Nuraini Latif
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dinamika Hadis Dalam Sejarah Legislasi Hukum Islam Dari Era Nabi Hingga Era Kontemporer Nuraini Latif; La Ode Islami Ahmad
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 2 (2025): Advances In Education Journal (Oktober)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas dinamika hadis dalam sejarah legislasi hukum Islam sejak era Nabi hingga era kontemporer. Hadis sebagai salah satu sumber hukum Islam kedua setelah Al-Qur’an telah mengalami perkembangan signifikan, baik dari segi pemahaman, metodologi, maupun penerapannya dalam menjawab persoalan umat. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah berbagai literatur ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2018–2025. Proses telaah dilakukan melalui tahapan perencanaan, pencarian, seleksi, ekstraksi, hingga analisis tematik.Hasil kajian menunjukkan bahwa pada era Nabi, hadis berfungsi sebagai instrumen legislasi langsung yang otoritatif. Pada era klasik, hadis mengalami kodifikasi dan melahirkan metodologi kritik sanad dan matan. Sementara pada era modern, pemahaman hadis berkembang dengan pendekatan kontekstual, hermeneutis, dan maqāṣid al-sharī‘ah. Di era kontemporer, dinamika hadis semakin kompleks dengan adanya tantangan globalisasi, perkembangan teknologi digital, serta isu-isu keadilan, HAM, dan hukum internasional. Meski demikian, hadis tetap relevan sebagai sumber legislasi hukum Islam yang dinamis dan adaptif terhadap perubahan zaman. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa hadis bukanlah teks statis, melainkan sumber hukum yang hidup, otoritatif, dan mampu menjawab kebutuhan umat dalam setiap era. Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkaya khazanah studi hadis, sekaligus menjadi rujukan bagi pengembangan metodologi legislasi hukum Islam di era global.
Kajian Fikih Tentang Money Politik Nuraini Latif; Darussalam Syamsuddin; Lomba Sultan
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2026): RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) (Juni)
Publisher : RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pemilu di Indonesia sering kali menghadapi berbagai pelanggaran etika yang mencederai nilai-nilai demokrasi. Penelitian ini bertujuan membahas money politic dalam perspektif kajian fikih. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan studi kepustakaan, dimana seluruh data diambil melalui buku, jurnal dan dokumen yang berkaitan dengan tema penelitian. Hasil penelitian ini diketahui bahwa Money politic adalah tindakan memengaruhi hak suara pemilih melalui imbalan materi, barang, atau uang, sering dilakukan lewat serangan fajar dan mobilisasi massa. Faktor penyebabnya meliputi kemiskinan, rendahnya pengetahuan politik, dan budaya. Dalam Islam, money politic disamakan dengan risywah (suap), yang diharamkan oleh mayoritas ulama karena bertentangan dengan prinsip kebenaran dan keadilan. Bahkan, politik sering dimaknai tentang kepentingan untuk kekuasaan, sedangkan uang dipersepsikan sebagai salah satu kekuatan berbasis material. Dengan begitu, politik uang atau money politic merupakan manifestasi dari orientasi seseorang atau kelompok dalam menacapai tujuan politik dengan menjadikan uang (materi) sebagai perantara. Karena itulah, dalam artikel ini dibahas bagaimana sebenarnya money politic dalam kajian Fikih kontemporer dan Hukum Islam