Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KRITIK SOSIOLOGIS DALAM PUISI "HIDUP TETAP BERJALAN DAN KITA TELAH LUPA ALASANNYA" KARYA IBE S. PALOGAI MENGGUNAKAN PENDEKATAN EKSPRESIF Nurhidayati Nurhidayati; Risna Wulandari Idris; Nadia Arsalina; Putri Salisa; Elmustian Rahman
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.1179

Abstract

Penelitian ini membahas bentuk kritik sosial yang disampaikan dalam antologi puisi Hidup Tetap Berjalan dan Kita Telah Lupa Alasannya karya Ibe S. Palogai dengan menggunakan pendekatan ekspresif. Fokus penelitian adalah menelaah bagaimana penyair mengekspresikan emosi, pengalaman subjektif, dan refleksi pribadi melalui kata, bait, dan citraan untuk menyampaikan kritik sosial. Data penelitian terdiri dari 19 puisi yang mengandung kritik sosial, yang dianalisis menggunakan pendekatan ekspresif untuk menangkap pengalaman emosional penyair terkait isu sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, konsumerisme, dan politik. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyair mengekspresikan perasaan frustrasi, cemas, kecewa, marah, dan keterasingan melalui citraan keseharian, finansial, serta kebijakan publik, sehingga puisi berfungsi tidak hanya sebagai karya estetis, tetapi juga sebagai media kritik sosial dan refleksi moral. Kebaruan penelitian ini terletak pada penekanan pada ekspresi emosional penyair sebagai sarana memahami kritik sosial, yang memberikan perspektif berbeda dibandingkan analisis tematik atau struktural sebelumnya. Berdasarkan temuan, disarankan agar pendekatan ekspresif digunakan sebagai metode analisis sastra untuk mengungkap makna subjektif dan kritik sosial dalam karya sastra lainnya. Implikasi penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan refleksi dalam pendidikan, literasi sosial, dan pengembangan kesadaran kritis terhadap isu-isu sosial yang relevan.