Penggunaan backpack di kalangan mahasiswa menjadi pilihan utama karena dianggap ergonomis dan mampu mendistribusikan beban secara simetris. Namun, realitas menunjukkan banyak mahasiswa justru membawa backpack hanya pada satu sisi bahu, menciptakan beban asimetris yang memicu keluhan muskuloskeletal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara perilaku membawa tas satu sisi dengan keluhan nyeri otot pada mahasiswa pengguna backpack. Studi cross-sectional melibatkan 34 mahasiswa Teknik Industri Universitas Malikussaleh yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur karakteristik demografi, perilaku penggunaan tas dan 12 keluhan musculoskeletal. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi ?=0,05. Hasil menunjukkan 91,2% responden menggunakan backpack, namun 55,9% selalu membawanya di satu bahu. Prevalensi keluhan muskuloskeletal sangat tinggi (88,2%), dengan keluhan tertinggi: nyeri berkurang saat tas dilepas (73,5%), cepat lelah fisik (70,6%), nyeri bahu (61,8%), dan nyeri punggung atas (61,8%). Uji bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara sisi bahu dominan dengan nyeri bahu (p=0,028), posisi tas terlalu rendah dengan nyeri pinggang (p=0,033), posisi bahu diangkat dengan nyeri leher (p=0,038), kebiasaan memegang tali dengan kesemutan (p=0,041), dan durasi pemakaian dengan kelelahan fisik (p=0,022). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan backpack tidak menjamin keamanan ergonomis jika perilaku penggunaannya keliru. Kebiasaan membawa backpack satu sisi, posisi tas terlalu rendah, bahu diangkat, dan durasi pemakaian lama merupakan faktor risiko utama keluhan muskuloskeletal.