Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Transformasi Digital dan Strategi Nilai Tambah: Pemberdayaan Kelompok Petani Perempuan (KWT) melalui Pemasaran Digital Terpadu dan Inovasi Produk di Desa sumberdem Kecamatan Wonosari Yudha Pradana; Agung Winarno; Agus Hermawan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8462

Abstract

Rural women farmers in developing countries often face significant challenges in scaling their businesses due to conventional management practices and limited access to digital markets. In Wonosari Village, the Women Farmers Group (KWT) possessed abundant local resources like coffee and vegetables but suffered from low added value and lack of professional organizational structures. This study aims to evaluate the impact of a comprehensive intervention focusing on digital transformation and value-added strategies to empower the KWT Wonosari toward entrepreneurial independence. A participatory action research (PAR) approach was employed, involving 50 members of KWT Wonosari. The intervention included intensive workshops on product innovation, digital marketing integration via Instagram and TikTok, branding development, and the implementation of standardized financial reporting and operational procedures (SOP). Data were collected through field observations, pre-and post-training assessments, and qualitative interviews. The findings indicate a significant shift in the members' mindset from subsistence farming to a professional entrepreneurial orientation. The program successfully established a formal organizational structure, generated new value-added processed products, and created a robust digital presence with integrated visual branding. Furthermore, the implementation of simple accounting systems enhanced financial transparency and accountability within the group. This study demonstrates that the synergy between academic expertise and community participation is a critical driver for overcoming the digital divide in rural areas. These results contribute to the achievement of Sustainable Development Goal (SDG) 8 by promoting inclusive economic growth and decent work through community-based digital empowerment.
The Analysis of the Application of 7Ps in Improving the Lambau Semboro Jember Billiards Service Business Dian Hanif; Yudha Pradana; Sudarmiatin Sudarmiatin; Ita Prihatining Wilujeng
Harmoni Economics: International Journal of Economics and Accounting Vol. 2 No. 4 (2025): November: Harmoni Economics: International Journal of Economics and Accounting
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/harmonieconomics.v2i4.356

Abstract

This study examines the application of the 7Ps marketing mix strategy to enhance the performance of the Lambau Semboro Jember Billiards service business. The focus is on businesses in the entertainment sector, which face challenges such as increasing competition and changing consumer preferences. The study explores how the 7Ps—product, price, place, promotion, people, process, and physical evidence—can contribute to improving customer satisfaction and loyalty. The goal is to analyze the effectiveness of each element of the 7Ps in boosting competitiveness and ensuring business sustainability. A qualitative descriptive method was used, employing triangulation techniques through in-depth interviews, participatory observation, and documentation to provide a comprehensive understanding of the marketing strategy in real-world conditions. The findings indicate that the integrated implementation of the 7Ps has supported the development of customer loyalty. Key aspects include offering a social experience through the product, competitive pricing aligned with customer value, a strategically located business, effective word-of-mouth marketing, friendly and responsive service, an efficient service process, and well-maintained physical evidence. The study concludes that consistent and comprehensive application of the 7Ps is essential for improving customer satisfaction, retention, and loyalty, thus enhancing the competitiveness of local service businesses.  
Kontribusi Etika Dalam Mengarahkan Perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Dan Seni (Ipteks) Di Era Digital : Systematic Literatur Review Dengan Metode PRISMA Yudha Pradana; Agung Winarno; Subagyo
HARAMAIN: Jurnal Manajemen Bisnis Vol. 5 No. 03 (2025): HARAMAIN : JURNAL MANAJEMEN BISNIS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institut Badri Mashduqi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66931/jmb-212

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni (IPTEKS) pada era digital menghadirkan peluang sekaligus tantangan etis yang semakin kompleks, mulai dari isu privasi data, bias algoritmik, hingga integritas akademik dan hak cipta seni digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi etika dalam mengarahkan perkembangan IPTEKS di era digital melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berbasis protokol PRISMA dengan bantuan ATLAS.ti. Dari 180 artikel awal yang teridentifikasi, sebanyak 35 artikel memenuhi kriteria inklusi (tahun publikasi 2023-2025) dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika berperan strategis dalam empat domain utama: (1) pengendalian risiko teknologi (seperti privasi, keamanan siber, dan bias algoritmik), (2) pendorong inovasi bertanggung jawab melalui prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keadilan sosial, (3) penjaga integritas ilmiah dalam pendidikan dan riset, serta (4) pedoman moral bagi produksi karya seni digital. Kerangka etika dominan yang ditemukan meliputi etika deontologis, utilitarianisme, value-sensitive design, etika AI (fairness, accountability, transparency, privacy), serta etika berbasis nilai lokal seperti Etika Pancasila. Penelitian ini juga mengidentifikasi sejumlah research gap, termasuk keterbatasan kajian empiris terkait etika AI, minimnya integrasi etika Pancasila dalam desain teknologi, serta kurangnya model evaluasi etika seni digital. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa etika tidak sekadar menjadi pelengkap normatif, tetapi merupakan fondasi utama bagi arah perkembangan IPTEKS yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada kemanusiaan.
Analisis Konseptual Prinsip-Prinsip Dasar Kewirausahaan : Menggunakan Systematic Literature Review Yudha Pradana; Agung Winarno; Wening Patmi
HARAMAIN: Jurnal Manajemen Bisnis Vol. 5 No. 03 (2025): HARAMAIN : JURNAL MANAJEMEN BISNIS
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institut Badri Mashduqi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66931/jmb-213

Abstract

Tinjauan literatur ini mengkaji secara mendalam peran praktik bisnis berbasis syariah dalam membentuk jiwa kewirausahaan Islami, yang semakin dipandang sebagai faktor penting dalam pengembangan kewirausahaan yang etis dan berkelanjutan. Dengan merangkum berbagai penelitian terdahulu, kerangka konseptual, serta diskusi kontemporer dalam bidang ekonomi Islam, artikel ini menekankan bagaimana prinsip-prinsip dasar syariah seperti kejujuran, keadilan, transparansi, amanah, larangan riba dan gharar, serta komitmen terhadap akhlak bisnis memberikan pengaruh signifikan terhadap pola pikir, motivasi, dan perilaku wirausaha Muslim. Hasil kajian menunjukkan bahwa praktik bisnis syariah tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme ekonomi, tetapi juga menjadi kerangka moral dan spiritual yang menuntun wirausaha dalam mengambil keputusan yang bertanggung jawab dan memberi manfaat sosial. Jiwa kewirausahaan Islami terbentuk melalui integrasi nilai-nilai keimanan, kedisiplinan personal, etika bisnis, serta komitmen terhadap kesejahteraan masyarakat. Integrasi ini memperkuat ketangguhan wirausaha, mendorong inovasi dalam batas-batas etika, serta menumbuhkan orientasi tujuan yang selaras dengan ajaran Islam. Selain itu, tinjauan ini menegaskan bahwa prinsip-prinsip bisnis syariah berkontribusi dalam membentuk wirausaha yang mengedepankan keberlanjutan jangka panjang dibandingkan keuntungan sesaat, menegakkan keadilan dalam transaksi, dan menjaga keseimbangan antara kesuksesan material dan akuntabilitas spiritual. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai kewirausahaan syariah dalam kurikulum pendidikan, kebijakan publik, dan program pemberdayaan untuk melahirkan generasi wirausaha Muslim yang kompetitif secara global namun tetap berpegang pada etika Islam.