Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

UPAYA PENCEGAHAN KENAKALAN REMAJA DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Istiqomah Nur Ahya; Sri Mariana; Miftahul Fitri; Hila Liani; Oktami Achni; Tri Asthi Wulandari; Devi Saputri; Doni Aprizal Hadi; Wulan Musana Putri; Arya Tri Agustin K
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5680

Abstract

ABSTRACTJuvenile delinquency is a social issue that requires serious attention from various parties, particularly families, schools, and the community. This community service activity aims to provide$ education and guidance to high school stude$nts to prevent deviant behavior and improve the overall quality of education. The implementation methods included lectures socialization and student development activities emphasizing moral and religious values. The program targeted high school students who are$ vulnerable to negative$ influences such as unhealthy peer interactions, excessive use of social media and aggressive$ behavior. The results of the activity indicate an increase in students understanding of the impacts of juvenile delinquency and an improvement in their attitudes discipline, and learning motivation. The posttest scores showed a significant increase compared to the pretest results demonstrating the e$ffectiveness of the interventions provided. This program is expected to serve as a sustainable preventive e$ffort to develop well-behaved, discipline$d, and high-quality young ge$ne$rations.Keywords: juvenile$ delinquency, prevention, educational quality ABSTRAKKenakalan remaja merupakan salah satu permasalahan sosial yang perlu mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak, terutama keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ke$giatan pe$ngabdian ke$pada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pembinaan kepada remaja di Sekolah Menengah Atas agar mampu menghindari perilaku menyimpang serta dapat meningkatkan mutu Pendidikan disekolah. Metode$ pelaksanaan kegiatan dilakukan me$lalui ceramah, sosialisasi, dan pembinaan yang menekankan pada nilai-nilai moral serta agama. Sasaran kegiatan adalah remaja di Sekolah Menengah Atas yang rentan terhadap pengaruh negatif seperti pergaulan bebas, pe$nyalahgunaan media sosial, dan perilaku agresif. Hasil ke$giatan menunjukkan adanya pe$ningkatan pe$mahaman peserta tentang dampak kenakalan remaja serta meningkatnya nilai siswa dalam menunjang mutu pendidikan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah preventif yang berkelanjutan dalam menciptakan generasi muda yang berakhlak, disiplin, dan bermutu.Kata kunci : kenakalan remaja, pencegahan, mutu pendidikanJuve$nile$ de$linque$ncy is a social issue$ that re$quire$s se$rious atte$ntion from various partie$s, particularly familie$s, schools, and the$ community. This community se$rvice$ activity aims to provide$ e$ducation and guidance$ to high school stude$nts to pre$ve$nt de$viant be$havior and improve$ the$ ove$rall quality of e$ducation. The$ imple$me$ntation me$thods include
Eksplorasi Etnomatematika pada Batik Seluang Mudik Sarolangun Jambi Sri Mariana; Siti Nur Hikma; Azira Tunnuzur; Tri Asthi Wulandari; Devi Saputri
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/ft87sx23

Abstract

Abstrak Batik Seluang Mudik merupakan salah satu kain batik khas Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, yang menampilkan motif utama berupa ikan seluang (Rasbora sp.) yang bermigrasi melawan arus sungai. Motif ini terinspirasi dari fenomena alam sungai-sungai di Sarolangun, khususnya perilaku musiman ikan seluang yang berenang ke hulu untuk bertelur. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi konsep-konsep matematika yang termuat dalam motif Batik Seluang Mudik Sarolangun Jambi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode etnografi. Hasil kajian menunjukkan bahwa motif batik tersebut memuat berbagai konsep matematika, antara lain: (1) geometri transformasi yang meliputi translasi, refleksi, rotasi, dan dilatasi; (2) konsep simetri dan pola berulang; (3) karakteristik fraktal dalam pengulangan motif; (4) geometri bidang seperti segitiga, elips, dan kurva lengkung; serta (5) konsep proporsi dan perbandingan dalam komposisi warna. Temuan ini mengindikasikan bahwa Batik Seluang Mudik berpotensi besar sebagai media pembelajaran matematika yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal.   Kata kunci: Etnomatematika, Batik Seluang Mudik, Sarolangun, Geometri Transformasi, Budaya Lokal Abstract Seluang Mudik Batik is one of the traditional batik fabrics originating from Sarolangun Regency, Jambi Province, Indonesia. Its main motif depicts the seluang fish (Rasbora sp.) migrating upstream against the river current. This motif is inspired by a natural phenomenon commonly observed in the rivers of Sarolangun, particularly the seasonal behavior of seluang fish swimming upstream to spawn.This study aims to explore the mathematical concepts embedded in the motifs of Seluang Mudik Batik from Sarolangun, Jambi. The research employed a qualitative approach using an ethnographic method. The findings reveal that the batik motif contains various mathematical concepts, including: (1) geometric transformations such as translation, reflection, rotation, and dilation; (2) symmetry and repeating patterns; (3) fractal characteristics reflected in the recurring motifs; (4) plane geometry concepts, including triangles, ellipses, and curved forms; and (5) proportional and comparative relationships in color composition.These findings indicate that Seluang Mudik Batik has significant potential as a contextual mathematics learning resource rooted in local cultural wisdom, enabling students to connect mathematical concepts with their cultural environment. Keywords: Ethnomathematics, Batik Seluang Mudik, Sarolangun, Transformation Geometry, Local Culture  
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas VIII MTS N 2 Sarolangun pada Materi Pecahan Aditya Prayogi; M. Ridwan; Anita Anita; Sri Mariana
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/1xehwd95

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII MTs N 2 Sarolangun pada materi pecahan serta mengidentifikasi kesulitan yang dialami siswa dalam setiap tahapan pemecahan masalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian siswa kelas VIII yang dipilih berdasarkan kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes uraian dan wawancara. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan tinggi mampu memahami masalah, menyusun strategi, melaksanakan perhitungan, dan memeriksa kembali jawaban dengan baik. Siswa dengan kemampuan sedang dapat memahami masalah dan menentukan strategi, tetapi masih kurang teliti dalam perhitungan serta jarang memeriksa kembali hasil akhir. Sementara itu, siswa dengan kemampuan rendah mengalami kesulitan dalam memahami soal, menentukan langkah penyelesaian, dan melakukan operasi hitung pecahan. Kesalahan yang ditemukan meliputi kesalahan konsep, prosedural, dan ketelitian. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih bervariasi sehingga diperlukan pembelajaran yang membiasakan siswa mengikuti tahapan pemecahan masalah secara sistematis. Kata kunci: Pemecahan Masalah Matematis, Pecahan, siswa kelas VIII, penelitian kualitatif. Abstract This study aimed to analyze the mathematical problem-solving abilities of eighth-grade students at MTs N 2 Sarolangun on fraction material and to identify the difficulties experienced by students at each stage of problem solving. The study employed a qualitative descriptive approach involving students categorized into high, medium, and low ability levels. Data were collected through essay tests and interviews. The data analysis techniques included data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that students with high ability were able to understand problems, develop appropriate strategies, perform calculations correctly, and recheck their answers systematically. Students with medium ability generally understood the problems and determined suitable strategies but were less accurate in calculations and rarely reviewed their final answers. Meanwhile, students with low ability experienced difficulties in understanding problems, determining solution steps, and performing fraction operations correctly. The common errors found included conceptual, procedural, and calculation accuracy errors. In conclusion, students’ mathematical problem-solving abilities varied significantly; therefore, learning activities that train students to follow systematic problem-solving stages are needed to improve their abilities. Keywords: Mathematical Problem-solving, fractions, eighth-grade students, qualitative research.
Pengaruh Model Pembelajaran Guided Discivery Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Hila Liani; Dhea Nayla; Anita Putri Hidayanti; Sri Mariana; Istiqomah Nur Ahya
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jnqy2d53

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematika siswa di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Guided Discovery Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dengan menggunakan desain Posttest-Only Control Design yaitu terdapat dua kelompok yang masing-masing dipilih secara random. Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VII Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi-ien tahun ajaran 2026/2027 sebanyak 30 siswa dan terbagi menjadi 2 kelas. Dalam penelitian ini, sampel ditentukan dengan teknik Total Sampling, dengan menggunakan seluruh anggota populasi yang terbagi kedalam dua kelas (kelas eksperimen dan kelas kontrol). Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan tes kemampuan pemecahan masalah matematis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Guided Discovery Learning lebih efektif dalam mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dibandingkan dengan model pembelajaran langsung. Kata kunci: Model Pembelajaran, Guided Discovery Learning, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Abstract This research is motivated by the low mathematical problem-solving ability of students at the Hidayatul Mubtadi-ien Islamic Boarding School. The purpose of this study is to determine the effect of the Guided Discovery Learning learning model on students' mathematical problem-solving ability using the Posttest-Only Control Design design, namely there are two groups, each of which is selected randomly. The population of this study is all 30 students of grade VII of the Hidayatul Mubtadi-ien Islamic Boarding School in the 2026/2027 academic year and is divided into 2 classes. In this study, the sample was determined using the Total Sampling technique, using all members of the population divided into two classes (the experimental class and the control class). The data collection techniques used in this study are observation and mathematical problem-solving ability tests. The results of this study indicate that the Guided Discovery Learning learning model is more effective in influencing students' mathematical problem-solving abilities compared to the direct learning model. Keywords: Learning Model, Guided Discovery Learning, Mathematical Problem Solving Ability