Syamhadi, Maya Rahmayanti
Departemen Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Effects of methotrexate, Moringa oleifera, and Andrographis paniculata extracts on the myocardial and aortic tissue of streptozotocin-nicotinamide-induced hyperglycemic rats Pamungkas, Dimas Bathoro Bagus; Kalanjati, Viskasari Pintoko; Abdurachman; Aditya, Dwi Martha Nur; Nasution, Muhammad Husni Fansury; Syamhadi, Maya Rahmayanti
Medical Journal of Indonesia Vol. 32 No. 3 (2023): September
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13181/mji.oa.236944

Abstract

BACKGROUND Methotrexate (MTX) could lower glucose levels in type 1 diabetes mellitus, while Moringa oleifera and Andrographis paniculata supplementations have similar effects on hyperglycemia. This study aimed to analyze the effects of MTX, M. oleifera, and A. paniculata leaf extracts on the myocardial interleukin (IL)-6 and the histopathology of the left ventricle and aorta. METHODS 49 rats were divided equally into 7 groups: negative control and diabetic induced by streptozotocin-nicotinamide (STZ-NA) injection consisting of positive control (STZ-NA only), M. oleifera (500 mg/kgBW/day), A. paniculata (500 mg/kgBW/day), MTX (7 mg/kgBW/week), MTX (7 mg/kgBW/week)+M. oleifera (500 mg/kgBW/day), and MTX (7 mg/kgBW/week)+A. paniculata (500 mg/kgBW/day). We analyzed oral MTX, M. oleifera, and A. paniculata leaf extracts’ effects on random blood glucose, myocardial IL-6, and cardiac histopathology of STZ-NA-induced hyperglycemic male rats. Data were analyzed using Wilcoxon and Kruskal–Wallis tests. RESULTS Myocardial IL-6 in the M. oleifera group was significantly lower compared to the positive control group (p = 0.041). Compared to the positive control group, the myocardial necrosis and aortic intima–media thickness in the MTX+A. paniculata group were significantly reduced (p = 0.005 and 0.001, respectively). CONCLUSIONS MTX, M. oleifera, and A. paniculata showed antihyperglycemic effect, both individually and in combination. A. paniculata leaf extract had a significant cardioprotective effect in STZ-NA-induced hyperglycemia.
Peranan Kalsium dan Vitamin D Dalam Penanganan Osteoporosis, Pencegahan Fraktur Patologis, Serta Korelasi Terhadap Pandemi COVID-19 Brilliant Citra Wirashada; Maya Rahmayanti Syamhadi; Sulis tiawan
PROCEEDING UMSURABAYA 2020: Prosiding Seminar Online UPDATES ON COVID-19 : MULTIDICIPLINARY PERSPECTIVE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractOsteoporosis remains a very significant public health problem, causing high morbidity andmortality rates. Vitamin D deficiency (<50 nmol / L) is a worldwide epidemic with multipleimplications for human health. Inadequate serum 25-hydroxyvitamin D (25 (OH) D)concentrations are associated with muscle weakness, decreased physical performance, and anincreased likelihood of falls and fractures. Various studies have shown that higher serum 25(OH) D levels (at least 700 IU of vitamin D, especially cholecalciferol) will reduce theincidence of fractures. The problem of osteoporosis has been exacerbated by the COVID-19pandemic. As well known, COVID-19 is a respiratory tract infection caused by the new SARSCoV-2 virus. In general, this pandemic has caused deterioration of the economic and healthcare systems in many countries. Under difficult circumstances, recent research has shown thatoptimizing blood levels of vitamin D offers a solution that promises to reduce the risk of deathfrom COVID-19 infection. This literature review was aimed to discuss the role of calcium andvitamin D in the management of osteoporosis, pathological fractures (brittle fractures), andCOVID-19.Keywords: osteoporosis, vitamin D, COVID-19
Peran Motivasi dan Teknik Strategi Pembelajaran Anatomi Yang Baik Pada Mahasiswa Kedokteran Maya Rahmayanti Syamhadi; Nagita Sabryna Putri Afan; Enggar Galih Ade Puspita; Nadira Farah Anindya; Zia Fatih Farhan; Eko Andreansah Widi Al Farisi; Hareera Azka Dzul Fither; Muthiaradienna Qonita; Mahdania Nawawi Putri; Tuhfatul Athfal Laili; Bella Fadhilah Ramadhani; Naura Rihhadatul Aisya
PROCEEDING UMSURABAYA Vol 1 No 2 (2026): Proceeding Series LSPID UMSURA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ps.v5i1.31741

Abstract

Ilmu anatomi merupakan mata kuliah penting dalam pendidikan kedokteran, namun dikenal memiliki tingkat kompleksitas dan beban kognitif yang tinggi sehingga menjadi tantangan bagi mahasiswa. Kondisi ini menuntut adanya motivasi belajar yang kuat serta pemilihan teknik belajar yang efektif agar pemahaman dan retensi pengetahuan anatomi dapat tercapai secara optimal. Literature review ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis motivasi belajar dan teknik belajar anatomi yang efektif pada mahasiswa kedokteran. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data PubMed dengan kata kunci terkait pembelajaran anatomi, motivasi belajar, dan strategi belajar, mencakup publikasi sepuluh tahun terakhir. Sebanyak 20 artikel yang relevan dianalisis, terdiri dari penelitian kuantitatif, kualitatif, dan systematic review. Hasil kajian menunjukkan bahwa motivasi belajar memiliki peran penting dalam meningkatkan keterlibatan, ketekunan, dan kesejahteraan mental mahasiswa. Berbagai teknik belajar, seperti visualisasi tiga dimensi (VR, AR, dan model 3D), pembelajaran aktif (flipped classroom, team-based learning, dan gamifikasi), serta strategi self-regulated learning, terbukti mampu meningkatkan motivasi dan kualitas pengalaman belajar anatomi. Namun, peningkatan motivasi tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan nilai akademik, sehingga integrasi metode inovatif konvensional dan kontekstualisasi klinis menjadi kunci pembelajaran anatomi yang efektif. Kajian ini menegaskan bahwa sinergi antara motivasi dan teknik belajar sangat penting dalam mendukung keberhasilan akademik dan kesiapan profesional mahasiswa kedokteran.
Metode Belajar Anatomi yang Menyenangkan bagi Mahasiswa Kedokteran Talitha Rahmania; Salman Abdillah Susandi; Tania Siti Khalilah; Hamida Alya Mukhbita; Tiara Anggie Kumala; Ardina Divayanti; Fathur Rosi; Rengga Jaya Saputra; Anisa Nabila; Nurul Syafiqah; Farrel Maulana Adinatha; Maya Rahmayanti Syamhadi
PROCEEDING UMSURABAYA Vol 1 No 2 (2026): Proceeding Series LSPID UMSURA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/ps.v5i1.31740

Abstract

Pembelajaran anatomi dalam pendidikan kedokteran merupakan pondasi penting dalam membentuk kompetensi klinis mahasiswa, tetapi ada tantangan seperti metode konvensional berbasis hafalan, materi kompleks, beban kognitif tinggi, serta rendahnya keterlibatan dan motivasi mahasiswa. Literatur review ini bertujuan untuk mengkaji berbagai pendekatan pembelajaran anatomi yang efektif dan menyenangkan, serta faktor-faktor yang memengaruhi kualitas proses dan hasil belajar mahasiswa. Metode yang digunakan adalah penelusuran dan analisis literatur ilmiah dari jurnal nasional dan internasional yang relevan. Dengan transformasi strategi pembelajaran yang lebih berpusat pada mahasiswa, aktif, fokus, dan senang. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran aktif dan inovatif, seperti Active and Engaging Learning (AEL), gamifikasi, kuis interaktif, active recall, pembelajaran berbasis permainan, serta pemanfaatan teknologi visualisasi tiga dimensi (VR, AR, dan MR), dan juga metode konvensional seoerti diseksi kadaver. dilaporkan mampu meningkatkan keterlibatan, kesenangan, interaktif, kreativitas, serta pemahaman konsep anatomi. Meskipun metode inovatif tersebut tidak selalu menunjukkan peningkatan nilai ujian secara konsisten dibandingkan metode konvensional, pendekatan ini terbukti efektif sebagai pelengkap pembelajaran anatomi dalam pendidikan kedokteran.