Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

CAPITAL EXPENDITURE DAN OPERATIONAL EXPENDITURE DALAM PERANCANGAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR DI KOTA BALIKPAPAN Widya Mulya
INFO-TEKNIK Vol 23, No 1 (2022): INFOTEKNIK VOL. 23 NO. 1 JULI 2022
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v23i1.13851

Abstract

The study of project financial feasibility data is prepared based on the theory of project financial management which is inventoried and processed based on the parameter requirements and financial feasibility criteria such as the initial investment budget/capital expenditure (CAPEX) and operational expenditure operating budget (OPEX). Lack of planning and consultation (in relation to project planning) causes high project costs (project costs) and the realization of infrastructure development that is past its deadline (program over-runs) (Asian Development Bank, 2021). Economic analysis determines that the decision to invest in a project is correct from the point of view of economic benefits. Balancing the effects of investing in a project as an advantage, not only for the project management itself, but for the entire community. The water treatment plant is one of the infrastructures that treats raw water (ground water, surface water) into water suitable for consumption in accordance with quality standards. The larger the initial investment budget and the operational cost budget, the higher the cost of treated water. The purpose of this research is to determine the cost of treated water from the calculation of capital expenditure and operational expenditure in the design of water treatment installations in Balikpapan City. CAPEX budget calculations are based on engineering costs, land acquisition costs and construction costs. The OPEX budget includes operating costs, maintenance costs, depreciation expense, administrative and general expenses. Based on the analysis of raw water sources and treatment types, the cost of treated water for conventional treatment types is Rp. 6,197/m³, the cost of DAF type treated water is Rp. 6,991/m³, the cost of RO treated water is Rp. 14,298/m³.
PERANCANGAN PENGOLAHAN AIR KONVENSIONAL DALAM UJI PILOT PLANT: CONVENTIONAL WATER TREATMENT DESIGN IN PILOT PLANT TEST Widya Mulya
Jurnal Ilmiah Teknik Sipil TRANSUKMA Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Penelitian TRANSUKMA
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.046 KB)

Abstract

Berdasarkan data PDAM Balikpapan Desember 2017, sungai yang saat ini dimanfaatkan dengan parameter kekeruhan 6 - 24 NTU. Dalam pemanfaatannya sebagai air bersih dan air minum, untuk mendapatkan kualitas air sesuai standar baku mutu maka diperlukan pengolahan yang perancangan sesuai kriteria desain. Tujuan penelitian untuk mengetahui perancangan pengolahan air konvensional dalam uji pilot plant yang menghasilkan air olahan sesuai standar baku mutu air minum. Metode penelitian yang digunakan yaitu uji pilot plant meliputi tempat untuk proses, air baku menuju pilot plant di injeksi bahan kimia tawas dan kapur sebelum proses koagulasi–flokulasi dan injeksi bahan kimia kaporit sebelum proses filtrasi. Perancangan bak koagulasi dengan kecepatan inlet dan outlet 0,60 m/det, perbandingan tinggi, lebar dan panjang bak koagulasi 1,30 : 1 : 1, waktu detensi 60 detik. Perancangan pada pengadukan lambat, dengan total waktu 120 detik + 180 detik + 240 detik + 300 detik = 840 detik = 14 menit. Perancangan bak pengendapan, waktu detensi 1 jam, beban permukaan 0,13 m/jam, perbandingan lebar dan panjang bak, 1 : 2. Perancangan bak filtrasi, perbandingan bak, 1 : 2, kecepatan filtrasi 5 m/jam. Berdasarkan hasil pengamatan uji pilot plant dengan penambahan bahan kimia yaitu menunjukkan parameter kekeruhan 3 NTU (rata-rata, 2 kali pengulangan) masih di bawah standar baku mutu sesuai standar air bersih No .416/MENKES/PER/IX/1990 dan standar air minum No.492/MENKES/PER/IV/2010. Based on data from PDAM Balikpapan in December 2017, the river currently being used has a turbidity parameter of 6 - 24 NTU. In its utilization as clean water and drinking water, to get water quality according to quality standards, it is necessary to design processing according to design criteria. The purpose of the study was to determine the design of conventional water treatment in a pilot plant test that produces treated water according to drinking water quality standards. The research method used is the pilot plant test which includes a place for the process, raw water to the pilot plant in the injection of alum and lime chemicals before the coagulation-flocculation process and injection of chlorine chemicals before the filtration process. The design of a coagulation bath with an inlet and outlet velocity of 0.60 m/s, a ratio of height, width and length of a coagulation bath 1.30: 1: 1, detention time of 60 seconds. Design on slow stirring, with a total time of 120 seconds + 180 seconds + 240 seconds + 300 seconds = 840 seconds = 14 minutes. The design of the settling basin, the detention time is 1 hour, the surface load is 0.13 m/hour, the ratio of the width and length of the tank is 1: 2. The design of the filtration tank, the ratio of the tank, is 1: 2, the filtration speed is 5 m/hour. Based on the observations of the pilot plant test with the addition of chemicals, it shows that the turbidity parameter of 3 NTU (average, 2 repetitions) is still below the quality standard according to the clean water standard No. 416/MENKES/PER/IX/1990 and drinking water standards. No.492/MENKES/PER/IV/2010.
PENGGUNAAN LIMBAH JANJANG KOSONG SEBAGAI PUPUK ORGANIK DI PT. ABC KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA Komeyni Rusba Rusba; Pratama Sari; Iwan Zulfikar; Impol Siboro; Widya Mulya; Riska Putri Anggraeni
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.20688

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Tanaman sawit merupakan tanaman perkebunan yang banyak ditanam oleh masyarakat. hal ini dikarenakan buah kelapa sawit yang bisa berukuran besar dan juga bisa memiliki kestabilan harga walaupun terkadang harga juga bisa mengalami penurunan. Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peran penting bagi peningkatan ekonomi. Limbah janjang kosong hasil industri pengolahan sawit juga menimbulkan bau yang menyengat dan akan berdampak negatif bagi kesehatan manusia. Penanggulangan bau pada janjang kosong ini adalah dengan solusi pemanfaatan limbah agar limbah janjang kosong dapat dimanfatkan sebagai pupuk agar bermanfaat dan mengurangi pencemaran lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Data yang diperoleh berdasarkan data kuisioner penelitian selama 30 hari pada kelapa sawit yang berumur 9 bulan. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh penggunaan limbah janjang kosong pada pertumbuhan tanaman kelapa sawit yang berumur 9 bulan..
Sosialisasi Bahaya Fisik Di Area Batching Plant Di PT. XYZ Mery Andani; Lina Yuliana; Destian Adhitama; Widya Mulya
EUNOIA Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i1.918

Abstract

Dalam penelitian mengenai lingkungan kerja di batching plant PT. XYZ, teridentifikasi adanya enam bahaya fisik utama yang diakibatkan oleh aktivitas operasional yang melibatkan peralatan berat. Melalui metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Control (HIRAC), ditemukan bahaya kebisingan ekstrem, paparan debu semen, risiko tertabrak alat bergerak, titik jepit pada conveyor, potensi kebakaran, dan risiko ledakan selang. Risiko kebisingan dan debu semen dikategorikan sebagai risiko tinggi, memiliki konsekuensi serius seperti gangguan pendengaran permanen. Evaluasi efektivitas kontrol yang ada, termasuk penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan sistem dust collector, menunjukkan bahwa hasilnya masih kurang optimal. Faktor penghambat utama meliputi ketidakdisiplinan dalam penggunaan APD, pemeliharaan peralatan yang tidak terjadwal, dan kurangnya prosedur tanggap darurat. Disarankan untuk memperkuat sistem kontrol risiko melalui pemeliharaan rutin, pelatihan berkala, serta pengawasan penggunaan APD, demi menurunkan tingkat risiko kecelakaan kerja dan membangun budaya keselamatan yang lebih baik di area operasional.
Penerapan Program Keselamatan Kerja Transportasi Darat Pada Operator Dan Kendaraan Truk Mixer Di PT. X Fadliannur Fadliannur; Iwan Zulfikar; Widya Mulya
EUNOIA Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i1.952

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan program keselamatan kerja transportasi darat pada operator dan kendaraan truck mixer di PT. X. Pengamatan dilakukan selama kegiatan Praktik Kerja Industri dengan metode observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, serta analisis deskriptif terhadap kondisi kendaraan, perilaku operator, dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perusahaan telah menyediakan perlengkapan keselamatan seperti APAR, P3K, safety sign, segitiga pengaman, scotlight merah, dan body harness, namun beberapa unit kendaraan dan operator masih ditemukan belum memenuhi standar secara konsisten. Operator mengalami peningkatan kesadaran keselamatan setelah dilakukan sosialisasi, safety talk, dan toolbox meeting, meskipun kedisiplinan penggunaan APD dan prosedur berkendara masih menghadapi kendala. Dari sisi kendaraan, kelengkapan keselamatan telah diterapkan, namun pemeliharaan dan inspeksi tidak selalu berjalan optimal. Secara keseluruhan, penerapan program keselamatan kerja transportasi darat telah berjalan cukup baik tetapi memerlukan peningkatan pada aspek pengawasan, pemeliharaan kendaraan, dan kedisiplinan operator untuk mencapai penerapan K3 yang lebih efektif.
Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Keefektifan Sio Terhadap Pengoperasian Forklift Di PT Cipta Krida Bahari Balikpapan Deni Bima Pamungkas; Iwan Zulfikar; Widya Mulya
EUNOIA Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i1.992

Abstract

Penelitian ini telah dilakukan untuk menggambarkan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada kegiatan pengoperasian forklift serta menilai keefektifan Surat Izin Operator dalam mendukung keselamatan kerja di PT X. Penelitian ini telah memanfaatkan metode observasi langsung di area operasional dan wawancara dengan pihak terkait untuk mengidentifikasi prosedur keselamatan, praktik pengoperasian, serta kepatuhan operator terhadap persyaratan perizinan. Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang konsisten telah meningkatkan kesadaran operator terhadap potensi bahaya dan telah mengurangi risiko kecelakaan kerja. Surat Izin Operator telah berperan penting dalam memastikan bahwa setiap operator memiliki kompetensi yang memadai sebelum mengoperasikan forklift. Penelitian ini telah menyimpulkan bahwa pemenuhan prosedur keselamatan dan verifikasi kompetensi melalui Surat Izin Operator telah memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan keselamatan dan efisiensi operasional di PT X.