan penghargaan terhadap keberagaman manusia.
REPRESENTASI ISU SOSIAL DALAM NOVEL REMAJA "LAUT BERCERITA" KARYA LEILA S. CHUDORI DAN PENGARUHNYA TERHADAP PEMBENTUKAN IDENTITAS SISWA Sri Maya Simanjuntak; Junifer Siregar; Marlina Agkris Tambunan; Jumaria Sirait; Vita Riahni Saragih
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1063

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi isu-isu sosial dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori untuk merespons minimnya literasi sejarah dan degradasi empati sosial di kalangan generasi muda terhadap tragedi pelanggaran HAM masa lalu. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian melibatkan analisis isi serta survei dan wawancara terhadap siswa SMA Negeri 2 Pematangsiantar. Masalah utama yang mendasari studi ini adalah kecenderungan pembelajaran formal yang kaku, sehingga gagal menumbuhkan kesadaran kritis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini merepresentasikan isu sosial melalui faktor kebudayaan, psikologis, dan ekonomi yang mencerminkan realitas kelam Orde Baru. Urgensi penelitian ini membuktikan bahwa karya sastra bukan sekadar hiburan, melainkan instrumen edukatif krusial untuk mengisi kekosongan memori kolektif bangsa. Dampaknya, penggunaan novel ini mampu mentransformasi identitas siswa menjadi pribadi yang lebih reflektif, memiliki empati mendalam terhadap penderitaan sesama, serta menanamkan tanggung jawab sosial. Dengan demikian, literasi sastra berbasis isu kemanusiaan menjadi solusi strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang berorientasi pada nilai keadilan dan perubahan sosial.