Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ISOLASI DAN KARAKTERISTIK BAKTERI ASAL RHIZOSFER PADI SAWAH INTENSIF DI KABUPATEN SIGI Bau Mirta; Rois Rois; Rezi Amelia
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 1 (2022): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui total populasi dan karakteristik bakteri asal rhizosfer padi sawah intensif di Kabupaten Sigi. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada daerah rhizosfer padi sawah intensif di Kabupaten Sigi dan analisis sampel tanah dilaksanakan di Laboratorium Unit Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Agustus–Oktober 2020. Isolasi bakteri menggunakan metode pengenceran dan perhitungan jumlah koloni menggunakan alat Colony Counter Sample Analysed With SCAN 500R. Hasil penelitian diperoleh total populasi bakteri dari rhizosfer padi, paling banyak terdapat pada sampel GS1 (3,11 x 106 cfu/mL), GS3 (3,00 x 106 cfu/mL), GS2 (2,92 x 106 cfu/mL), lalu diikuti pada sampel PS1&PS2 (2,58 x 106 cfu/mL), PS3 (2,41 x 106 cfu/mL), BS2 (2,31 x 106 cfu/mL), BS1 (2,26, x 106 cfu/mL), dan paling sedikit terdapat pada sampel BS3 (2,21 x 106 cfu/mL). Karakter bakteri pada lahan persawahan intensif di Kabupaten Sigi didominasi bakteri yang berwarna bening dan putih susu, dengan ciri morfologi memiliki zona bening, namun bentuk dari bakteri berbeda–beda mulai dari bulat, oval dan kapsul (tepi bergerigi dan tidak bergerigi), bahkan diameter bakteri pun berbeda – beda, mulai dari 0,1 cm hingga yang paling besar adalah bakteri yang berdiameter 0,8 cm.
Identifikasi Cendawan Patogen Dan Non-Patogen Asal Rhizosfer Mahoni dan Kakao di Kelurahan Tanuntung dan Desa Karassing Bau Mirta; Sholeh, Muh. Noor Amin; Nur, Muhlizha Azhar; Yusri, Mita
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Februari 2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/dz4dyw02

Abstract

Rhizosfer adalah tanah yang terdapat disekitar daerah perakaran tanaman yang dijadikan sebagai pertahanan luar suatu tanaman  terhadap serangan patogen yang terdapat pada akar itu sendiri, dan biasanya populasi mikroorganisme di daerah rhizosfer lebih banyak dan beragam dibandingkan dengan non-rhizosfer (Liza et al., 2015). Mikroba yang hidup pada daerah perakaran ada yang bersifat patogen dan atau ada pula yang dapat bermanfaat bagi tanaman sebagai pelindung dari infeksi yang disebabkan oleh patogen tertentu (Putra et al., 2020). Namun, hingga saat ini masih sedikit penelitian yang mengidentifikasi cendawan patogen dan non-patogen pada daerah rhizosfer tanaman yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi cendawan patogen dan non-patogen asal rhizosfer mahoni dan kakao di Kelurahan Tanuntung dan Desa Karassing. Berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan pada rhizosfer mahoni dan kakao di Desa Karassing dan Kelurahan Tanuntung, dapat disimpulkan bahwa genus cendawan rhizosfer yang teridentifikasi memiliki kesamaan, yaitu cendawan yang diperoleh berasal dari genus Aspergillus sp., Fusarium sp., Penicillium sp. dan Rhizopus sp., meskipun pada rhizosfer mahoni Desa Karassing diperoleh 2 isolat yang berasal dari genus Trichoderma sp. Serta secara keseluruhan, dari 40 isolat cendawan rhizosfer yang diperoleh, 22 isolat yang bersifat patogen dan 18 isolat lainnya bersifat non-patogen.
Diversity of Rhizosphere Fungi Originating from Cocoa and Mahogany Plants in Tanuntung Village Bau Mirta; Muh. Noor Amin Sholeh; Muhlizha Azhari Nur; Mita Yusri
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i2.11831

Abstract

Cocoa and mahogany are plantation crops that are often intercropped on the same agricultural land and are widely cultivated in Bulukumba, South Sulawesi including in the village of Tanuntung, Hero Lange-lange Subdistrict because they hold promising economic value; in the field of soil science, they can even be used to assess fungal diversity  in the root zone as an indicator of soil fertility. In the fields of soil science and agricultural science, fungi are organisms that act as decomposers and biological agents and are capable of forming mutualistic symbiotic relationships with certain plant organs, such as roots. Therefore, this study aims to observe and calculate the diversity of rhizosphere fungi from cocoa and mahogany plants in Tanuntung Village with the hope of providing an important picture of the complexity of the microbial ecosystem around the root area and its correlation to soil fertility. The research method used was exploratory descriptive research, which involved collecting soil samples in the village of Tanuntung, followed by fungal isolation, fungal identification, screening of isolates, and analysis of rhizosphere fungal diversity. The results of the study showed that the calculation of the IKC value in the cocoa and mahogany rhizosphere was included in the high criteria with the IKC value obtained being 1.24 (cocoa) and 1.20 (mahogany). And based on the results of the identification carried out, the cocoa and mahogany rhizospheres have a diversity of fungi from the same species, namely from the genus Aspergillus sp., Fusarium sp., Penicillium sp. and Rhizopus sp. but the total number of fungi is different. With the high diversity of rhizosphere fungi, it proves that there is a good mutualistic symbiosis in the soil around the root area with fungi, which can also be used as a reference to determine good soil biological quality.