Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IDENTIFIKASI DAN SEBARAN SPESIES LALAT BUAH (BACTROCERA SP.) PADA PERTANAMAN CABE KABUPATEN SINJAI Dian Ekawati Sari; Taufik hidayat; Muhammad Noor Amin Sholeh; Dian Yustisia
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 9 No. 1 (2024): Bioma : Januari - Juni 2024
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabe merupakan komoditas penting dari tanaman hortikultura yang dibudidayakan secara komersil. Budidaya cabe tidak terlepas dari serangan hama dan penyakit tanaman. Hama utama cabe yang mempengaruhi produksi dan dapat mengakibatkan gagal panen yaitu lalat buah. Lalat buah merupakan hama yang sangat diwaspadai dalam kegiatan ekspor impor hortikultura khususnya pada cabe. Lalat buah memiliki banyak spesies dan gejala serangan yang ditimbulkan sangat mempengaruhi kualitas produk. Penyebaran hama lalat buah dapat terjadi melalui impor produk pertanian yang terinfestasi sehingga perlu pengawasan yang ketat untuk mencegah invasi hama tersebut. Oleh karena itu diperlukan monitoring untuk mengetahui jenis lalat buah yang ada dilapangan. Penelitian ini dilakukan dengan cara memasang perangkap disetiap kecamatan yang membudidayakan tanaman cabe di Kabupaten Sinjai. Hasil survey lokasi didapatkan 8 kecamatan yang membudidayakan tanaman cabe. Lalat buah yang terperangkap kemudian di identifikasi dengan melihat ciri pada bagian sayap, thorax dan abdomen. Hasil identifikasi didapatkan 5 jenis lalat buah dari genus Bactrocera yaitu B. dorsalis, B. carambolae, B. musae, B. papayae dan B. umbrosa.
Pemetaan Tingkat Ketahanan Pangan Wilayah Di Kabupaten Sinjai Amin Sholeh, Muh. Noor; Ilsan, Mais; Haris, Abdul
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.10074

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk : (1) Mengidentifikasi indikator ketahanan pangan setiap kecamatan di Sinjai (2) Menganalisis tingkat ketahanan pangan kecamatan berdasarkan indikator ketahanan pangan wilayah di Kabupaten Sinjai. (3) Pemetaan ketahanan pangan berdasarkan tingkat ketahanan pangan setiap kecamatan di Kabupaten Sinjai. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif, didukung dengan data dan informasi kuantitafif yang ditujukan untuk lebih menggambarkan kondisi ketahanan pangan wilayah yang berhubungan dengan indikator ketahanan pangan. Dalam penelitian ini menggunakan GIS (Geographic Information System) untuk memetakan tingkat ketahanan pangan wilayah di Kabupaten Sinjai. Unit analisis yang digunakan adalah Skala Kecamatan yang terdiri dari 4 komponen yaitu (1) ketersediaan pangan (2) akses pangan (3) penyerapan pangan (4) kerentanan pangan. Keempat komponen tersebut terbagi menjadi 20 indikator Indeks Ketahanan Pangan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Tingkat ketahanan pangan setiap kecamatan di Kabupaten Sinjai bervariasi dilihat dari berbagai indikator ketahanan pangan, berdasarkan Ketersediaan Pangan dengan nilai rata-rata 4,78 berada pada Kriteria tahan pangan. Akses Pangan dengan nilai rata-rata 5,04 berada pada Kriteria tahan pangan. Penyerapan pangan dengan nilai rata-rata 5,54 berada pada Kriteria sangat tahan pangan. Kerentanan Pangan dengan nilai rata-rata 5,78 berada pada Kriteria sangat tahan pangan. (2) tingkat ketahanan pangan terbagi menjadi 6 tingkatan mulai dari status sangat rawan pangan, rawan pangan, agak rawan pangan, agak tahan pangan, tahan pangan dan sangat tahan pangan (3) Berdasarkan hasil komposit maka dapat dihasilkan Peta Ketahanan Pangan Kabupaten Sinjai dan dapat diambil kesimpulan bahwa secara umum kabupaten Sinjai berstatus Tahan Pangan.
Identifikasi Cendawan Patogen Dan Non-Patogen Asal Rhizosfer Mahoni dan Kakao di Kelurahan Tanuntung dan Desa Karassing Bau Mirta; Sholeh, Muh. Noor Amin; Nur, Muhlizha Azhar; Yusri, Mita
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Februari 2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/dz4dyw02

Abstract

Rhizosfer adalah tanah yang terdapat disekitar daerah perakaran tanaman yang dijadikan sebagai pertahanan luar suatu tanaman  terhadap serangan patogen yang terdapat pada akar itu sendiri, dan biasanya populasi mikroorganisme di daerah rhizosfer lebih banyak dan beragam dibandingkan dengan non-rhizosfer (Liza et al., 2015). Mikroba yang hidup pada daerah perakaran ada yang bersifat patogen dan atau ada pula yang dapat bermanfaat bagi tanaman sebagai pelindung dari infeksi yang disebabkan oleh patogen tertentu (Putra et al., 2020). Namun, hingga saat ini masih sedikit penelitian yang mengidentifikasi cendawan patogen dan non-patogen pada daerah rhizosfer tanaman yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi cendawan patogen dan non-patogen asal rhizosfer mahoni dan kakao di Kelurahan Tanuntung dan Desa Karassing. Berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan pada rhizosfer mahoni dan kakao di Desa Karassing dan Kelurahan Tanuntung, dapat disimpulkan bahwa genus cendawan rhizosfer yang teridentifikasi memiliki kesamaan, yaitu cendawan yang diperoleh berasal dari genus Aspergillus sp., Fusarium sp., Penicillium sp. dan Rhizopus sp., meskipun pada rhizosfer mahoni Desa Karassing diperoleh 2 isolat yang berasal dari genus Trichoderma sp. Serta secara keseluruhan, dari 40 isolat cendawan rhizosfer yang diperoleh, 22 isolat yang bersifat patogen dan 18 isolat lainnya bersifat non-patogen.
Diversity of Rhizosphere Fungi Originating from Cocoa and Mahogany Plants in Tanuntung Village Bau Mirta; Muh. Noor Amin Sholeh; Muhlizha Azhari Nur; Mita Yusri
Jurnal Biologi Tropis Vol. 26 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v26i2.11831

Abstract

Cocoa and mahogany are plantation crops that are often intercropped on the same agricultural land and are widely cultivated in Bulukumba, South Sulawesi including in the village of Tanuntung, Hero Lange-lange Subdistrict because they hold promising economic value; in the field of soil science, they can even be used to assess fungal diversity  in the root zone as an indicator of soil fertility. In the fields of soil science and agricultural science, fungi are organisms that act as decomposers and biological agents and are capable of forming mutualistic symbiotic relationships with certain plant organs, such as roots. Therefore, this study aims to observe and calculate the diversity of rhizosphere fungi from cocoa and mahogany plants in Tanuntung Village with the hope of providing an important picture of the complexity of the microbial ecosystem around the root area and its correlation to soil fertility. The research method used was exploratory descriptive research, which involved collecting soil samples in the village of Tanuntung, followed by fungal isolation, fungal identification, screening of isolates, and analysis of rhizosphere fungal diversity. The results of the study showed that the calculation of the IKC value in the cocoa and mahogany rhizosphere was included in the high criteria with the IKC value obtained being 1.24 (cocoa) and 1.20 (mahogany). And based on the results of the identification carried out, the cocoa and mahogany rhizospheres have a diversity of fungi from the same species, namely from the genus Aspergillus sp., Fusarium sp., Penicillium sp. and Rhizopus sp. but the total number of fungi is different. With the high diversity of rhizosphere fungi, it proves that there is a good mutualistic symbiosis in the soil around the root area with fungi, which can also be used as a reference to determine good soil biological quality.